Arsip Tag: Lionell Messi

Tampil Tanpa Skuat Utama, Barcelona Ditahan Imbang Huesca 0-0

Barcelona dipaksa bermain imbang 0-0 dengan Huesca di jornada ke-32 La Liga di El Alcoraz, Sabtu (13/4/2019) malam WIB. Bluagrana gagal mencetak gol dan kemenangan lantaran skuat yang dimainkan mayoritas pemain pelapis.

Tuan rumah tampil percaya diri mengawali jalannya pertandingan. Pada menit keempat, sebuah crossing dari sayap kiri sukses mengagetkan barisan belakang Barcelona. Meski begitu, bola masih dapat dimentahkan barisan belakang tim tamu.

Dua menit berselang, sayap kiri Huesca kembali merongrong pertahanan Barcelona. Hanya saja, kerja sama satu dua antara Javi Galan dan David Ferreiro terlalu mudah dipatahkan Samuel Umtiti dan kolega di lini belakang.

Setelahnya, perlahan tapi pasti Barcelona mampu menguasai penuh jalannya pertandingan. Akan tetapi, ketiadaan Lionel Messi dan Luis Suarez di depan membuat setiap serangan yang dibangun gagal menghasilkan gol. Skor 0-0 bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, peluang matang pertama kali dimiliki Barcelona. Pada menit ke-57, Malcolm mencoba keberuntungan dengan melepaskan sepakan kaki kiri.

Sial, bola justru menerpa tiang gawang. Akan tetapi, laju bola justru mendekat ke kaki Arturo Vidal dan segera mencocor bola ke gawang Roberto Santamaria. Namun, usaha eks pemain Juventus itu tetap tidak berbuah gol.

Pada menit ke-67 giliran Ousmane Dembele yang membahayakan gawang Huesca. Sayangnya, aksi Dembele pun belum menghasilkan gol lantara arah bola masih melenceng. Huesca yang menghadapi skuat pelapis Barcelona ternyata bukan lawan yang sepadan. Hal tersebut tampak dari catatan livescore yang mana tuan rumah hanya mampu menguasai 26 persen pergerakan bola.

Meski demikian, hingga 90 menit pertandingan Barcelona pun gagal mencetak sebiji gol pun. Padahal mereka memiliki 74 persen penguasaan bola. Hanya saja, serangan Blaugrana kurang kreatif jika dibandingkan dengan persentase penguasaan bola. Mereka hanya mampu mencetak dua sepakan on target dan lima lainnya melenceng.

Hasil imbang tersebut membuat Barcelona kini memiliki 74 poin atau selisih 12 angka dari Atletico Madrid di tangga kedua. Sementara, Huesca tetap di dasar klasemen dengan nilai 25.

SUSUNAN PEMAIN
HUESCA (4-3-3)
Roberto Santamaria; Jorge Miramon, Xabier Etxeita, Jorge Pulido, Javi Galan; Juanpi Anor (Gonzalo Melero 60), Christian Rivera, Moi Gomez; Ezequiel Avila (Alex Gallar 88), Enric Gallego, David Ferreiro (Juan Camilo Hernandez 72)
Pelatih: Francisco Javier Rodríguez Vílchez

BARCELONA (3-5-2)
Marc-Andre Ter Stegen; Jeison Murillo, Jean-Clair Todibo, Samuel Umtiti; Moussa Wague, Carles Alena (Arthur 81), Arturo Vidal, Riqui Puig (Jordi Alba 67), Malcom; Kevin Prince Boateng, Ousmane Dembele (Philippe Coutinho 67)
Pelatih: Ernesto Valverde

Ilmuwan: Messi Bisa Dikloning, tapi Kemampuannya Bisa Berbeda

Ada usulan Lionel Messi dikloning untuk mendapatkan kembarannya di masa depan. Ilmuwan Arcadi Navarro mengingatkan, kualitas sepakbolanya bisa saja berbeda.

Navarro, ahli genetika European Genome Archive asal Spanyol, mewacanakan untuk mengkloning Messi, penyerang Barcelona. Menurutnya, dengan teknologi saat ini, bukan tak mungkin pemain Argentina itu bisa digandakan.

“Kami bisa mendapatkan pemain yang sangat mirip dengan Messi. Kami bisa mengkloningnya dengan teknik saat ini dan mendapatkan sesuatu yang terlihat seperti kembarannya,” kata Navarro kepada Que t’hi Jugues, sebagaimana dilansir Marca.

Wacana itu dilontarkan mengingat Messi adalah salah satu pesepakbola terbaik di dunia saat ini. Bikin ratusan gol dan menghasilkan puluhan trofi serta penghargaan individu, Navarro membayangkan punya Messi lainnya di masa depan dengan metode kloning.

Namun Navarro mengingatkan, kualitas sepakbola dari Messi kloningan bisa saja berbeda. Sebab, kemampuan Messi saat ini mengolah si kulit bundar adalah hasil dari proses latihan atau berasal dari faktor eksternal, bukan faktor genetika.

“Genetika memberi kita ruang lingkup. Orang ini bisa memiliki potensi yang sama dengan Messi, tetapi pada akhirnya kualitas sepakbola Messi memiliki dua komponen,” ujarnya.

“Satu sangat jelas dan bersifat genetik dan yang lainnya bersifat terdidik, tidak langsung, dan lingkungan. Messi adalah Messi, bukan siapa dia hanya karena genetikanya. Dia adalah produk dari lingkungannya, besar di La Masia, dari perawatan hormon yang dia terima.”

“Apa yang dilakukan genetika adalah memberikan potensi, seperti halnya dengan Messi, tetapi apakah itu terpenuhi atau tidak, tergantung pada keadaan dan yang terjadi di sekitar,” jelas Navarro.

Lionel Messi Sungguh Pemalu, Bicara Saja Sangat Pelan

Mantan rekan setim Lionel Messi di timnas Argentina U-20, David Abraham, berbicara soal kepribadian Messi. Lionel Messi dikenal sebagai megabintang FC Barcelona.

Adapun David Abraham merupakan seorang bek tengah yang kini menjabat sebagai kapten Eintracht Frankfurt.

Messi dan Abraham menjadi bagian dari skuat timnas Argentina U-20 yang tampil pada Piala Dunia U-20 di Belanda. Kala itu, Lionel Messi merupakan ujung tombak Tim Tango muda.

Messi bermain dalam tujuh pertandingan dan hanya sekali merumput dari bangku cadangan.

Berbeda dengan Messi, David Abraham sekadar menjadi penghangat bangku cadangan dalam tujuh pertandingan beruntun. Lionel Messi memborong dua gol Argentina pada partai puncak melawan timnas Nigeria U-20 yang berkesudahan dengan skor 2-1.

Messi menjadi top scorer turnamen dengan 6 gol dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia U-20 2005.

Pernah berada satu tim membuat Abraham mengenal Messi. “Messi orang yang sangat tenang, sangat pemalu,” kata David Abraham seperti dilansir BolaSport.com dari DAZN.

“Dia tidak pernah ingin menjadi pusat perhatian di luar lapangan.”

“Dia selalu berbicara dengan sangat pelan,” ucap Abraham lagi.

Presiden Barcelona Yakin Kontrak Lionel Messi Bakal Lebih Lama Lagi

Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, mengaku percaya bahwa kontrak megabintang mereka, Lionel Messi, akan kembali mengalami pembaruan dalam waktu dekat.

Lionel Messi saat ini masih memiliki kontrak berdurasi 3 tahun bersama Barcelona atau hingga akhir musim 2020-2021.

Dengan kata lain, Lionel Messi akan tetap berada di Barcelona setidaknya hingga berusia 34 tahun.

“Kami juga tidak pernah berniat untuk menjual pemain terbaik kami. Kami ingin melanjutkan kesuksesan dan membawa kebahagiaan kepada fan kami,” tuturnya seperti dikutip BolaSport.com dari The Times.

Lionel Messi Ingin Memperbaiki Kemampuan Eksekusi Penalti

Kapten Barcelona, Lionel Messi, mengaku masih harus memperbaiki kemampuannya dalam mengeksekusi tendangan penalti. Ia ingin menjadi pemain yang lebih efektif saat menjadi algojo tendangan 12 pas.

Messi kerap tidak beruntung saat mengeksekusi tendangan penalti. Satu di antara kegagalan penalti Messi yang paling diingat terjadi saat melawan Islandia pada penyisihan grup Piala Dunia 2018.

“Saya ingin lebih efektif dalam melakukan tendangan penalti, namun demikian penalti selalu sulit karena ada perbedaan melakukannya saat latihan daripada laga sesungguhnya. Semua lebih sulit dibandingkan kelihatannya,” ujarnya

“Penjaga gawang juga memiliki banyak kaitan dengan tendangan penalti. Jika mereka menebak dengan benar, mereka akan menyelamatkannya. Yang jelas, saya ingin semakin baik dalam mengambil penalti,” ia melanjutkan.

Lionel Messi terbilang pemain yang komplet dari segala aspek. Karier La Pulga pun bergelimang gelar karena sudah memberikan 33 gelar untuk Barcelona dan lima kali dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or.