Arsip Tag: Liverpool

Satu Kali Kalah Dalam Satu Musim Belum Cukup Untuk Liverpool Juara Premier League

Liverpool kembali gagal meraih gelar juara Premier League setelah Manchester City dipastikan menjadi kampiun untuk musim 2019/20. Sepanjang musim Liverpool tercatat hanya satu kali kalah, namun masih belum cukup untuk bisa meraih gelar juara.

Liverpool harus puas finis di posisi kedua Premier League dengan raihan 97 poin. Skuat asuhan Juergen Klopp hanya terpaut satu poin dari Man City yang berada di puncak klasemen.

Dalam 38 laga Premier League musim 2018/19, Liverpool hanya satu kali kalah saat menghadapi Manchester City pada Januari 2018. Kala itu Liverpool takluk dengan skor 1-2 di Etihad Stadium.

Jika dibandingkan dengan Liverpool, Man City memiliki jumlah kekalahan yang lebih banyak yaitu empat poin. Namun skuat asuhan Pep Guardiola tersebut mampu meraih 32 kemenangan dan hanya dua kali imbang.

Berbeda dengan Liverpool yang harus mencatat tujuh kali imbang dan 30 kemenangan. Liverpool seringkali tersandung saat menghadapi tim-tim yang berkutat di papan tengah seperti West Ham, Leicester City dan Everton.

Hasil ini membuat Liverpool masih belum mampu meraih gelar juara Liga Inggris sejak berformat Premier League pada 1992. Sedangkan bagi Man City gelar juara Premier League 2018/19 menjadi raihan keempat dan yang gelar juara liga keenam sepanjang sejarah.

Mourinho Memuji Liverpool dan Menjatuhkannya

Jose Mourinho menilai Liverpool sangat hebat bisa menang penguasaan bola dari Barcelona di Camp Nou. The Reds juga dianggap pantas mendapat lebih dari kekalahan 0-3.

Liverpool harus mengakui kehebatan Barcelona dalam laga leg pertama semifinal Liga Champions, Kamis (2/5/2019) dinihari WIB. Satu gol Luis Suarez dan dua dari Lionel Messi gagal dibalas sama sekali.

Secara statistik, Liverpool mainnya tidak jelek-jelek amat. Si Merah menang penguasaan bola 53 persen berbanding 47 persen. Liverpool juga bikin tembakan lebih banyak dari Los Cules yakni 15 berbanding 12, tapi Barca punya lima yang mengarah ke gawang dan Liverpool empat yang on target.

Keberhasilan Liverpool memenangi penguasaan bola di Camp Nou bikin Mourinho terkesan. Namun hasilnya lebih menguntungkan Barca karena faktor Messi.

“Liverpool buat pendekatan yang sangat berani. Saya rasa dalam 20 tahun terakhir tidak ada tim di Liga Champions yang mengalahkan Barcelona terkait penguasaan bola di Camp Nou,” ujar Mourinho kepada Russia Today (RT).

“Dewanya sepakbola membuat perbedaan. Tentu Barca tim yang bagus dengan pemain-pemain fenomenal, tapi pemain itu (Messi) sangat luar biasa,” sambungnya.

Mourinho menambahkan bahwa hasil kekalahan 0-3 Liverpool mungkin bisa lebih buruk. Hal itu karena ada dua peluang di akhir-akhir laga yang gagal dikonversi menjadi gol oleh Ousmane Dembele.

“Liverpool pantas mendapatkan lebih dari kekalahan 0-3, jauh lebih banyak, tetapi pada dua kesempatan di ujung pertandingan, itu bisa menjadi 0-4 atau 0-5, karena pertandingan rusak dan kemudian mereka tidak bisa mengatasinya,” Kata Mourinho.

Jersey Baru Liverpool: Cara Menghormati Sang Legenda, Bob Paisley

Liverpool resmi meluncurkan jersey untuk musim 2019/2020. Bergaya retro 80-an, The Reds berupaya mengenang manajer legendarisnya, Bob Paisley.

Si Merah memperkenalkannya kepada publik, Kamis (19/4/2019) sore WIB, dengan beberapa pemain top menjadi modelnya seperti Mohamed Salah, Sadio Mane, Roberto Firmino, Virgil van Dijk, Naby Keita, Alex Oxlade-Chamberlain, dan juga kiper Alisson Becker. Perkenalan itu dilakukan lewat media sosial seperti Twitter, Instagram, dan Facebook.

Tak banyak yang berubah dari jersey musim depan, yakni warna merah masih mendominasi dan disokong produsen olahraga asal Amerika Serikat New Balance. Logo Standard Chartered Bank masih terpampang di dada dan Western Union juga masih melekat di lengan kiri.

Yang berbeda mungkin adalah tak adanya kerah dan kancing pada jersey musim depan, layaknya musim ini. Lalu ada motif pinstripe (garis-garis warna emas). Motif ini terinspirasi seragam Liverpool di tahun 1980-an–di mana mereka tengah jaya-jayanya saat itu.

Nah, Bob Paisley adalah manajer mereka kalah itu dan dia mampu memberikan 20 trofi juara untuk Liverpool selama melatih sejak 1974 hingga 1983. Ada enam gelar Liga Inggris serta tiga Piala Champions dipersembahkan olehnya.

Sebagai penghormatan untuk mendiang Paisley yang kini harusnya berusia 100 tahun jika masih hidup, Liverpool pun mengenangnya dalam jersey. Bahkan ada tanda tangan Paisley di bagian dalam kerah jersey tersebut. Desain jersey baru itu mendapat sambutan positif dari kapten Liverpool Jordan Henderson. Dia berharap Liverpool yang dikapteninya bisa meraih sukses serupa seperti Liverpool-nya Paisley.

“Jersey kandang kami musim depan punya makna yang sangat kuat. Saya sangat menantikan untuk mengenakannya ketika kami bermain di Anfield, sebagai simbol kebanggaan ketika Anda jadi bagian The Reds. Ini juga penghormatan yang tepat untuk salah satu pelatih terhebat kami, Bob Paisley, dan langkah yang tepat untuk mengingat kesuksesannya,” ujar Henderson di situs resmi klub.

Tak cuma meluncurkan jersey kandang baru, Liverpool juga memperkenalkan jersey kiper yang berwarna hitam-hitam dengan aksen tulisan emas. Mulai musim depan juga, Alisson akan mengenakan nomor punggung 1, bukan 13 seperti musim ini.

Pelatih yang cocok untuk menangani Liverpool adalah Kloop

Menyusul perkembangan The Reds pada awal musim ini, mantan pemain Liverpool, Didier Hamann menilai bahwa Juergen Klopp akan menjadi sosok yang sangat tepat untuk menukangi klub Merseyside tersebut.

Wacana terkait Klopp untuk menukangi Liverpool kembali menguat. Pelatih Liverpool saat ini, Brendan Rodgers, memang sedang berada dalam tekanan setelah Liverpool takluk 1-3 dari Manchester United, Sabtu (12/9).

Berdasarkan informasi dari Skysport, Hamman mengatakan bahwa Diskusi ini telah lama dimulai dan kini tekanan (pada Rodgers) kembali meningkat. Pertanyaannya, apakah Juergen Klopp akan bergabung dengan Liverpool musim ini, karena jika mereka telah memintanya datang sebelum musim ini dimulai, saya yakin 99 persen dia akan berada di Liverpool.

Klopp yang saat ini sedang menikmati masa rehat dari dunia sepak bola, sebelumnya sempat mengatakan dirinya belum merindukan kompetisi kulit bundar. Jika pun kembali ke dunia kepelatihan, Klopp mengindikasikan dirinya tak mengincar klub top Eropa.

Kloop menyatakan bahwa tidak harus klub besar. Masih ada proyek bagus lainnya yang menarik, hingga tim-tim yang membutuhkan bantuan. Pernyataan Klopp itu membuat sejumlah pihak berasumsi mantan bos Borussia Dortmund itu berminat menangani Liverpool. Pasalnya, The Reds saat ini mulai tersisihkan dari persaingan klub elit Eropa.

Musim ini pun Liverpool hanya bertanding di Liga Eropa yang merupakan kasta kedua kompetisi benua biru tersebut.

Di lain pihak, posisi Brendan Rodgers di Liverpool saat ini juga kian mendapatkan sorotan setelah para suporter The Reds menunjukkan kemarahan mereka di dunia maya. Berdasarkan informasi dari Mirror yang memberitakan Roder Out. Sebelumnya hanya digunakan sebanyak 471 per hari sebelum kekalahan dari Manchester United, melonjak menjadi 25 ribu dalam waktu dua hari.

Situs pencari dukungan GoFundMe juga saat ini mencari dukungan untuk memaksa pemilik Liverpool memecat Pelatih asal Irlandia Utara tersebut. Tak hanya itu, seorang pendukung Liverpool dari Blackburn, Steven Red, juga menginisiasi petisi kepada pemilik Liverpool agar memecat Rodgers melalui situs Change.org.

Tekanan kepada Rodgers itu diperkirakan akan semakin menguat, jika Liverpool tidak mampu memetik hasil positif saat menghadapi Bordeux di ajang Liga Eropa, Jumat (18/9) nanti. The Reds juga dituntut tampil bagus, saat mereka menjamu Norwich City di Stadion Anfield dalam lanjutan Liga Primer Inggris, dua hari kemudian.

Hasil seimbang melawan SION, disambut ejekan dari Pendukung Liverpool

Mantan pemain sayap Liverpool pada era 1990-an, Steve McManaman melontarkan kritik keras terhadaap permainan mantan klubnya ketika ditahan imbang FC Sion 1-1 di lanjutan Liga Eropa di Stadion Anfield pada Kamis (1/10).

Steve Mcmanaman mengatakan bahwa Liverpool seharusnya menghancurkan tim-tim seperti ini, namun mereka tidak bermain dengan tempo cepat dan intensitas tinggi,” kata McManaman seperti dikutip dari Liverpool Echo. Sion siap untuk dihancurkan tapi mereka [Liverpool] mengeluarkan upaya yang sangat-sangat buruk.

Liverpool unggul melalui Adam Lallana pada menit kelima yang memanfaatkan umpan tarik Divock Origi dari depan gawang. Namun pada 13 menit kemudian, Sion mampu menyamakan kedudukan melalui Ebenezer Assifuah yang menaklukan Simon Mignolet dari sudut sempit.

Selain McManaman, mantan penjaga gawang Liverpool, David James, juga menyoroti pertandingan tersebut dan mengatakan bahwa ada kekhawatiran yang menyelimuti Anfield saat ini. Kekhawatiran saya sudah muncul ketika mereka menurunkan tim yang lemah.

Selain kedua mantan pemain Liverpool itu, hasil imbang juga membuat panas para pendukung Liverpool baik yang berada di dalam stadion maupun yang menyaksikan lewat layar televisi dan meluapkan lewat media sosial.

Berdasarkan informasi dariLiverpool Echo memberitakan bahwa Team Liverpool menerima ejekan dari para pendukungnya sendiri ketika wasit meniupkan peluit panjang. Hal ini terutama karena The Reds kerap membuang-buang peluang di dalam kotak penalti.

Berdasarkan informasi dari Opta mencatatkan bahwa sepanjang pertandingan Liverpool mampu mencetak tujuh peluang emas, dengan beberapa di antaranya jatuh ke kaki Divock Origi.

Sang pencetak gol, Adam Lallana mengatakan bahwa para pemain juga merasakan rasa frustrasi yang sama dengan para pedukung dan bahwa mereka harus secepatnya bangkit untuk menghadapi laga derby melawan Everton pada Minggu (4/10). Kami frustrasi. Saya yakin para penggemar juga frustrasi sehingga penting bagi kami untuk bangkit kembali.

Sejumlah Fans Liverpool kecewa dengan hasil ini. Melawan Team yang lemah, bagaimana bisa seimbang? Ini bukan permainan Liverpool. Tetapi kami percayaa bahwa Liverpool akan bangkit dengan pelatih yang baru. Semustinya Liverpool merekrut Pep Guardiola.

Kemenangan atas Aston Villa, awal kebangkitan Liverpool

Kemenangan atas Aston Villa bagi Liverpool sedikit meredam tekanan besar yang sebelumnya menyelimuti. Kini Liverpool berupaya untuk melanjutkan hasil yang positif ke pertandingan-pertandingan berikutnya.

Liverpool memetik kemenangan dengan skor 3-2 saat menjamu Aston Villa di Anfield, Sabtu (26/9/2015) malam WIB. Gol dari James Milner dan sepasang lainnya dari Daniel Sturridge dibalas oleh dua gol Rudy Gestede.

Hasil itu sedikit banyak meredam tekanan untuk anak asuh Brendan Rodgers, terlepas dari kegagalan mencegah gol bersarang ke gawang mereka. Mereka sempat tanpa kemenangan di lima pertandingan secara beruntun, dengan tiga hasil imbang dan dua kekalahan.

Berikutnya pemain Liverpool juga tampil susah payah kala saat berhadapan dengan tim divisi empat, Carlisle United, di Piala Liga Inggris. Mereka baru memastikan kelolosan lewat adu penalti. Maka kemenangan atas Aston Villa menjadi sebuah momentum untuk bangkit. Hasil ini diharapkan menjadi titik mula rangkaian hasil positif ke depannya.

Berdasarkan informasi dari Situs Resmi Liverpool, James Milner mengatakan bahwa dengan cara yang kami telah mainkan di dua laga terakhir, kami sudah sedikit kurang beruntung dengan tembakan-tembakan yang dilepaskan. Kami mendominasi laga-laga dan kebobolan sedikit gol yang bisa kami perbaiki.

James Milner menambahkan bahwa pada pertandingan melawan Manchester United mungkin kami tidak bermain seperti yang kami bisa, dan itu lebih mengecewakan. Tapi saya rasa jika kami tahu sedang melakukan hal-hal yang benar, yakni mengarahkan bola ke depan, mendominasi penguasaan bola, menciptakan peluang-peluang, itulah yang paling penting.

Sepakbola adalah sebuah permainan gila, banyak hal diungkapkan dan berubah begitu cepat. Kami cuma perlu memastikan diri berkonsentrasi akan apa yang terjadi di ruang ganti dengan staf, manajer, dan para pemain. Kami tetap bersatu dan semoga ini bisa memulai hasil positif di rangkaian pertandingan berikutnya

Tiga poin atas Aston Villa membawa Liverpool memperbaiki posisi di Liga Inggris. Sementara mereka ada di posisi tujuh dengan nilai 11 dari tujuh laga, tertinggal lima poin dari Manchester United di puncak klasemen.

Souness dan Carragher mengkritik Rodgers dalam menerapkan taktik

Dua mantan bintang Liverpool mengkritik Pelatih tim tersebut Brendan Rodgers menyusul kekalahan The Reds 1-3 dari Manchester United di Old Trafford, Sabtu (12/9) malam WIB.

Graeme Souness dan Jamie Carragher mempertanyakan taktik yang diterapkan Rodgers dalam mengasuh Liverpool saat ini. Souness yang memperkuat Liverpool pada era 1978-1984 menilai Rodgers terlalu menempatkan pemain pada posisi yang tidak disukanya.

Dalam pertandingan di Old Trafford tadi malam, Rodgers menempatkan penyerang Danny Ings dan gelandang serang Roberto Firmino di posisi yang lebih lebar.

Mereka mengapit penyerang sentral Christian Benteke dari sayap yang berjauhan. Berdasarkan informasi dari Sky Sport, Souness mengatakan bahwa Firmino tidak ingin berada di luar sana. Di sisi lain, Ings tak ingin di sana juga. Mereka memiliki pembelaan. Ini bukan posisi saya, saya tidak bermain di situ

Sounnes yang juga pernah menjadi Pelatih Liverpool (1991-1994) mengatakan bahwa Ings adalah seorang penyerang yang akan memburu gol, bukan seorang winger yang melayani striker dari sayap. Anda harus membuat seseorang bermain di posisi yang mereka sukai dan Liverpool tidak melakukan itu saat ini. Mereka membutuhkan gol-gol. Anda tidak harus selalu bermain baik, tetapi jika anda mencetak gol itu akan mengamuflase dosa berlapis dan Liverpool harus datang dengan sebuah sistem itu.

Souness pun meminta Brendan Rodgers agar lebih banyak berdiskusi dengan pemain-pemainnya sendiri yang telah dibeli mahal mengenai posisi dalam taktik permainan Liverpool.

Sementara itu Carragher menilai dengan sistem formasi Liverpool yang ada saat ini Benteke tidak mendapatkan cukup bantuan untuk mencetak gol.

Itu pun sudah ditambah dengan absennya para penggawa Liverpool seperti Philippe Coutinho, Jordan Henderson, dan Adam Lallana. Mantan wakil kapten Liverpool itu pun menyarankan agar Rodgers kembali menggunakan dua penyerang dibandingkan tetap bersikeras dengan formasi 4-3-3.

Carragher mengatakan bahwa saya sudah katakan sebelum pertandingan (formasi) ini harus dua (penyerang) di depan dan mereka harus bermain dalam sebuah formasi berlian, tetapi mereka tetap dengan 4-3-3.

Carragher mengatakan bahwa Saya tak mengerti apa poinnya memainkan Danny Ings di posisi yang lebih lebar. Dia tidak memberi dukungan apapun kepada Benteke. Liverpool saat ini hanya mempunyai satu winger yakni Jordon Ibe. Mereka tidak punya banyak pemain di sayap. Firmino bukan seorang pemain sayap dan juga Coutinho yang pekan lalu di sana juga bukan seorang pemain sayap.

Kembali ke masa lalu, Carragher mengingatkan musim-musim terbaik Liverpool terjadi ketika mereka menggunakan dua penyerang seperti di era Luis Suarez dan Daniel Sturridge pada musim 2013-2014. Satu-satunya gol Liverpool ke gawang Manchester United dicetak oleh Christian Benteke lewat tendangan salto pada menit ke-84. Saat itu Ings telah ditarik keluar diganti Ibe.

Ketika Ibe mulai bermain, permainan sayap Liverpool mulai berjalan dan membahayakan gawang Manchester United beberapa kali. Beruntung kiper yang baru mendapatkan kembali tempatnya setelah gagal pindah ke Madrid, David De Gea, menunjukkan kualitasnya sebagai kiper tangguh dengan memblok tiga tembakan.
.

Klub Lupa Castelli Siap Tampung Balotelli

ROMA, Cutejapanese.org – Bomber Liverpool, Mario Balotelli, mendapat tawaran bermain bersama klub divisi tiga Italia, Lupa Castelli. Kabar itu terlontar dari Presiden Kehormatan Marco Amelia.

Amelia sendiri memiliki kedekatan dengan Balotelli. Keduanya sempat membela AC Milan hingga musim panas 2013.

Amelia mengaku prihatin terhadap nasib mantan rekan setimnya. Pada musim 2014-15, Balotelli menunjukkan penurunan performa dengan catatan satu gol dalam 16 pertandingan Premier League.

“Kami ingin membawa seorang pemain yang kini perlu membersihkan dirinya. Sebab, kami melihat, tak ada satu pun tim menginginkannya. Suporter memusuhinya. Ia juga tak seperti dulu,” kata Amelia.

“Ini bisa jadi langkah pertama untuk pembersihan diri. Dengan turun dua tingkat, ia bisa menunjukkan kapasitasnya,” tambah Amelia.

Berdasarkan Transfermarkt, nilai transfer Balotelli mencapai 11 juta euro (sekitar Rp 162 miliar). Ditengarai, Liverpool enggan melepasnya jauh di bawah harga pasar.

“Bagaimana dengan masalah finansial? Kita lihat saja. Saya akan menghubungi Balotelli,” ucap Amelia.

Glen Johnson Buka Opsi Tinggalkan Liverpool

LIVERPOOL, Cutejapanese.org – Bek Liverpool Glen Johnson menjadi salah satu nama yang hampir pasti meninggalkan Anfield pada musim panas ini. Kontrak Johnson yang segera habis tampaknya tak akan diperbarui The Reds.

Johnson terikat kontrak dengan Liverpool sampai akhir musim ini. Hingga saat ini tidak ada tanda-tanda bek berusia 30 tahun itu akan mendapatkan perpanjangan kontrak.

Jika tak ada kontrak baru, Johnson akan berstatus free agent dan bebas pergi ke klub mana saja. Si pemain pun sudah siap angkat kaki dari Anfield.

“Tentu saja. Saya tak punya kontrak! Saya pikir itu tak akan berubah, tapi kita lihat saja,” ucap Johnson

“Saya selalu profesional sepanjang musim, selalu ingin bermain dan saya masih melakukan hal itu,” imbuhnya.

“Saya punya empat pertandingan sisa dan kita lihat saja apa yang kami lakukan pada musim panas ini,” kata Johnson.

Johnson direkrut Liverpool dari Portsmouth pada tahun 2009 silam. Dia telah tampil pada 198 pertandingan dalam seragam The Reds.

Tapi, Johnson mulai akrab dengan bangku cadangan pada musim ini. Dia baru 13 kali menjadi starter di Premier League. Hal ini pula yang membuatnya tak kerasan di tim besutan Brendan Rodgers ini.

Rodgers : Liverpool Pantas Kalah

Cutejapanese.org – Manajer Liverpool, Brendan Rodgers, mengakui menerima kekalahan timnya dengan skor 0-1 dari Hull City, pada pertandingan lanjutan Premier League, di KC Stadium, Selasa malam atau Rabu (29/4/2015) dini hari WIB.

Gol tunggal Hull diciptakan Michael Dawson pada menit ke-37. Dawson menaklukkan kiper Sigmon Mignolet melalui tandukan keras yang dilepaskannya setelah memanfaatkan umpan terukur Ahmed El Mohamady.

“Kami kecewa dengan cara kami kebobolan. Kami tidak memiliki peluang dan kami juga tidak cukup baik bertahan. Kami bermain cukup baik dan (hubungan) antarlini kami bagus. Namun, kami tidak bisa membuat terobosan pada area penyerangan,” kata Rodgers.

“Pemain telah mencurahkan energi pada pertandingan ini. Mereka bekerja sangat keras tetapi kami keselitan menghadapi kreativitas dan peluang mereka,” sambungnya.