Arsip Tag: mourinho

Mourinho Sempat Merasa Tottenham dalam Masalah Serius Saat Diredam Boro

Tottenham Hotspur tertinggal duluan hingga akhirnya bangkit dan menyamakan skor, malah berpeluang menang. Tapi Jose Mourinho mengakui laga berjalan amat sulit.

Tottenham Hotspur bertandang ke Middlesbrough, Minggu (5/1/2020) malam WIB pada laga babak ketiga Piala FA. The Lilywhites tertinggal duluan usai dibobol Ashley Fletcher pada menit ke-50.

Bermain tanpa Harry Kane yang mengalami cedera, Tottenham sempat kesulitan. Tapi Mourinho senang timnya mampu menunjukkan respons positif hingga menyamakan kedudukan lewat Lucas Moura di menit ke-61.

Moura bahkan mendapatkan dua kesempatan untuk memenangkan pertandingan buat Tottenham, salah satunya lewat sepakan jarak jauh yang dihentikan kiper Tomas Mejias. Serge Aurier juga punya peluang, namun tendangannya di menit-menit akhir melambung.

Mourinho menyebut ketiadaan sosok penyerang yang kuat di kotak penalti sempat menjadi kekhawatiran. Namun kekhawatirannya sirna melihat daya juang dan reaksi para pemain.

“Ketika kami tertinggal 1-0 tanpa penyerang atau pemain kuat untuk bermain di dalam jantung pertahanan mereka, dengan banyak pemain lawan dan karakter hebat di sana, pada saat itu saya mendapatkan perasaan kalau kami berada dalam masalah,” kata Mourinho kepada BBC.

“Tapi kemudian semua orang bereaksi. Saya bereaksi, anak-anak bereaksi. Giovani Lo Celso dan Erik Lamela sangat membantu kami.”

“Kalau ada tim yang seharusnya menang, itu pastinya kami. Kami bermain sangat baik di 20 menit terakhir, hanya melewatkan gol kedua saja. Kami sejak awal ingin menang, tapi tahu laga akan berjalan sulit,” imbuhnya.

Kini Tottenham harus menjalani laga ulangan di Tottenham Hotspur Stadium, yang diperkirakan digelar pada 14 Januari mendatang.

Mourinho Pede Tottenham Finis Empat Besar di Liga Inggris

Jose Mourinho menilai Tottenham Hotspur tak seharusnya ada di papan tengah klasemen Liga Inggris. Ia yakin Tottenham bisa mengakhiri musim di empat besar.

Posisi Tottenham di klasemen Liga Inggris sempat melorot hingga ke peringkat ke-14. Itu tak lepas dari laju lima laga tanpa kemenangan yang berujung pemecatan Mauricio Pochettino.

Bersama Mourinho, Tottenham memenangi tiga dari empat pertandingan terakhir di Liga Inggris. Harry Kane dkk kini sudah naik ke peringkat ketujuh dengan 23 poin, hanya tertinggal enam angka dari Chelsea yang ada di urutan keempat.

Mourinho menilai Tottenham sudah membaik. Pria asal Portugal itu pun percaya diri timnya bisa finis di empat besar pada akhir musim.

“Kami tahu di mana kami berada, kami tidak seharusnya ada di paruh kedua klasemen di mana kami berada sekarang, kami bahkan tidak seharusnya ada di posisi ketujuh atau kedelapan,” ujar Mourinho seperti dilansir Evening Standard.

“Kami tahu di mana kami seharusnya berada dan kami percaya di akhir musim kami akan ada di sana. Tapi jika Anda bisa mempercepat prosesnya dan dapat hasil untuk menempatkan kami di posisi ini cepat atau lambat, jelas itu hal terbaik yang bisa terjadi kepada kami. Tapi, sekali lagi, kami butuh sedikit waktu.”

“Kami sudah membaik dalam banyak hal dan kami akan berkembang. Kami punya talenta dan keinginan jadi saya yakin kami akan berkembang,” katanya.

Mourinho Tak Akan Istirahatkan Kane di Periode Sibuk

Jose Mourinho tak punya banyak pilihan di lini depan Tottenham Hotspur. Karena itu, Harry Kane tidak akan diistirahatkan meski jadwal pertandingan padat.

Tottenham akan memainkan empat pertandingan Liga Inggris sampai akhir tahun ini. Setelah menghadapi Wolverhampton Wanderers pada Minggu (15/12/2019), The Lilywhites akan memainkan tiga laga dalam sepekan.

Tottenham akan menjamu Chelsea pada 22 Desember sebelum menghadapi Brighton & Hove Albion pada 26 Desember. Dua hari kemudian, mereka harus tandang ke markas Norwich City.

Di barisan depan, Tottenham hanya punya striker 17 tahun, Troy Parrott, sebagai pelapis Kane. Mourinho pun tak akan mengistirahatkan Kane saat periode sibuk. Striker internasional Inggris itu saat ini sudah mengemas sembilan gol dari 15 kali penampilan di Liga Inggris.

“Ini adalah pertanda pertandingan demi pertandingan. Apakah saya akan mengistirahatkannya pada 26 Desember karena kami akan bertanding setelah dua hari?” ujar Mourinho seperti dilansir Sky Sports.

“Tidak, saya tidak akan memberinya (Kane) istirahat. Ada pertandingan demi pertandingan.”

“Pertandingan di Munich adalah salah satu contoh di mana hasil adalah yang kedua, tapi ketika hasil itu penting… nomor sembilan adalah Harry dan Parrott.”

“Parrott adalah remaja 17 tahun yang bermain lima menit di Premier League dan kami akan memberinya lebih banyak waktu. Dia butuh waktu untuk berkembang jadi, ya, Harry penting bagi kami,” katanya.

Mourinho Sudah Wanti-wanti Tottenham agar Tak Remehkan MU

Jose Mourinho menilai Tottenham Hotspur jemawa saat kalah dari Manchester United. Dia mengaku sudah memperingatkan Tottenham agar tak memandang MU sebelah mata.

Tottenham tumbang kala melawat ke Old Trafford dalam pertandingan pekan ke-15 Liga Inggris, Kamis (5/12/2019) dini hari WIB. Mereka harus mengakui keunggulan Setan Merah dengan skor 1-2.

Kekalahan ini memutus start positif Tottenham bersama Mourinho. Sejak ditangani pelatih asal Portugal itu, Tottenham mencatat tiga kemenangan beruntun di semua kompetisi sebelum menghadapi MU.

Sebaliknya, MU mengakhiri tren negatifnya lewat kemenangan atas Tottenham. Sebelum menang atas Tottenham, MU diimbangi Sheffield United dan Aston Villa di Liga Inggris. Namun Mourinho sadar betul kalau dua hasil imbang itu tak bisa dijadikan patokan untuk performa MU. Karena itu, dia sudah mewanti-wanti Harry Kane dkk agar tak meremehkan bekas timnya itu.

“Saya mencoba melawan pikiran itu. Saya coba beri tahu mereka persisnya cara United mendekati laga-laga seperti ini di kandang — melawan Liverpool (imbang 1-1), melawan Chelsea (menang 4-0), mereka selalu memulai dengan kuat denga berlari, menekan, mencoba mengangkat moral suporter,” ujar Mourinho seperti dilansir Guardian.

“Normalnya mereka habis dapat hasil buruk melawan tim-tim yang lebih kecil jadi ketika melawan tim-tim besar, orang-orang berpikir itu mereka akan lebih kesulitan.”

“Itu tidak lebih sulit bagi mereka karena gayanya berubah dan mereka merasa nyaman melawan gaya bermain seperti ini.”

“Di babak kedua, kami tahu apa yang akan kami lakukan saat skor 1-1. Setelah satu menit, Anda kebobolan. Kami harus menyalahkan diri kami sendiri. Saya kira United pasti senang dengan poinnya dan secara keseluruhan mereka pantas mendapatkannya,” katanya.

Jadi Manajer Tottenham, Mourinho Dapat Ucapan Selamat dari Moratti

Jose Mourinho baru saja diresmikan sebagai manajer baru Tottenham Hotspur. Ia pun mendapat ucapat selamat bertugas dari eks bosnya di Inter Milan, Massimo Moratti.

Tottenham resmi menunjuk Mourinho pada Rabu (20/11) pagi waktu setempat. Ia ditugaskan membawa Harry Kane dkk kembali bersaing di papan atas Liga Inggris usai serangkaian hasil buruk musim ini di bawah asuhan Mauricio Pochettino. Saat ini Tottenham berada di peringkat ke-14 klasemen Liga Inggris dengan baru mengumpulkan 14 poin dari 12 laga.

Meski tugas The Special One tidak mudah, namun ia dipercaya bisa membawa Tottenham kembali kompetitif. Moratti pun percaya bekas bawahannya itu bisa mengubah situasi di tubuh Tottenham menjadi lebih baik.

“Saya ikut bahagia untuknya (Mourinho),” ujar Moratti kepada Tuttomercatoweb. “Saya juga turut berbahagia untuk Tottenham, yang telah membuat pilihan tepat, meskipun sebetulnya Pochettino juga pelatih yang bagus.”

“Mourinho memiliki segala yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugasnya dengan baik di London. Mungkin dia sudah kelamaan menganggur, sebab dia menunggu apa yang bisa memotivasinya untuk kembali melatih.”

“Sekarang dia di London, menangani finalis Liga Champions, sebuah klub yang bergengsi,” sambung taipan minyak itu.

Mourinho akan menjalani debut manajerialnya bersama Tottenham di laga melawan West Ham United dalam lanjutan Liga Inggris, Sabtu (23/11) mendatang.

Mourinho Jadi Manajer Tottenham, Arsenal Tak Terpengaruh

Jose Mourinho menggantikan Mauricio Pochettino sebagai pelatih Tottenham Hotspur. Bek Arsenal Rob Holding mengatakan, hal itu tidak memengaruhi timnya.

Setelah hampir setahun menganggur, Mourinho akhirnya kembali ke bangku cadangan. The Special One menerima tawaran melatih Tottenham, mengisi posisi yang ditinggalkan Pochettino usai membesut Harry Kane cs lebih dari lima tahun.

Bersama Pochettino, Spurs perlahan menggantikan Arsenal sebagai tim terbaik di London Utara. Sejak 2015-16, Tottenham tidak pernah gagal finis empat besar bahkan cuma sekali finis di luar tiga besar. Sebaliknya, The Gunners cuma sekali finis empat besar dan hanya menempati peringkat enam besar dalam tiga musim terakhir.

Tottenham menggaet Mourinho dengan tuntutan memberikan gelar juara, yang tidak mampu diberikan Pochettino. Spurs sudah 11 tahun puasa trofi sejak mengangkat Piala Liga pada 2007-08. Sedangkan pelatih Portugal itu tidak pernah gagal memberikan gelar juara kepada setiap tim yang dilatihnya selama ini.

Holding mengaku kaget dengan pemecatan Pochettino, terlebih setelah sukses membawa Tottenham ke final Liga Champions musim lalu. Menurut dia, penunjukkan Mourinho tidak menimbulkan kekhawatiran Arsenal akan makin sulit mengejar rival sekotanya itu.

“Saat aku mendengar mereka mendepak Pochettino aku kaget sih, tapi aku tidak terlibat di dalamnya,” ujar Holding kepada Sky Sports News. “Hal itu tidak memengaruhiku, dan tidak memengaruhi Arsenal, dan apa yang perlu kami lakukan. Kami cuma perlu konsentrasi pada diri sendiri.”

“Aku tidak pernah berbicara dengan [Pochettino] secara pribadi tapi sudah jelas Tottenham adalah rival berat kami, dia membuat mereka bermain dengan baik dan dia membawa mereka ke final Liga Champions tahun lalu. Mereka menjalani masa-masa yang bagus di bawah dia, tapi sepakbola memang bergerak sangat cepat dan banyak hal berubah.”

Apakah penunjukkan Mourinho membuat Holding risau, dia menjawab: “Tidak sedikit pun. Fokusku adalah Arsenal dan itulah apa yang perlu kami khawatirkan.”

Mourinho Mau Tangani Klub Semenjana?

Sampai saat ini Jose Mourinho belum juga melatih lagi. Mourinho mengaku, dirinya bisa saja melatih bukan klub besar asalkan merasa bahagia.

Sudah kurang lebih enam bulan manajer asal Portugal itu menganggur sejak diberhentikan Manchester United pada Desember 2018. Pada awalnya, Mourinho pernah dikaitkan dengan comeback ke Real Madrid, Inter Milan, Juventus, Paris St. Germain, bahkan klub Skotlandia Celtic.

Namun, toh rumor-rumor itu tidak ada yang terwujud. Saat ini Mourinho lebih banyak muncul di layar kaca dengan menjadi komentator.

Manajer berusia 56 tahun itu mengaku sudah kangen melatih. Akan tetapi, Mourinho tidak akan buru-buru karena menginginkan klub dengan proyek yang tepat.

“Memenangi gelar kelima di negara berbeda atau Liga Champions untuk klub ketiga adalah sesuatu yang ingin saya lakukan. Tapi saya tak mau melakukan sesuatu hanya karena hal itu. Saya hanya akan pergi ke tempat yang proyeknya meyakinkan,” ujar Mourinho kepada Eleven Sports dikutip Calciomercato.

“Saya ingin bahagia, tak sekadar menang. Saya mau bahagia dan tak akan menerima proposal tanpa meyakini bisa mendapatkan rasa itu. Itu yang selalu saya pikirkan.”

“Jadi jika mereka berkata ‘saat ini kami tak punya kondisi untuk menang, tapi kami ingin Anda menciptakan kondisi untuk menang,’ saya akan langsung mengevaluasinya.”

“Saya masih tenang karena jika itu tak terjadi sekarang, berarti akan terjadi nanti. Jika tak mendapatkan sesuatu yang membuat bahagia, saya tak akan pergi. Saya punya hak untuk berpikir seperti ini,” tutur Mourinho.

Jose Mourinho Berlabuh ke Newcastle United?

Newcastle United dikabarkan tertarik mendatangkan Jose Mourinho. Akankah The Magpies akan menjadi klub baru The Special One?

Mourinho menganggur sejak pisah jalan dengan Manchester United pada 18 Desember 2019. Kesibukannya saat ini sebatas menjadi analis pertandingan.

Saat ini sedang ramai diperbincangkan bahwa Newcastle sedang diincar investor asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Konsorsium itu dimiliki seorang pria bernama Sheik Khaled bin Zayed Al Nahyan.

Dia memimpikan Mourinho atau Arsene Wenger untuk memimpin The Toon Army seperti dikabarkan Daily Mail. Sheik Khaled merupakan taipan dengan kekayaan 118 miliar pound sterling atau lebih dari Rp 2.000 triliun. Pemilik Newcastle saat ini, Mike Ashley, menunda negosiasi kontrak dengan Rafael Benitez untuk bernegosiasi dengan Sheik Khaled. Kontrak manajer asal Spanyol itu selesai akhir bulan ini. Mourinho sendiri sudah memberi kode kalau dirinya membuka peluang untuk melatih tim yang tak mempunyai reputasi besar.

Selain dikaitkan Newcastle, Mourinho juga dihubungkan akan bereuni dengan Cristiano Ronaldo di Juventus. Meski demikian, Bianconeri sepertinya sudah menentukan pilihan, akan mengumumkan Maurizio Sarri menjadi peracik strategi baru dalam waktu dekat.

Tanda Mourinho akan berlabuh ke St James Park?

Mourinho Harapkan Final Liga Champions Berlanjut Ke Babak Tos-tosan

Laga final Liga Champions baru akan terselenggara pada 2 Juni 2019 mendatang. Meski begitu, banyak publik sepakbola yang sudah antusias menyambut babak final Liga Champions. Tak terkecuali mantan pelatih Manchester United, Jose Mourinho.

Partai final Liga Champions akan menyuguhkan laga antara Liverpool melawan Tottenham Hotspur. Perjalanan kedua tim tersebut dalam melaju ke final bisa dibilang sungguh luar biasa.

Liverpool yang sebelumnya kalah 0-3 di semifinal leg pertama atas Barcelona, mampu membalikkan keadaan saat bertanding di Anfield pada leg kedua dengan agregat 4-3. Hal sama juga dialami Tottenham, yang sebelumnya kalah 0-1 atas Ajax di leg pertama kemudian mampu membalasnya di leg kedua dengan agregat keunggulan gol tandang 3-3.

Hal inilah yang membuat Jose Mourinho tertarik untuk menyaksikan laga antara Liverpool dan Tottenham. Bahkan, pelatih asal Portugal tersebut rela datang ke Madrid untuk menonton langsung di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, tempat digelarnya laga final.

Mourinho pun berharap bahwa laga yang diprediksi bakal seru ini dapat berlanjut hingga babak adu penalti

“Itu akan menjadi laga final yang luar biasa. Saya akan berada di sana untuk menikmati laga tersebut. Mari berharap drama di laga itu berjalan hingga akhir, dan mempersiapkan diri jika laga sampai ke babak adu penalti,” ucap Mourinho, dilansir dari Sportskeeda.

Inter vs Juventus Selalu Spesial di Mata Mourinho

Inter Milan akan menghadapi Juventus dini hari nanti. Laga itu selalu spesial di mata Jose Mourinho, mantan pelatih Nerazzurri.

Inter akan menjamu Juventus di Giuseppe Meazza, Minggu (28/4/2019) dini hari WIB. Datang ke laga itu, Bianconeri selaku tim tamu sudah berstatus juara liga musim ini.

Kendati begitu, laga Inter vs Juventus diprediksi akan tetap panas. Rivalitas kedua klub, yang dianggap merepresentasikan persaingan kota Milan dan Turin, membuat laga ini sampai dijuluki derby d’Italia.

Mourinho, yang pernah melatih Inter dan mengantarnya meraih treble winners pada 2010, menyebut laga Inter vs Juventus memang selalu spesial.

“Pertandingan melawan juventus selalu beda dari yang lain. Sebagai pelath, saya berusaha meyakinkan pemain berempati dengan fans, sebab mereka hidup dalam DNA-nya,” kata Mourinho kepada DAZN.

“Ini penting sebab akan memacu anda memberi lebih, hanya menjalaninya sebagai profesional tidaklah cukup. Kenapa Derby d’Italia selalu penting? Saya tak masalah mengakui laga ini dipandang sangat penting. Saat tiba ke Milan pada 2008, cukup bagi saya mengetahui ini adalah laga yang spesial.”

“Ketika itu menjadi pertandingan yang paling penting bagi klub, itu juga harus menjadi yang penting juga buat saya,” terangnya.