Arsip Tag: Liverpool

Awas Liverpool, Jangan Sampai Terlena Seperti Musim Lalu

Georginio Wijnaldum berharap Liverpool tak terlena meski unggul jauh dari pesaingnya. Pasalnya mereka mengalami hal serupa musim lalu, tapi justru gagal juara.

Liverpool semakin kukuh di puncak klasemen usai menang 3-1 atas Manchester City di Anfield pada pekan ke-12 Liga Inggris, Minggu (10/11/2019) malam WIB. Tiga gol tuan rumah diciptakan oleh Fabinho, Mohamed Salah dan Sadio Mane. The Citizens hanya mampu membalas lewat Bernardo Silva.

The Reds kini mengumpulkan 34 angka. Mereka unggul delapan angka dari Leicester City serta Chelsea yang berada di urutan dua dan tiga. Meski kini timnya unggul jauh dari para pesaing, Wijnaldum enggan jemawa.

Pasalnya Liverpool pernah mengalami hal serupa di musim lalu, ending-nya mereka justru gagal juara. Saat itu, Si Merah unggul 10 angka dari City yang berada di posisi kedua hingga bulan Desember.

Namun di akhir musim pasukan Pep Guardiola mampu menggusur Liverpool dari puncak klasemen dengan keunggulan satu poin. Pemain asal Belanda ini berharap pengalaman buruk tersebut bisa menjadi pelajaran berharga untuk Liverpool.

“Ini selalu menjadi hal baik saat Anda memiliki jarak dengan tim di belakang Anda. Namun Anda bisa melihat dengan apa yang terjadi di musim lalu saat itu tak ada artinya. Ini karena jika Anda tidak bermain dan mendapatkan hasil yang dibutuhkan, mereka dapat dengan cepat merapatkan jarak poin,” ujar Wijnaldum dikutip dari situs resmi Liverpool.

“Jadi, yang harus kami lakukan hanyalah fokus pertandingan demi pertandingan dan memberikan semua yang kami miliki. Baru kemudian di akhir musim kami akan melihat di mana kami berada.”

“Tetapi saya pikir kami hanya perlu menikmati posisi kami saat ini. Kami telah bekerja keras untuk itu dan bertekad untuk melanjutkannya,” jelasnya.

Sayangnya Gagal Clean Sheet, Liverpool

Liverpool menang meyakinkan 4-1 di markas Genk. James Milner menilai timnya start dengan cemerlang, lalu menjadi ceroboh, sampai akhirnya kebobolan satu gol.

Liverpool memetik kemenangan 4-1 saat melawat ke Luminus Arena, Kamis (24/10/2019) dini hari WIB pada laga matchday 3 Liga Champions. ‘Si Merah’ sudah unggul saat laga belum genap berjalan dua menit melalui Alex Oxlade-Chamberlain.

Tapi setelah itu Liverpool malah beberapa kali nyaris kebobolan. Mbwana Samatta dan Paul Onuachu malah sudah tinggal menghadapi Alisson Becker saja, namun penyelesaian akhir dua pemain Genk itu buruk. Samatta pada prosesnya mencetak gol di menit ke-27. Liverpool beruntung gol ini dianulir karena sudah lebih dulu ada pemain yang offside dari kubu Genk.

Secara keseluruhan, Liverpool mendominasi dengan penguasaan bola hingga 74%. Mereka mencatatkan 17 tembakan dengan tujuh di antaranya on target. Tapi Genk bukannya tanpa perlawanan. Ada empat peluang mengarah ke gawang dari total delapan percobaan. Tuan rumah juga mendapatkan gol hiburan di menit ke-88, yang diakui James Milner amat mengecewakan buat Liverpool.

“Kami memulai dengan baik dan kemudian sedikit ceroboh. Babak kedua berjalan jauh lebih baik, tapi mengecewakan harus kebobolan di akhir pertandingan,” ungkap Milner kepada BT Sport dikutip BBC.

“Tapi setidaknya ini adalah performa yang solid di sebuah tempat yang sulit,” imbuh pemain yang mahir bermain di sejumlah posisi ini. Tapi Genk bukannya tanpa perlawanan. Ada empat peluang mengarah ke gawang dari total delapan percobaan. Tuan rumah juga mendapatkan gol hiburan di menit ke-88, yang diakui James Milner amat mengecewakan buat Liverpool.

“Kami memulai dengan baik dan kemudian sedikit ceroboh. Babak kedua berjalan jauh lebih baik, tapi mengecewakan harus kebobolan di akhir pertandingan,” ungkap Milner kepada BT Sport dikutip BBC.

“Tapi setidaknya ini adalah performa yang solid di sebuah tempat yang sulit,” imbuh pemain yang mahir bermain di sejumlah posisi ini.

Satu Kali Kalah Dalam Satu Musim Belum Cukup Untuk Liverpool Juara Premier League

Liverpool kembali gagal meraih gelar juara Premier League setelah Manchester City dipastikan menjadi kampiun untuk musim 2019/20. Sepanjang musim Liverpool tercatat hanya satu kali kalah, namun masih belum cukup untuk bisa meraih gelar juara.

Liverpool harus puas finis di posisi kedua Premier League dengan raihan 97 poin. Skuat asuhan Juergen Klopp hanya terpaut satu poin dari Man City yang berada di puncak klasemen.

Dalam 38 laga Premier League musim 2018/19, Liverpool hanya satu kali kalah saat menghadapi Manchester City pada Januari 2018. Kala itu Liverpool takluk dengan skor 1-2 di Etihad Stadium.

Jika dibandingkan dengan Liverpool, Man City memiliki jumlah kekalahan yang lebih banyak yaitu empat poin. Namun skuat asuhan Pep Guardiola tersebut mampu meraih 32 kemenangan dan hanya dua kali imbang.

Berbeda dengan Liverpool yang harus mencatat tujuh kali imbang dan 30 kemenangan. Liverpool seringkali tersandung saat menghadapi tim-tim yang berkutat di papan tengah seperti West Ham, Leicester City dan Everton.

Hasil ini membuat Liverpool masih belum mampu meraih gelar juara Liga Inggris sejak berformat Premier League pada 1992. Sedangkan bagi Man City gelar juara Premier League 2018/19 menjadi raihan keempat dan yang gelar juara liga keenam sepanjang sejarah.

Mourinho Memuji Liverpool dan Menjatuhkannya

Jose Mourinho menilai Liverpool sangat hebat bisa menang penguasaan bola dari Barcelona di Camp Nou. The Reds juga dianggap pantas mendapat lebih dari kekalahan 0-3.

Liverpool harus mengakui kehebatan Barcelona dalam laga leg pertama semifinal Liga Champions, Kamis (2/5/2019) dinihari WIB. Satu gol Luis Suarez dan dua dari Lionel Messi gagal dibalas sama sekali.

Secara statistik, Liverpool mainnya tidak jelek-jelek amat. Si Merah menang penguasaan bola 53 persen berbanding 47 persen. Liverpool juga bikin tembakan lebih banyak dari Los Cules yakni 15 berbanding 12, tapi Barca punya lima yang mengarah ke gawang dan Liverpool empat yang on target.

Keberhasilan Liverpool memenangi penguasaan bola di Camp Nou bikin Mourinho terkesan. Namun hasilnya lebih menguntungkan Barca karena faktor Messi.

“Liverpool buat pendekatan yang sangat berani. Saya rasa dalam 20 tahun terakhir tidak ada tim di Liga Champions yang mengalahkan Barcelona terkait penguasaan bola di Camp Nou,” ujar Mourinho kepada Russia Today (RT).

“Dewanya sepakbola membuat perbedaan. Tentu Barca tim yang bagus dengan pemain-pemain fenomenal, tapi pemain itu (Messi) sangat luar biasa,” sambungnya.

Mourinho menambahkan bahwa hasil kekalahan 0-3 Liverpool mungkin bisa lebih buruk. Hal itu karena ada dua peluang di akhir-akhir laga yang gagal dikonversi menjadi gol oleh Ousmane Dembele.

“Liverpool pantas mendapatkan lebih dari kekalahan 0-3, jauh lebih banyak, tetapi pada dua kesempatan di ujung pertandingan, itu bisa menjadi 0-4 atau 0-5, karena pertandingan rusak dan kemudian mereka tidak bisa mengatasinya,” Kata Mourinho.

Jersey Baru Liverpool: Cara Menghormati Sang Legenda, Bob Paisley

Liverpool resmi meluncurkan jersey untuk musim 2019/2020. Bergaya retro 80-an, The Reds berupaya mengenang manajer legendarisnya, Bob Paisley.

Si Merah memperkenalkannya kepada publik, Kamis (19/4/2019) sore WIB, dengan beberapa pemain top menjadi modelnya seperti Mohamed Salah, Sadio Mane, Roberto Firmino, Virgil van Dijk, Naby Keita, Alex Oxlade-Chamberlain, dan juga kiper Alisson Becker. Perkenalan itu dilakukan lewat media sosial seperti Twitter, Instagram, dan Facebook.

Tak banyak yang berubah dari jersey musim depan, yakni warna merah masih mendominasi dan disokong produsen olahraga asal Amerika Serikat New Balance. Logo Standard Chartered Bank masih terpampang di dada dan Western Union juga masih melekat di lengan kiri.

Yang berbeda mungkin adalah tak adanya kerah dan kancing pada jersey musim depan, layaknya musim ini. Lalu ada motif pinstripe (garis-garis warna emas). Motif ini terinspirasi seragam Liverpool di tahun 1980-an–di mana mereka tengah jaya-jayanya saat itu.

Nah, Bob Paisley adalah manajer mereka kalah itu dan dia mampu memberikan 20 trofi juara untuk Liverpool selama melatih sejak 1974 hingga 1983. Ada enam gelar Liga Inggris serta tiga Piala Champions dipersembahkan olehnya.

Sebagai penghormatan untuk mendiang Paisley yang kini harusnya berusia 100 tahun jika masih hidup, Liverpool pun mengenangnya dalam jersey. Bahkan ada tanda tangan Paisley di bagian dalam kerah jersey tersebut. Desain jersey baru itu mendapat sambutan positif dari kapten Liverpool Jordan Henderson. Dia berharap Liverpool yang dikapteninya bisa meraih sukses serupa seperti Liverpool-nya Paisley.

“Jersey kandang kami musim depan punya makna yang sangat kuat. Saya sangat menantikan untuk mengenakannya ketika kami bermain di Anfield, sebagai simbol kebanggaan ketika Anda jadi bagian The Reds. Ini juga penghormatan yang tepat untuk salah satu pelatih terhebat kami, Bob Paisley, dan langkah yang tepat untuk mengingat kesuksesannya,” ujar Henderson di situs resmi klub.

Tak cuma meluncurkan jersey kandang baru, Liverpool juga memperkenalkan jersey kiper yang berwarna hitam-hitam dengan aksen tulisan emas. Mulai musim depan juga, Alisson akan mengenakan nomor punggung 1, bukan 13 seperti musim ini.

Pelatih yang cocok untuk menangani Liverpool adalah Kloop

Menyusul perkembangan The Reds pada awal musim ini, mantan pemain Liverpool, Didier Hamann menilai bahwa Juergen Klopp akan menjadi sosok yang sangat tepat untuk menukangi klub Merseyside tersebut.

Wacana terkait Klopp untuk menukangi Liverpool kembali menguat. Pelatih Liverpool saat ini, Brendan Rodgers, memang sedang berada dalam tekanan setelah Liverpool takluk 1-3 dari Manchester United, Sabtu (12/9).

Berdasarkan informasi dari Skysport, Hamman mengatakan bahwa Diskusi ini telah lama dimulai dan kini tekanan (pada Rodgers) kembali meningkat. Pertanyaannya, apakah Juergen Klopp akan bergabung dengan Liverpool musim ini, karena jika mereka telah memintanya datang sebelum musim ini dimulai, saya yakin 99 persen dia akan berada di Liverpool.

Klopp yang saat ini sedang menikmati masa rehat dari dunia sepak bola, sebelumnya sempat mengatakan dirinya belum merindukan kompetisi kulit bundar. Jika pun kembali ke dunia kepelatihan, Klopp mengindikasikan dirinya tak mengincar klub top Eropa.

Kloop menyatakan bahwa tidak harus klub besar. Masih ada proyek bagus lainnya yang menarik, hingga tim-tim yang membutuhkan bantuan. Pernyataan Klopp itu membuat sejumlah pihak berasumsi mantan bos Borussia Dortmund itu berminat menangani Liverpool. Pasalnya, The Reds saat ini mulai tersisihkan dari persaingan klub elit Eropa.

Musim ini pun Liverpool hanya bertanding di Liga Eropa yang merupakan kasta kedua kompetisi benua biru tersebut.

Di lain pihak, posisi Brendan Rodgers di Liverpool saat ini juga kian mendapatkan sorotan setelah para suporter The Reds menunjukkan kemarahan mereka di dunia maya. Berdasarkan informasi dari Mirror yang memberitakan Roder Out. Sebelumnya hanya digunakan sebanyak 471 per hari sebelum kekalahan dari Manchester United, melonjak menjadi 25 ribu dalam waktu dua hari.

Situs pencari dukungan GoFundMe juga saat ini mencari dukungan untuk memaksa pemilik Liverpool memecat Pelatih asal Irlandia Utara tersebut. Tak hanya itu, seorang pendukung Liverpool dari Blackburn, Steven Red, juga menginisiasi petisi kepada pemilik Liverpool agar memecat Rodgers melalui situs Change.org.

Tekanan kepada Rodgers itu diperkirakan akan semakin menguat, jika Liverpool tidak mampu memetik hasil positif saat menghadapi Bordeux di ajang Liga Eropa, Jumat (18/9) nanti. The Reds juga dituntut tampil bagus, saat mereka menjamu Norwich City di Stadion Anfield dalam lanjutan Liga Primer Inggris, dua hari kemudian.

Hasil seimbang melawan SION, disambut ejekan dari Pendukung Liverpool

Mantan pemain sayap Liverpool pada era 1990-an, Steve McManaman melontarkan kritik keras terhadaap permainan mantan klubnya ketika ditahan imbang FC Sion 1-1 di lanjutan Liga Eropa di Stadion Anfield pada Kamis (1/10).

Steve Mcmanaman mengatakan bahwa Liverpool seharusnya menghancurkan tim-tim seperti ini, namun mereka tidak bermain dengan tempo cepat dan intensitas tinggi,” kata McManaman seperti dikutip dari Liverpool Echo. Sion siap untuk dihancurkan tapi mereka [Liverpool] mengeluarkan upaya yang sangat-sangat buruk.

Liverpool unggul melalui Adam Lallana pada menit kelima yang memanfaatkan umpan tarik Divock Origi dari depan gawang. Namun pada 13 menit kemudian, Sion mampu menyamakan kedudukan melalui Ebenezer Assifuah yang menaklukan Simon Mignolet dari sudut sempit.

Selain McManaman, mantan penjaga gawang Liverpool, David James, juga menyoroti pertandingan tersebut dan mengatakan bahwa ada kekhawatiran yang menyelimuti Anfield saat ini. Kekhawatiran saya sudah muncul ketika mereka menurunkan tim yang lemah.

Selain kedua mantan pemain Liverpool itu, hasil imbang juga membuat panas para pendukung Liverpool baik yang berada di dalam stadion maupun yang menyaksikan lewat layar televisi dan meluapkan lewat media sosial.

Berdasarkan informasi dariLiverpool Echo memberitakan bahwa Team Liverpool menerima ejekan dari para pendukungnya sendiri ketika wasit meniupkan peluit panjang. Hal ini terutama karena The Reds kerap membuang-buang peluang di dalam kotak penalti.

Berdasarkan informasi dari Opta mencatatkan bahwa sepanjang pertandingan Liverpool mampu mencetak tujuh peluang emas, dengan beberapa di antaranya jatuh ke kaki Divock Origi.

Sang pencetak gol, Adam Lallana mengatakan bahwa para pemain juga merasakan rasa frustrasi yang sama dengan para pedukung dan bahwa mereka harus secepatnya bangkit untuk menghadapi laga derby melawan Everton pada Minggu (4/10). Kami frustrasi. Saya yakin para penggemar juga frustrasi sehingga penting bagi kami untuk bangkit kembali.

Sejumlah Fans Liverpool kecewa dengan hasil ini. Melawan Team yang lemah, bagaimana bisa seimbang? Ini bukan permainan Liverpool. Tetapi kami percayaa bahwa Liverpool akan bangkit dengan pelatih yang baru. Semustinya Liverpool merekrut Pep Guardiola.

Kemenangan atas Aston Villa, awal kebangkitan Liverpool

Kemenangan atas Aston Villa bagi Liverpool sedikit meredam tekanan besar yang sebelumnya menyelimuti. Kini Liverpool berupaya untuk melanjutkan hasil yang positif ke pertandingan-pertandingan berikutnya.

Liverpool memetik kemenangan dengan skor 3-2 saat menjamu Aston Villa di Anfield, Sabtu (26/9/2015) malam WIB. Gol dari James Milner dan sepasang lainnya dari Daniel Sturridge dibalas oleh dua gol Rudy Gestede.

Hasil itu sedikit banyak meredam tekanan untuk anak asuh Brendan Rodgers, terlepas dari kegagalan mencegah gol bersarang ke gawang mereka. Mereka sempat tanpa kemenangan di lima pertandingan secara beruntun, dengan tiga hasil imbang dan dua kekalahan.

Berikutnya pemain Liverpool juga tampil susah payah kala saat berhadapan dengan tim divisi empat, Carlisle United, di Piala Liga Inggris. Mereka baru memastikan kelolosan lewat adu penalti. Maka kemenangan atas Aston Villa menjadi sebuah momentum untuk bangkit. Hasil ini diharapkan menjadi titik mula rangkaian hasil positif ke depannya.

Berdasarkan informasi dari Situs Resmi Liverpool, James Milner mengatakan bahwa dengan cara yang kami telah mainkan di dua laga terakhir, kami sudah sedikit kurang beruntung dengan tembakan-tembakan yang dilepaskan. Kami mendominasi laga-laga dan kebobolan sedikit gol yang bisa kami perbaiki.

James Milner menambahkan bahwa pada pertandingan melawan Manchester United mungkin kami tidak bermain seperti yang kami bisa, dan itu lebih mengecewakan. Tapi saya rasa jika kami tahu sedang melakukan hal-hal yang benar, yakni mengarahkan bola ke depan, mendominasi penguasaan bola, menciptakan peluang-peluang, itulah yang paling penting.

Sepakbola adalah sebuah permainan gila, banyak hal diungkapkan dan berubah begitu cepat. Kami cuma perlu memastikan diri berkonsentrasi akan apa yang terjadi di ruang ganti dengan staf, manajer, dan para pemain. Kami tetap bersatu dan semoga ini bisa memulai hasil positif di rangkaian pertandingan berikutnya

Tiga poin atas Aston Villa membawa Liverpool memperbaiki posisi di Liga Inggris. Sementara mereka ada di posisi tujuh dengan nilai 11 dari tujuh laga, tertinggal lima poin dari Manchester United di puncak klasemen.

Souness dan Carragher mengkritik Rodgers dalam menerapkan taktik

Dua mantan bintang Liverpool mengkritik Pelatih tim tersebut Brendan Rodgers menyusul kekalahan The Reds 1-3 dari Manchester United di Old Trafford, Sabtu (12/9) malam WIB.

Graeme Souness dan Jamie Carragher mempertanyakan taktik yang diterapkan Rodgers dalam mengasuh Liverpool saat ini. Souness yang memperkuat Liverpool pada era 1978-1984 menilai Rodgers terlalu menempatkan pemain pada posisi yang tidak disukanya.

Dalam pertandingan di Old Trafford tadi malam, Rodgers menempatkan penyerang Danny Ings dan gelandang serang Roberto Firmino di posisi yang lebih lebar.

Mereka mengapit penyerang sentral Christian Benteke dari sayap yang berjauhan. Berdasarkan informasi dari Sky Sport, Souness mengatakan bahwa Firmino tidak ingin berada di luar sana. Di sisi lain, Ings tak ingin di sana juga. Mereka memiliki pembelaan. Ini bukan posisi saya, saya tidak bermain di situ

Sounnes yang juga pernah menjadi Pelatih Liverpool (1991-1994) mengatakan bahwa Ings adalah seorang penyerang yang akan memburu gol, bukan seorang winger yang melayani striker dari sayap. Anda harus membuat seseorang bermain di posisi yang mereka sukai dan Liverpool tidak melakukan itu saat ini. Mereka membutuhkan gol-gol. Anda tidak harus selalu bermain baik, tetapi jika anda mencetak gol itu akan mengamuflase dosa berlapis dan Liverpool harus datang dengan sebuah sistem itu.

Souness pun meminta Brendan Rodgers agar lebih banyak berdiskusi dengan pemain-pemainnya sendiri yang telah dibeli mahal mengenai posisi dalam taktik permainan Liverpool.

Sementara itu Carragher menilai dengan sistem formasi Liverpool yang ada saat ini Benteke tidak mendapatkan cukup bantuan untuk mencetak gol.

Itu pun sudah ditambah dengan absennya para penggawa Liverpool seperti Philippe Coutinho, Jordan Henderson, dan Adam Lallana. Mantan wakil kapten Liverpool itu pun menyarankan agar Rodgers kembali menggunakan dua penyerang dibandingkan tetap bersikeras dengan formasi 4-3-3.

Carragher mengatakan bahwa saya sudah katakan sebelum pertandingan (formasi) ini harus dua (penyerang) di depan dan mereka harus bermain dalam sebuah formasi berlian, tetapi mereka tetap dengan 4-3-3.

Carragher mengatakan bahwa Saya tak mengerti apa poinnya memainkan Danny Ings di posisi yang lebih lebar. Dia tidak memberi dukungan apapun kepada Benteke. Liverpool saat ini hanya mempunyai satu winger yakni Jordon Ibe. Mereka tidak punya banyak pemain di sayap. Firmino bukan seorang pemain sayap dan juga Coutinho yang pekan lalu di sana juga bukan seorang pemain sayap.

Kembali ke masa lalu, Carragher mengingatkan musim-musim terbaik Liverpool terjadi ketika mereka menggunakan dua penyerang seperti di era Luis Suarez dan Daniel Sturridge pada musim 2013-2014. Satu-satunya gol Liverpool ke gawang Manchester United dicetak oleh Christian Benteke lewat tendangan salto pada menit ke-84. Saat itu Ings telah ditarik keluar diganti Ibe.

Ketika Ibe mulai bermain, permainan sayap Liverpool mulai berjalan dan membahayakan gawang Manchester United beberapa kali. Beruntung kiper yang baru mendapatkan kembali tempatnya setelah gagal pindah ke Madrid, David De Gea, menunjukkan kualitasnya sebagai kiper tangguh dengan memblok tiga tembakan.
.

Klub Lupa Castelli Siap Tampung Balotelli

ROMA, Cutejapanese.org – Bomber Liverpool, Mario Balotelli, mendapat tawaran bermain bersama klub divisi tiga Italia, Lupa Castelli. Kabar itu terlontar dari Presiden Kehormatan Marco Amelia.

Amelia sendiri memiliki kedekatan dengan Balotelli. Keduanya sempat membela AC Milan hingga musim panas 2013.

Amelia mengaku prihatin terhadap nasib mantan rekan setimnya. Pada musim 2014-15, Balotelli menunjukkan penurunan performa dengan catatan satu gol dalam 16 pertandingan Premier League.

“Kami ingin membawa seorang pemain yang kini perlu membersihkan dirinya. Sebab, kami melihat, tak ada satu pun tim menginginkannya. Suporter memusuhinya. Ia juga tak seperti dulu,” kata Amelia.

“Ini bisa jadi langkah pertama untuk pembersihan diri. Dengan turun dua tingkat, ia bisa menunjukkan kapasitasnya,” tambah Amelia.

Berdasarkan Transfermarkt, nilai transfer Balotelli mencapai 11 juta euro (sekitar Rp 162 miliar). Ditengarai, Liverpool enggan melepasnya jauh di bawah harga pasar.

“Bagaimana dengan masalah finansial? Kita lihat saja. Saya akan menghubungi Balotelli,” ucap Amelia.