Arsip Tag: Luciano Spaletti

Tetap Tenang dan Kalem, Inter

Inter Milan disalip Atalanta usai kalah telak dari Napoli. Kini posisi mereka terancam oleh AC Milan dan tak boleh terpeleset di laga terakhir.

Inter takluk 1-4 saat bertandang ke markas Napoli, Senin (20/5/2019) dinihari WIB. Hasil ini membuat posisi Inter di empat besar terancam.

Mereka dilewati Atalanta, yang di pertandingan lain berimbang kontra Juventus. Sama-sama mengoleksi 66 poin, Inter kalah head to head dari tim besutan Gian Piero Gasperini tersebut.

Sementara itu Milan di posisi lima cuma berjarak satu poin saja. Alhasil Inter mesti menang lawan Empoli di partai terakhir musim ini jika ingin terhindar dari hasil yang tak diinginkan: terdepan dari empat besar.

Milan akan menghadapi SPAL di pertandingan terakhirnya, yang relatif mudah karena posisi sang lawan sudah aman dan tak lagi mengejar apapun. Sementara lawan Inter, Empoli – di posisi 17, masih butuh mengamankan posisi dari zona merah karena berpeluang disalip Genoa.

Pelatih Inter Luciano Spalletti mengakui timnya melakukan sejumlah kesalahan dan tampil di bawah standar. Tapi ia menegaskan segala sesuatunya masih ada di tangan mereka.

“Kami memulai laga dengan baik, lalu membuat kesalahan-kesalahan teknik saat membangun permainan dari belakang, yang mana jadi penyebab kami kebobolan. Dari saat itu, kami tak mengoper dengan baik,” ungkapnya kepada Sky Sport Italia.

“Kami tak bisa menemukan jalur yang tepat dan mereka menekan kami. Kami tampil buruk ketimbang di laga-laga yang lain. Kalah dari Napoli itu bisa saja terjadi, tapi bukan seperti ini. Laga berikutnya benar-benar final. Kami tak boleh menjalaninya dengan salah.”

“Saya sudah pernah berada di situasi-situasi seperti ini. Kami harus menjaga pikiran tetap jernih, mengevaluasi segala sesuatu dengan benar. Tim tampil buruk malam ini, mereka kecewa, karena tahu itu bukan penampilan yang bagus. Kami masih memegang nasib sendiri dan masih perlu memenangi laga terakhir,” imbuh Spalletti.

Inter Harus Lebih Pede, Jangan Takut-Takutan

Inter Milan berhasil mengalahkan SPAL di Giuseppe Meazza, tapi pelatih Luciano Spalletti menilai timnya masih main takut-takutan.

Inter menang 2-0 atas SPAL dalam laga yang berlangsung pada Minggu (10/3/2019) malam WIB. Seluruh gol Nerazzurri dicetak pada babak kedua lewat Matteo Politano dan Roberto Gagliardini.

Meski menang, Spalletti masih memberi kritik kepada timnya. Para pemain Inter disebut masih main takut-takutan meski berada di kandang sendiri.

“Kami membiarkan ketegangan mencekik diri sendiri dan kami kehilangan kualitas, menjadi terlalu takut dan tidak aman,” kata Spalletti kepada Sky Sport Italia.

“Kami harus menggunakan otak kami dan sadar bahwa Giuseppe Meazza atmosfernya mengintimidasi, tetapi kami adalah Inter dan kami harus memenangi pertandingan ini. Semuanya menjadi lebih sederhana dari yang Anda bayangkan jika Anda melihatnya seperti itu. Itu bukan rasa takut, ini sifat takut-takutan,” sambungnya.

Seluruh rasa takut Inter perlahan hilang setelah mencetak gol pembuka. Spalletti menyebut pada saat ini Nerazzurri main penuh percaya diri.

“Begitu gol masuk, semua orang tampak seperti pemain yang berbeda, benar-benar berubah dan dipenuhi kepercayaan diri,” tegasnya.

Inter Seri Karena Gagal Membunuh Pertandingan

Inter Milan mesti berbagi angka dengan Chievo usai berimbang 1-1. Luciano Spalletti gusar karena Inter gagal membunuh pertandingan.

Pada laga di Marc Antonio Bentegodi, Minggu (23/12) dinihari WIB, Inter sebenarnya sempat unggul lewat gol Ivan Perisic pada menit ke-39. Namun, La Beneamata tak mampu menambah keunggulannya padahal sukses 12 percobaan di sepanjang pertandingan.

Kegagalan Inter membuat gol tambahan mesti dibayar mahal. Chievo berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan cungkil Sergio Pellissier di injury time untuk membuyarkan kemenangan Nerazzurri yang sudah di depan mata.

Spalletti mengkriti Inter. Inter tak belajar dari laga terakhir melawan Chievo musim lalu yang mana Mauro Icardi cs juga hanya menang tipis 2-1.

“Ini tak berbeda jauh dengan laga terakhir kami melawan Chievo. Mereka tahu cara memanfaatkan gaya direct football yang memanfaatkan bola panjang dan kami membiarkan diri terkejut dengan itu,” ujarnya kepada Sky Sport Italia.

“Sudah jelas kami harus bekerja lebih baik lagi menghadapi situasi seperti itu. Apalagi kami sebenarnya punya banyak peluang untuk membunuh pertandingan, tapi tidak dilakukan. Tepat di akhir laga, lubang di belakang terbuka dan Pellissier mampu mengambil keuntungan,” lanjut dia.

Spalletti yakin bukan kualitas skuat Inter yang menjadi masalah, melainkan psikologis. “Kami masih belum mampu memberikan cukup determinasi. Kami sebenarnya punya kualitas dan ketika unggul, tim harusnya bisa membawa pulang hasil yang baik,” kata dia.

“Saya pastikan ini bukan masalah fisik yang menurun sampai akhir laga. Ini adalah murni soal psikologi. Karena seharusnya kami tahu cara menghadapi pelbagai situasi. Kadang kami membuat keputusan yang bertentangan dengan yang seharusnya,” tambah Spalletti.