Arsip Tag: Mohammed Salah

Ucapan Selamat Idul Fitri dari Oezil Sampai Salah

Beberapa pesepakbola musim tengah merayakan Hari Raya Idul Fitri. Mereka juga tak lupa memberikan selamat di Hari Kemenangan umat muslim.

Umat muslim telah tuntas menjalani puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Kini, tiba saatnya merayakan Hari Kemenangan pada 1 Syawal 1440 H.

Di Indonesia, Idul Fitri ditetapkan, Rabu (5/6). Para pesepakbola di dunia juga ikut menyambut Hari Kemenangan ini.

Pemain Arsenal, Mesut Oezil, turut merayakan lebaran. Pesepakbola muslim asal Jerman itu menyampaikan ucapan selamat lebarannya untuk seluruh muslim di dunia.

“Selamat Idul Fitri kepada semua saudara muslimin dan muslimah di seluruh dunia,” tulis Oezil di akun Twitter pribadinya.

Ada pula bek Manchester City, Benjamin Mendy. Pesan ucapan hari raya dia sampaikan juga di Twitter.

“Taqabal Allahou mina wa minkoum. Aid moubaarak,” tulis Mendy.

Reken satu negara Mendy, Paul Pogba juga merayakan Idul Fitri. Gelandang Manchester United itu memberi ucapan dengan sekaligus mengunggah sebuah gif. “Eid Mubarak,” tulis Pogba.

Bintang Liverpool dan top skorer Liga Inggris, Mohamed Salah juga tak ketinggalan.

“Selamat Idul Fitri bagi semua orang. Selamat tahun baru hijriah,” tulisnya di Twitter pribadinya.

Liverpool Gagal Juara, Mohamed Salah Tebar Ancaman

Striker Liverpool, Mohamed Salah, pasrah timnya gagal menjadi juara Liga Inggris 2018-2019. Meski begitu, Salah memberikan ancaman kepada para pesaingnya untuk musim depan.

Liverpool sebenarnya mampu meraih kemenangan 2-0 atas Wolverhampton Wanderers pada laga terakhir. Akan tetapi, hal sama juga diraih Manchester City yang mengalahkan Brighton and Hove Albion, 4-1.

Pada akhir klasemen, Liverpool mengemas 97 poin atau terpaut satu poin dari sang juara, Manchester City. Dari 38 pertandingan, The Reds hanya sekali kalah, yakni dari Manchester City pada Januari 2019.

“Kami hanya sekali kalah sepanjang musim (di Liga Inggris). Kami mengerahkan segalanya dan meraih 97 poin. Namun, kami akan berjuang kembali pada musim depan,” kata Salah kepada Sky Sports.

Liverpool kembali harus puasa gelar Liga Inggris. Terakhir kali klub asal Merseyside itu menjadi juara terjadi pada 1989-1990.

Namun, Liverpool memiliki peluang meraih gelar lain pada musim ini. Pasukan Jurgen Klopp akan menghadapi Tottenham Hotspur pada final Liga Champions, 1 Juni mendatang.

‘Tak Juara pun Liverpool Sudah Jalani Musim yang Cemerlang’

Liverpool menatap akhir musim dengan dua gelar dalam incaran, Premier League dan Liga Champions. Ian Rush menilai Liverpool sudah sukses meskipun tak juara.

Liverpool masih berjuang di dua kompetisi di penghujung musim ini. Di Premier League, ‘Si Merah’ sementara memimpin klasemen dengan keunggulan dua poin atas Manchester City, namun sudah memainkan satu laga lebih banyak.

Tim arahan Juergen Klopp ini juga masih bertarung di Liga Champions. Anak-anak Merseyside akan menghadapi Barcelona di semifinal, dalam misi kembali ke laga puncak setelah musim lalu.

Legenda Liverpool Ian Rush menyebut perjalanan Mohamed Salah dkk musim ini sudah luar biasa. Di Premier League misalnya, sampai titik ini Liverpool adalah tim dengan kekalahan (1 kekalahan) dan jumlah kebobolan (20 gol) paling sedikit.

Bahkan torehan 91 poin semestinya sudah bisa mengantarkan mereka ke gelar juara. “Saya menikmati menonton Liverpool bermain dan menikmati jenis permainan juara yang mereka mainkan saat ini. Meskipun Liverpool tak memenangi apapun, musim ini akan tetap sukses,” kata Rush dikutip Sky Sports.

“Liverpool melebihi perkiraan dengan mencapai final Liga Champions tahun lalu, tapi kami memasang standar dengan mencapai final itu dan kami sudah memenuhi standar itu.”

“Meskipun kami tak memenangi apapun, saya rasa kami masih mengalami perkembangan dan sangat senang dengan proses itu musim ini. Semoga ini masih akan jadi liga dan Liga Champions milik Liverpool,” tandasnya.

Mohamed Salah Dibilang Teroris, Jurgen Klopp: Itu Hal Menjijikan

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp murka mendengar kabar fans Chelsea menghina winger andalanya Mohamed Salah sebagai teroris. Dia mendeskripsikan sikap tersebut sebuah hal yang menjijikan dan harus ditindak tegas.

Sebelumnya, beberapa fans Chelsea menyanyikan nada rasisme kepada winger Mesir itu dalam sebuah bar jelang tim kesayangannya bentrok Klub Ceko Slavia Praha di Sinobo Stadium pada leg pertama perempat final Liga Europa, Jumat (12/4/2019) dini hari WIB. Laga tersebut dimenangkan tim tamu dengan skor tipis 1-0.

Nyanyian rasis tersebut diabadikan dalam sebuah video dan dengan cepat menjadi viral karena mereka secara terang-terangan mengatakan Salah Is A Bomber atau Salah seorang pembom, yang merujuk kepada makna teroris. Salah satu akun yang mengunggah yakni akun Twitter @Castleofthekop.

Melihat kelakuan oknum suporter tersebut, Klopp benar-benar kecewa. Menurut mantan juru taktik Borussia Dortmund itu, orang-orang tersebut sangat diskriminatif kepada Salah yang seorang muslim.

“Ini menjijikkan. Contoh lain dari sesuatu yang seharusnya sama sekali tidak terjadi. Itu pertanda ada sesuatu yang salah di dunia luar. Jika melakukan hal seperti itu, Anda tidak boleh memasuki stadion lagi selama hidup,” kata Klopp dikutip Sky Sports.

“Semua jenis rasisme merupakan salah dan kesalahpahaman terbesar di dunia Orang-orang ini seharusnya tidak terlibat dalam sepak bola. Olahraga ini contoh terbaik tentang bagaimana berbagai ras dapat bekerja dengan sangat baik bersama. Tidak ada yang peduli di mana Anda berasal atau siapa orang tua Anda,” ujarnya.

Entah apa yang menjadi motivasi oknum fans The Blues melakukan hal tersebut. Tapi yang jelas, mereka sudah memperkeruh suasana jelang kedua tim bentrok pada pekan ke-34 Premimer League di Anfield, Minggu (13/4/2019) malam WIB.

Salah Bisa Jad Legenda Liverpool Asal Tak Tiru Suarez dan Torres

Eks bomber Liverpool Ian Rush menyebut Mohamed Salah bisa jadi legenda sejati The Reds apabila ia tak mengikuti jejak Luis Suarez dan Fernando Torres.

Salah adalah idola baru pada suporter Liverpool. Hal ini tak lepas dari performanya yang luar biasa sejak ia menginjakkan kaki di Anfield.

Para fans bahkan langsung menciptakan chant khusus bagi pemain asal Mesir ini. Hal tersebut merupakan sebuah penghargaan tersendiri bagi seorang pemain yang bermain di Liverpool.

Pasalnya tak semua pemain mendapat keistimewaan untuk bisa dibuatkan lagu oleh para suporter The Reds. Namun demikian, sebagian fans juga sudah menganggapnya layak masuk barisan legenda klub.

Akan tetapi Rush menyebut saat ini Salah belum benar-benar berstatus legenda di Anfield. Untuk bisa meraih status itu, ia harus bertahan sangat lama di Liverpool.

Ia juga tak disarankan untuk mengikuti jejak Suarez maupun Torres. Keduanya memang disebut legenda oleh sebagian fans namun sayangnya cuma bertahan tak lebih dari empat tahun di Anfield.

“Orang-orang berbicara tentang Torres dan Suarez, mereka adalah pemain hebat tetapi mereka tidak bertahan cukup lama,” ucapnya pada Liverpool Echo.

“Saya ingin Mo bertahan lebih lama dari mereka dan menjadi legenda sejati di sini,” seru Rush.

Sebelumnya legenda Liverpool lainnya yakni Robbie Fowler mengecam status legenda yang dialamatkan pada Suarez. Fowler menilai apa yang telah dilakukan pemain Barcelona itu tidak mencerminkan sikap seorang legenda untuk The Reds.

“Orang-orang sering mengatakan bahwa Luis Suarez adalah salah satu legenda klub,” buka Fowler kepada Mirror.

“Tidak diragukan lagi bahwa ia adalah salah satu pemain top yang pernah membela klub ini. Namun apakah ia salah satu yang terbaik sepanjang masa? Saya rasa tidak.”

“Ia tidak layak disebut karena ia tidak berada lama di klub ini. Ia hanya bermain selama 3 tahun lebih sedikit untuk membela Liverpool.”

Tembus 50 Gol, Salah Tercepat Keempat

Sepasang gol Mohamed Salah membantu Liverpool mengalahkan Crystal Palace 4-3. Sebuah pencapaian diukir Salah dalam kemenangan tersebut.

Gol-gol Salah tercipta di babak kedua dalam pertandingan di Anfield, Sabtu (19/1/2019) malam WIB. Dengan begini, bintang sepakbola Mesir itu telah mencetak 50 gol di Premier League bersama Liverpool dan Chelsea.

Sebanyak 48 gol dibuat Salah selama 1,5 musim berkostum Liverpool. Sedangkan dua gol lainnya diukir pesepakbola berusia 26 tahun itu ketika masih berkostum Chelsea di antara 2013-2015.

Lebih oke lagi, Salah mencapainya hanya dalam 72 pertandingan saja. Dicatat Opta, Salah menjadi pemain tercepat keempat yang mencapai 50 gol di Premier League. Hanya Andy Cole (65), Alan Shearer (66), dan Ruud van Nistelrooy (68) yang mencatatkan lebih sedikit penampilan daripada dia.

Dua gol tersebut menandai bahwa Salah kini telah mengemas 16 gol di liga. Salah memuncaki daftar topskorer sementara, lebih unggul dari bomber Arsenal dan Tottenham Hotspur Pierre-Emerick Aubameyang dan Harry Kane, yang masing-masing membuat 14 gol.

“Terus terang kami menduga akan sebuah pertandingan yang sulit, tapi mereka bermain dengan baik dan padat di depan kotak. Pada akhirnya, yang paling penting adalah hasilnya,” ucap Salah usai pertandingan kepada Sky Sports.

Berkat kontribusi Salah itu Liverpool menjauhkan diri dari juara bertahan Manchester City di klasemen sementara. The Reds masih kukuh memuncaki klasemen dengan 60 poin, unggul tujuh poin dari City, yang baru akan bertanding malam ini (20/1) melawan Huddersfield Town.

Semakin Disoraki, Salah Akan Semakin Menggila

Jordan Henderson membela Mohamed Salah dari tuduhan diving. Dia juga memperingatkan reaksi negatif dari fans lawan hanya akan membuat Salah kian termotivasi.

Salah terseret dalam perdebatan terkait diving usai Liverpool menang atas Brighton & Hove Albion. Dalam pertandingan di Stadion Amex, Sabtu (12/1) lalu, Liverpool menang 1-0 berkat eksekusi penalti Salah.

Setelah mencetak gol, Salah tak henti-hentinya disoraki oleh fans Brighton. Winger asal Mesir itu dinilai telah melakukan diving saat terjadi kontak dengan Pascal Gross.

Bukan kali ini saja Salah dituduh diving. Dia sebelumnya juga dinilai pura-pura jatuh saat Liverpool menghadapi Newcastle pada laga Boxing Day. Dalam pertandingan itu, Liverpool juga mendapat hadiah penalti setelah Salah dilanggar Paul Dummett.

Henderson menegaskan bahwa Salah bukan tukang diving. Menurutnya, sorakan dan cemoohan gara-gara perkara diving ini hanya akan membuat Salah semakin bersemangat untuk membuktikan diri.

“Well, sebagai permulaan, itu 100 persen penalti. Tidak ada yang perlu didiskusikan. Soal Mo, saya kira kandang lawan akan mengapresiasi apa yang mereka lihat. Hal-hal yang dia lakukan, saya yakin dia menyenangkan untuk ditonton,” ujar Henderson seperti dilansir Telegraph.

“Kalau mereka melakukan itu, mereka hanya akan membuatnya jadi lebih baik. Sorakan tidak akan mengganggunya. Itulah mentalnya. Dia begitu kuat, saya tahu itu.”

“Makin banyak orang yang melawannya, semakin dia ingin membuktikan kalau mereka salah. Dia akan melakukan hal-hal yang mungkin jarang dilihat beberapa fans tapi mereka seharusnya menikmatinya karena dia kelas dunia. Itu jelas penalti. Tidak ada yang perlu dibahas soal itu,” katanya.

Mesir Akan Bangun Museum Mohamed Salah

Mohamed Salah menjadi sensasi di dunia sepakbola dalam dua tahun terakhir. Pemerintah Mesir pun berencana memberikan penghormatan dengan membangun museum.

Popularitas Salah menanjak pesat sejak bergabung Liverpool pada awal musim 2017/2018 lalu. Di musim tersebut, dia bikin 44 gol dari 52 penampilan bareng ‘Si Merah’.

Jumlah 32 gol yang dicetaknya dalam 36 penampilan adalah sebuah rekor sejak Premier League menampilkan 38 pertandingan dalam semusim. Dia juga membawa Liverpool mencapai final Liga Champions, kendati harus puas jadi runner-up usai kalah dari Real Madrid.

Musim ini, Salah melanjutkan ketajamannya dengan sudah bikin 17 gol dari 30 laga. 14 gol dicetaknya di 22 pertandingan Premier League, membawa Liverpool bertengger di puncak klasemen.

Performanya dinilai sudah mengangat nama Mesir di dunia olahraga. Pemerintah Mesir pun menyatakan niatnya untuk membangun museum, sebagai penghormatan untuk Salah. Menteri Olahraga Mesir Ashram Sobhy menyebut Salah menginspirasi warga Mesir dengan kiprahnya.

“Kejutan yang saya siapkan buat Salah adalah pembangunan sebuah museum dengan namanya di Gezira Youth Centre, Kairo,” ujarnya dikutip Express.

“Salah memperlihatkan performa luar biasa baik dengan Liverpool maupun dengan timnas. Semua masyarakat Mesir bangga dengan pencapaiannya.” “Saya harap gelar itu (pemain terbaik Afrika) bisa menjadi dorongan besar untuk dia melanjutkan pencapaian, juga memperlihatkan performa yang lebih bagus lagi di level klub dan timnas pada Piala Afrika di Mesir, Juni nanti,” tutur Sobhy.

Pada Mei tahun 2018 lalu London Museum juga sempat memasukkan sepatu Salah dalam daftar barang bersejarah Mesir.

Mohamed Salah Bisa Tarung Lawan Cristiano Ronaldo di 16 Besar Liga Champions

Mohamed Salah dan rekan-rekan Liverpool-nya bisa bertarung terlalu awal melawan Cristiano Ronaldo di babak 16 besar Liga Champions. Lihat semua calon lawan Juventus.

Dengan semua peserta 16 besar Liga Champions sudah ketahuan maka kita sudah bisa menyusun daftar calon lawan Juventus berdasarkan kriteria UEFA, yaitu juara grup ketemu runner-up grup, bukan lawan dari grup yang sama, bukan lawan dari negara yang sama.
Daftar Runner-up Penyisihan Grup Liga Champions

Atletico Madrid (Grup A)
Tottenham Hotspur (Grup B)
Liverpool (Grup C)
Schalke 04 (Grup D)
Ajax (Grup E)
Lyon (Grup F)
AS Roma (Grup G)
Manchester United (Grup H)

Karena daftar aturan menyebutkan sebuah tim tak boleh ketemu tim sesama grup maka Manchester United dicoret. Demikian juga nama AS Roma disingkirkan. Tersisa enam nama saja, dua Inggris, dan sisanya satu masing-masing dari Spanyol, Jerman, Belanda dan Prancis.

Daftar Calon Lawan Ronaldo di 16 Besar Liga Champions

Atletico
Tottenham
Liverpool
Schalke 04
Ajax
Lyon

Calon Lawan Mohamed Salah di 16 Besar

Borussia Dortmund
Barcelona
FC Porto
Bayern Munchen
Real Madrid
Juventus

Agak berat ya peluang Liverpool. Terbayang The Reds sudah harus mengulang final musim lalu dengan bertemu Real Madrid pada babak 16 besar dan Mohamed Salah akan ketemu musuh bebuyutannya, Sergio Ramos.
Jadwal Drawing 16 Besar Liga Champions

Drawing Liga Champions babak 16 besar dilangsungkan Senin 17 Desember pukul 11.00 GMT atau pukul 18.00 waktu Indonesia. Juara grup akan memainkan tandang pada leg pertama yang akan dimainkan pada 12-13 serta 19-20 Februari 2019. Leg kedua akan berlangsung pada 5-6 dan 12-13 Maret 2019.

Liverpool Tak Terpengaruh dengan Laju Kencang City

Manchester City masih melaju cemerlang dalam upaya mempertahankan gelar juara liga. Virgil van Dijk mengatakan Liverpool memilih fokus menjaga konsistensinya.

Liga Inggris musim ini telah melewati 12 pekan. City, si juara bertahan, masih superior dengan memuncaki klasemen sementara usai mengumpulkan 32 poin hasil 10 kemenangan dan dua hasil imbang tanpa kekalahan.

Di bawah the Citizens, Liverpool di peringkat kedua dengan jarak dua poin dan Chelsea yang mengantongi 28 poin. Ketiga tim teratas ini sama-sama belum terkalahkan di sepertiga awal kompetisi.

Namun demikian, City memperlihatkan keunggulan ketimbang kedua rivalnya. Pasukan Josep Guardiola ini sangat produktif dengan menceploskan 36 gol atau rata-rata 3 gol per laga, serta baru kemasukan lima gol, yang paling sedikit bersama Liverpool.

Realistis apabila City kembali difavoritkan untuk memenangi Premier League di akhir musim. Van Dijk mengungkapkan, timnya fokus menjalani pertandingan terdekat.

“Tantangan bagi kami adalah menang atau mencoba memenangi semua laga yang ada di depan,” tutur bek tengah Liverpool itu dikutip Liverpool Echo.

“Musim masih sangat panjang. City tak akan memenangi semua laga dengan skor 5-0 dan akan melewati laga sulit seperti tim-tim lain. Kami harus melihat apa yang kami miliki karena itu lebih penting dari pada melihat tim lain,” sambung Van Dijk.

“Kami berhasil memenangi banyak laga, bekerja dengan baik, dan mengawali musim lebih baik dari tahun lalu. Kami membangun sesuatu dari sana dan terus mencoba berkembang. Menjadi tanda positif kami mampu memperlihatkan progres tapi tetap bekerja apik.”

“City adalah juara bertahan dan tim terbaik di liga. Tapi, kami akan melakukan segalanya untuk menjadi yang terbaik. Kami tak perlu melihat pihak lain, kami hanya menatap laga di depan dan tantangan selanjutnya adalah laga tandang melawan Watford yang berat. Untuk sekarang kami fokus membela negara,” tutur Van Dijk.