Arsip Tag: Messi

Hasil Copa del Rey: Susah Payah Tekuk Ibiza, Barcelona ke 16 Besar

Barcelona susah payah mengalahkan UD Ibiza di babak 32 besar Copa del Rey. Sempat tertinggal, Blaugrana akhirnya menang 2-1 untuk merebut tiket 16 besar.

Bertandang ke Estadio Municipal de can Misses, Ibiza, Kamis (23/1/2020) dini hari WIB, Barcelona turun tanpa kekuatan terbaiknya. Tidak ada Lionel Messi, atau Luis Suarez, yang mengalami cedera, saat menghadapi wakil divisi tiga tersebut.

Di lini serang, Barcelona memasang Antoine Griezmann. Sementara pemain-pemain muda seperti Ansu Fati, Riqui Puig, Junior Firpo dimainkan pelatih Quique Setien. Barcelona rupanya cukup kesulitan menghadapi Ibiza. Meski unggul penguasaan bola, Blaugrana kurang efektif.

Tidak ada peluang berbahaya dilepaskan Griezmann dkk. Sebaliknya, Ibiza langsung memaksimalkan peluang pertamanya menjadi gol. Di menit ke-9, Josep Caballe membobol gawang Barcelona.

Berawal dari umpan tarik Nascimento di sisi kanan, bolanya disambar Javier Perez dengan sepakan kaki kanan. Bolanya rupanya membentur kaki Caballe, berbelok ke kiri, dan masuk ke gawang Barcelona tanpa bisa dihalau Neto. Ibiza unggul 1-0.

Barcelona coba menekan Ibiza. Namun tidak ada peluang berarti diciptakan tim tamu. Sebaliknya, Ibiza bisa menebar ancaman berbahaya lagi.

Di menit ke-39, Nascimento melepaskan tendangan yang bolanya masih membentur mistar gawang Barcelona. Bola muntahnya pun diteruskan Angel Rodado, namun Neto bisa menepisnya. Hingga jeda,skor 1-0 untuk keunggulan Ibiza bertahan.

Di babak kedua, Barcelona bermain lebih rapat. Tekanan juga mulai banyak dilancarkan pemuncak klasemen Liga Spanyol itu ke Ibiza.

Beberapa peluang sempat tercipta lewat aksi Ansu Fati dan Ivan Rakitic, namun belum membuahkan hasil. Gol akhirnya tercipta di menit ke-72, lewat sepakan Antoine Griezmann.

Memanfaatkan umpan terobosan Frenkie de Jong ke kotak penalti, Griezmann meneruskan bolanya dengan sepakan kaki kiri yang gagal dibendung kiper Ibiza, German Parreno. Skor menjad 1-1.

Skor yang kembali imbang membuat laga berjalan sengit. Ibiza dan Barcelona sempat saling membuat ancaman, namun akhirnya Barcelona yang mendapat gol kemenangannya.

Barcelona Vs Granada: Messi Beri Kemenangan di Debut Quique Setien

Barcelona meraih kemenangan saat menjamu Granada. Gol Lionel Messi membuat Barca unggul 1-0 dan memastikan Quique Setien menjalani debut dengan tiga poin.

Bermain di Camp Nou, Senin (20/1/2020) dinihari WIB, Barcelona menundukkan Granada dengan skor tipis 1-0. Satu -satunya gol yang lahir di laga ini datang dari Lionel Messi pada menit 76.

Tuan rumah tampil luar biasa dominan, dengan menciptakan 18 tembakan dan mendominasi penguasaan bola sampai 83%. Namun dari peluang-peluang yang dipunya Blaugrana, banyak yang tidak mampu dioptimalkan. Keunggulan Barca makin menjadi-jadi setelah Granada kehilangan satu pemain karena di kartu merah pada menit 69.

Kemenangan ini sekaligus menandai debut Quique Setien di kursi pelatih. Dia baru menduduki posisi tersebut sepekan lalu, menggantikan Ernesto Valverde yang dipecat.

Barca kini juga kembali duduk di puncak klasemen Liga Spanyol dengan 43 poin diraih. Poin yang mereka punya sama dengan yang dikoleksi Real Madrid.

Jalannya Pertandingan Barcelona Vs Granada

Peluang pertama untuk Barcelona dalam laga ini datang di menit tujuh. Dari sisi kanan kotak penalti tendangan Ansu Fati diblok kiper Rui Silva. Bola yang mental dari kejadian itu juga gagal dimanfaatkan Barcelona karena upaya rebound Arturo Vidal malah membuat wasit menyatakan terjadi pelanggaran.

Empat menit berselang peluang emas lain lahir untuk Barcelona. Lagi-lagi Ansu Fati yang gagal memaksimalkan peluang, tendangannya usai dapat umpan dari Jordi Alba melambung tinggi di atas mistar gawang.

Kesempatan yang berikutnya datang dari skenario tendangan bebas Messi yang masih tipis melayang di atas sasaran.

Barcelona benar-benar mendominasi penguasaan bola dan terus memberikan tekanan ke pertahanan Granada. Sampai menit 25, ball possession tuan rumah mencapai 85%. Namun tetap saja mereka kesulitan bikin gol. Lima menit sebelum turun minum, Sergio Busquets mengirim umpan lambung cantik pada Messi. Meski berhasil membelah pertahanan Granada, umpan itu tak menghasilkan apa-apa, lantaran di dalam kotak penalti Messi tak mampu mengendalikan bola dengan sempurna.

Babak kedua diawali dengan tembakan Messi lengkung yang, sekali lagi, gagal menemui sasaran.

Di menit 52 kesempatan emas lain datang untuk Barcelona. Tinggal berhadapan dengan due pemain bertahan lawan dan kiper, Messi memutuskan mengumpan bola pada Arturo Vidal. Bola tembakan Vidal berhasil melewati kiper, tapi sebelum masuk ke gawang ada pemain Granada yang menyapunya.

Tiang gawang! Granada nyaris membuat kejutan dengan menggetarkan gawang Barcelona pada menit 67. Membangun serangan balik cepat dari kesalahan pemain Barca di tengah lapangan, tendangan Eteki gagal masuk gawang karena membentur sisi bawah tiang gawang.

Usai nyaris bikin gol, Granada malah kehilangan satu pemainnya. Sanchez dapat kartu kuning kedua setelah melanggar Messi. Gool Messi! Kebuntuan akhirnya pecah di menit 76.

Puig, yang baru masuk lapangan menggantikan Ivan Rakitic, berhasil mencuri bola di pertahanan Granada. Bola kemudian dikuasai Antoine Griezmann dan dilanjutkan ke Vidal. Dengan lihai, Vidal, yang dikerubuti empat pemain lawan, memberi umpan dengan tumit pada Messi. Tembakan terarah Messi mengubah kedudukan jadi 1-0.

Barcelona menciptakan beberapa peluang lain di sisa laga. Namun tak ada lagi yang membuahkan hasil. Skor 1-0 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan wasit.

Messi Puji Profesionalisme Valverde

Lionel Messi berharap Ernesto Valverde mendapat hal terbaik di masa depan setelah pelatih meninggalkan Barcelona. Messi menyebut mantan bosnya sebagai sosok yang profesional dan luar biasa.

Menyusul kekalahan dari Atletico Madrid di Supercopa de Espana, Barcelona memutuskan untuk berpisah dengan Valverde pada hari Senin, dengan Quique Setien dengan cepat diumumkan sebagai penggantinya.

Mantan bos Athletic Bilbao, Valverde, mengambil alih Barca pada tahun 2017 dan membawa klub Catalan meraih gelar LaLiga berturut-turut ditambah kesuksesan Copa del Rey.

Namun, kekalahan mereka dari tangan Liverpool di semi-final Liga Champions musim lalu dan diikuti oleh kekalahan dari Valencia di final Copa del Rey, membuat Valverde berada di bawah tekanan.

Meskipun berada di puncak klasemen LaLiga, Barca memecat Valverde karena gagal melaju ke final Supercopa.

Messi, yang mencetak 112 gol di semua kompetisi di bawah bimbingan Valverde, kini telah mengucapkan terima kasih kepada pelatih asal Spanyol itu dan penyerang asal Argentona itu yakin akan berkembang dalam pekerjaan berikutnya.

“Terima kasih untuk semuanya, gaffer,” Messi memposting di akun Instagram resminya pada hari Selasa.

“Aku yakin semuanya akan berjalan baik untukmu kemanapun kamu pergi karena, selain menjadi profesional top, kamu juga orang yang top. Semoga sukses dan pelukan.”

Setien langsung memimpin latihan Barca pada hari Selasa sebelum diperkenalkan kepada media, dengan mantan pelatih Real Betis itu akan bertanggung jawab atas pertandingan LaLiga pertamanya sebagai pelatih Barca melawan Granada pada hari Minggu.

Ribut-ribut Felix dengan Messi di Piala Super Spanyol

Joao Felix terlibat adu mulut dengan Lionel Messi. La Pulga tampaknya tak terima dengan perlakuan pemain 20 tahun ini kepada Jordi Alba.

Atletico Madrid sukses melaju ke final Piala Super Spanyol. Kepastian ini didapat usai mereka menang 3-2 dari Barcelona pada babak semifinal yang dihelat di King Abdullah Sport City, Jeddah, Jumat (10/1/2020) dini hari WIB.

Laga ini berjalan sengit dengan kejar mengejar gol terjadi. Los Rojiblancos unggul lebih dulu melalui Koke, tapi Barcelona mampu berbalik memimpin lewat gol Messi dan Antoine Griezmann.

Keunggulan El Barca ini bertahan hingga 10 menit terakhir laga. Atletico kemudian secara dramatis mampu menyegel kemenangan berkat penalti Alvaro Morata dan gol Angel Correa.

Sangitnya laga juga membuat terjadi beberapa insiden yang melibatkan pemain dari kedua kubu. Salah satu yang cukup panas adalah saat Felix terlihat beradu mulut dengan Messi di akhir babak pertama.

Insiden ini bermula dari Jordi Alba yang terlihat mencolek pipi Felix usai berduel. Pemain asal Portugal ini tak terima dan menepis tangan Alba.

Messi Sering Jadi Penentu, Atletico Bisa Apa?

Lionel Messi sering jadi penentu ketika Barcelona mengalami kebuntuan. Bisakah Atletico Madrid meredam Messi kala bertemu Barcelona di Piala Super Spanyol?

Atletico akan menghadapi Barcelona di semifinal Piala Super Spanyol. Laga Barcelona vs Atletico akan digelar di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (10/1/2020) dini hari WIB.

Menghadapi Barcelona, Atletico tak didukung catatan statistik. Mereka hanya menang satu kali dan kalah 12 kali dalam 18 duel terakhir di semua kompetisi.

Pada pertemuan terakhir di pekan ke-15 Liga Spanyol, Atletico takluk 0-1 saat menjamu Barcelona di Wanda Metropolitano. Pencetak satu-satunya gol Barcelona tak lain dan tak bukan adalah Messi.

Pada laga itu, Atletico unggul jumlah tembakan atas Barcelona dan sempat punya dua peluang emas di babak pertama. Namun Messi kemudian jadi mimpi buruk Atletico dengan mencetak gol empat menit jelang laga bubar.

Saat itu, Messi mengawali dengan menggiring bola dari tengah lapangan dan menusuk dari sisi kanan. Setelah melakukan operan satu-dua dengan Luis Suarez, Messi melepaskan tembakan keras dengan kaki kiri yang mengarahkan bola ke sudut bawah gawang tanpa bisa dijangkau Jan Oblak.

Gelandang Atletico, Saul Niguez, sadar betul akan potensi ancaman dari Messi. Dia menyebut Atletico harus solid untuk menghentikan bintang asal Argentina itu.

“Ketika Anda pemain terbaik, Anda membuat perbedaan kapanpun,” ujar Saul kepada Marca.

“Di pertandingan terakhir, dengan permainan yang terkendali, dalam pergerakan yang terisolasi, dia membuat menggiring bola terlihat mudah dan menaklukkan kiper karena kelihatannya seperti operan ke gawang. Dengan kiper terbaik di dunia di hadapannya dan dia membuatnya terlihat mudah, maka …”

“Di kesempatan lain dengan tendangan bebas. Dia punya jarak dan dia bisa melukai Anda dari setiap sisi. Kalau bukan gol, ya dengan operan…”

“Dia punya sesuatu yang beda dari yang lain, dia sangat sulit dihentikan, dan kami mencoba melakukannya dengan satu-satunya cara yang kami bisa: sebagai tim,” katanya.

Meski demikian, menurut Saul, untuk mengalahkan Barcelona bukan berarti berharap Messi melewati hari yang buruk.

“Tergantung setiap pertandingan. Yang harus kami lakukan untuk menang adalah mencetak gol lebih banyak daripada mereka, sesederhana itu. Tapi ya, Leo muncul berkali-kali dan dia yang selalu membuat perbedaan,” ucapnya

Nostalgia Messi Usai Menerima Ballon d’Or 2019

Lionel Messi sukses memenangi penghargaan Ballon d’Or untuk keenam kalinya. Dalam sambutannya, ia pun melakukan kilas balik tentang perjalanan kariernya, saat ia meraih Ballon d’Or pertama. Messi kembali dinobatkan sebagai pesepakbola terbaik di tahun 2019. Dalam seremoni yang berlangsung di Chatelet Theatre, Paris, Selasa (3/12) dini hari WIB, ia mengungguli bek Liverpool, Virgil Van Dijk, yang ada di posisi kedua, dan penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo, yang menempati urutan ketiga.

Raihan tahun ini membuatnya menjadi pemain yang mengoleksi bola emas terbanyak, yakni enam kali, satu trofi di atas Ronaldo. Sebelumnya, ia memenangi penghargaan ini di tahun 2009, 2010, 2011, 2012, dan 2015.

Di usia yang sudah menginjak 32 tahun, Messi sadar bahwa dalam hitungan tahun ia akan segera gantung sepatu. Oleh sebab itu, ia amat menikmati kemenangannya di tahun ini. Bahkan di dalam pidatonya, ia sedikit bernostalgia.

“Saya ingat saat mendapat Ballon d’Or pertama, saya datang ke Paris di usia 22 tahun bersama tiga saudara saya. Itu sesuatu yang luar biasa,” ujar Messi, seusai menerima penghargaan, seperti dikutip Marca.

Messi kembali dinobatkan sebagai pesepakbola terbaik di tahun 2019. Dalam seremoni yang berlangsung di Chatelet Theatre, Paris, Selasa (3/12) dini hari WIB, ia mengungguli bek Liverpool, Virgil Van Dijk, yang ada di posisi kedua, dan penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo, yang menempati urutan ketiga.

Raihan tahun ini membuatnya menjadi pemain yang mengoleksi bola emas terbanyak, yakni enam kali, satu trofi di atas Ronaldo. Sebelumnya, ia memenangi penghargaan ini di tahun 2009, 2010, 2011, 2012, dan 2015.

Di usia yang sudah menginjak 32 tahun, Messi sadar bahwa dalam hitungan tahun ia akan segera gantung sepatu. Oleh sebab itu, ia amat menikmati kemenangannya di tahun ini. Bahkan di dalam pidatonya, ia sedikit bernostalgia.

“Saya ingat saat mendapat Ballon d’Or pertama, saya datang ke Paris di usia 22 tahun bersama tiga saudara saya. Itu sesuatu yang luar biasa,” ujar Messi, seusai menerima penghargaan, seperti dikutip Marca.

Baca juga: Meski Gagal Menangi Ballon d’Or, Ronaldo Tetap yang Terbaik

“Sekarang, sepuluh tahun kemudian, saya berada di masa yang berbeda. Sebuah masa yang istimewa dalam kehidupan saya, bersama istri dan tiga anak saya, yang datang menemani saya bersama saudara saya dan juga keponakan saya.”

“Seperti yang istri saya katakan, selama ini saya tak pernah berhenti bermimpi, selalu ingin berkembang, terus memperbaiki diri setiap hari dan tentunya sambil menikmati bermain sepakbola.”

“Saya bersyukur bisa melakukan apa yang saya cintai sejak masih kecil, dan dengan izin Tuhan, saya masih punya waktu beberapa tahun lagi. Saya sadar umur saya saat ini, dan momen-momen seperti ini semakin bisa dinikmati, sebab waktu pensiun saya kian dekat dan tentu akan semakin sulit mengulanginya.”

“Walaupun saya masih punya beberapa tahun lagi, saat ini rasanya waktu kian berlalu dan semua terjadi sangat cepat. Saya berharap bisa terus menikmati karir sepakbola, keluarga saya, rivalitas di lapangan, dan kehidupan yang saya jalani ini,” sambung penyerang asal Argentina itu.

Lionel Messi Raih Ballon d’Or 2019

Lionel Messi menyabet penghargaan Ballon d’Or 2019. Ini jadi trofi Ballon d’Or keenam untuk bintang Barcelona itu.

Messi dinobatkan sebagai pemenang Ballon d’Or 2019 dalam seremoni yang digelar di Chatelet Theatre, Paris, Selasa (3/12/2019) dini hari WIB. Ia menerima trofi tersebut dari pemenang tahun lalu, Luka Modric.

Messi finis pertama di daftar peringkat Ballon d’Or 2019 di depan Virgil van Dijk yang ada di urutan kedua. Sementara Cristiano Ronaldo menempati posisi ketiga, disusul oleh Sadio Mane.

Di sepanjang musim 2018/2019, Messi mencetak 51 gol di semua kompetisi dan mengantar Barcelona menjuarai Liga Spanyol. Sementara musim ini, pemain berusia 32 tahun itu sudah bikin 11 gol di semua kompetisi.

Ini jadi keenam kalinya Messi memenangi Ballon d’Or. Sebelumnya, pesepakbola asal Argentina itu meraihnya pada 2009, 2010, 2011, 2012, dan 2015.

Dortmund, Korban ke-34 Messi di Liga Champions

Borussia Dortmund kalah 1-3 dari Barcelona, dengan gawangnya dibobol Lionel Messi. Die Borussen menjadi korban terbaru La Pulga di Liga Champions.

Barcelona menang 3-1 atas Dortmund di Camp Nou, Kamis (28/11/2019) dini hari WIB, pada matchday kelima Liga Champions. Gawang wakil Jerman berturut-turut dibobol Luis Suarez, Messi, dan Antoine Griezmann, yang cuma dibalas Jadon Sancho.

Messi menjebol gawang Dortmund di menit ke-31. Mendapat sodoran Suarez, tendangan kaki kirinya mengirim masuk bola ke gawang Roman Buerki.

Satu gol itu sudah cukup membuat Messi membuat rekor. Penyerang Argentina tersebut menambah panjang daftar tim yang sudah ia bobol di ajang Liga Champions.

Seperti dilansir Opta, Messi kini sudah membobol 34 tim di Liga Champions, terbanyak ketimbang pemain lain. Dan Dortmund menjadi terakhir yang merasakan keganasan penyerang Barcelona tersebut. Menghadapi Dortmund, Messi memang on fire. Selain mencetak gol, ia juga mencetak dua assist, yang bisa dimaksimalkan Suarez dan Griezmann.

Rekor Messi terasa lengkap usai Barcelona juga lolos ke 16 besar. Kemenangan membuat pasukan Ernesto Valverde memimpin Grup F dengan 11 poin dari lima pertandingan, memimpin dari Inter Milan dan Dortmund, yang sama-sama mengoleksi 7 poin.

Berikut daftar tim yang sudah dibobol Messi

Borussia Dortmund
Slavia Praha
PSV Eindhoven
Tottenham Hotspur
Manchester United
Olympique Lyon
Liverpool
Juventus
Olympiakos
Chelsea
Celtic
Man City
Borussia Monchengladbach
Paris Saint Germain
AS Roma
Bayer Leverkusen
Arsenal
Ajax
APOEL Nicosia
Bayern Munich
AC Milan
Spartak Moscow
BATe Borisov
Viktoria Plzen
Panathinaikos
FC Copenhagan
Shakhtar Donetsk
Real Madrid
Dynamo Kyiv
VFB Stuttgart
FC Basel
Sporting Club de Portugal
Rangers
Werder Bremen

Gol Tunggal Messi Menangkan Argentina Atas Brasil

Argentina memenangi duel klasik lawan Brasil dalam laga persahabatan di Arab Saudi. Lionel Messi menjadi pahlawan kemenangan La Albiceleste.

Laga Brasil vs Argentina digelar di Stadion King Saud University, Arab Saudi, Sabtu (16/11/2019) dini hari WIB. Brasil sebenarnya punya kans unggul lebih dulu saat mendapatkan penalti di menit kedelapan.

Tapi eksekusi Gabriel Jesus gagal berbuah gol. Argentina lantas memetik keunggulan di menit ke-14, juga dari situasi penalti. Eksekusi Messi mulanya ditepis, tapi berhasil dicocor lagi ke dalam gawang.

Di babak kedua, kedua tim saling menyerang untuk menciptakan gol. Tetapi hingga pertandingan berakhir, tidak ada gol tambahan tercipta. Argentina menang 1-0 atas Brasil. Jalannya Pertandingan

Kedua tim langsung bermain terbuka sejak pertandingan dimulai. Di menit-menit awal, Brasil lebih banyak mengambil inisiatif serangan.

Tim Samba mendapat peluang emas di menit ke-8 melalui tandangan penalti, usai Gabriel Jesus dilanggar German Pezzella di kotak penalti. Striker Manchester City tersebut maju sebagai eksekutor, namun bola sepakannya menyamping dari gawang dan gagal memberikan keunggulan untuk Brasil.

Empat menit berselang, giliran Argentina yang mendapat hadiah tendangan penalti akibat Lionel Messi dilanggar di kotak penalti. Eksekusi 12 pas La Pulga dapat ditahan kiper Alisson Becker.

Namun bola mentah malah meluncur ke arah Messi. Tanpa kesulitan, kapten Argentina tersebut langsung menceploskan bola ke gawang Brasil. Skor 1-0 untuk Tim Tango.

Tertinggal satu gol, Brasil semakin meningkatkan serangan untuk menyamakan kedudukan. Tetapi rapatnya barisan pertahanan Argentina membuat bola gagal menembus gawang kiper Esteban Andrada.

Menjelang turun minum, Messi nyaris mencetak gol keduanya. Memanfaatkan kesalahan pemain belakang Brasil, ia berhasil mendapatkan bola dan berlari menyongsong gawang Alisson. Tetapi bola sepakannya masih bisa diamankan kiper Liverpool tersebut.

Hingga babak pertama berakhir, tidak ada gol tambahan yang diciptakan kedua tim. Skor 1-0 bertahan sampai turun minum

Di babak kedua, Argentina banyak memberikan ancaman ke gawang Brasil. Lucas Ocampos melakukan tusukan dari sisi kanan dan melepaskan tembakan. Namun bola masih melayang di atas mistar.

Messi kembali mengancam lewat sepakan tembakan bebas di menit ke-60. Tetapi bola tendangannya masih bisa dihalau keluar oleh Alisson.

Kiper Brasil tersebut kembali mampu meyelamatkan gawangnya dari ancaman pemain Argentina di menit ke-75. Tembakan kencang Rodrigo De Paul yang meluncur lurus ke arah gawang berhasil ditepis keluar oleh Alisson.

Tim Samba mencoba menyerang di menit-menit akhir pertandingan untuk menyamakan kedudukan. Tetapi tidak ada gol yang tercipta hingga pertandingan berakhir.

Laga tuntas dengan kemenangan Argentina 1-0.

Susunan Pemain:

Brasil: Alisson Becker; Danilo, Eder Militao, Thiago Silva, Alex Sandro (Renan Lodi 64′); Arthur (Fabinho 55′), Casemiro (Wesley 86′), Lucas Paqueta (Philippe Coutinho 46′); Gabriel Jesus (Richarlison 71′), Roberto Firmino, Willian (Rodrygo Goes 71′)

Argentina: Esteban Andrada; Nicolas Tagliafico, Nicolas Otamendi, German Pezzella, Juan Foyth; Giovani Lo Celso (Marcus Acuna 59′), Rodrigo De Paul (Nicolas Dominguez 90′), Leandro Daniel, Lucas Ocampos (Nicolas Gonzales 74′); Lautaro Martinez (Lucas Alario 88′), Lionel Messi

Persaingan Sehat Ronaldo dan Messi

Penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo, kembali mengomentari sosok Lionel Messi. Menurutnya, persaingan dengan bintang Barcelona itu sesuatu yang sehat.

Ronaldo punya persaingan yang hebat dengan Messi, ketika berseragam Real Madrid pada musim 2009 hingga 2018.

Selama bermain di Spanyol, Ronaldo dan Messi bersaing dalam urusan gol, trofi, hingga gelar individu. Sebagai catatan, Ronaldo dan Messi saling bergantian meraih gelar Ballon d’Or dalam rentang waktu tersebut, sehingga keduanya kini sama-sama berstatus pemilik lima gelar pemain terbaik tersebut.

Persaingan Ronaldo dan Messi sedianya masih terus terjadi hingga saat ini. Yang terbaru, keduanya masih akan memperebutkan gelar Ballon d’Or 2019.

Ronaldo mengakui keberadaan Messi membuatnya lebih baik. Ia memandang positif rivalitasnya dengan La Pulga. “Banyak orang bilang kami saling membantu, bersama di Spanyol membuat kami lebih baik. Itu benar, saya merasa kehadirannya lebih terasa ketika saya di Madrid ketimbang di Manchester,” kata Ronaldo kepada French Football.

“Itu persaingan yang sehat. Kami adalah simbol dari masing-masing klub. Saya pikir dia baru-baru ini bilang merindukan saya di level kompetitif,” ungkap CR7.

Sebelumnya Messi memang mengakui merindukan bermain bersama Ronaldo. Penyerang Argentina itu bahkan berharap Ronaldo bisa bermain lagi di Madrid.