Arsip Tag: mourinho

Mourinho Mau Tangani Klub Semenjana?

Sampai saat ini Jose Mourinho belum juga melatih lagi. Mourinho mengaku, dirinya bisa saja melatih bukan klub besar asalkan merasa bahagia.

Sudah kurang lebih enam bulan manajer asal Portugal itu menganggur sejak diberhentikan Manchester United pada Desember 2018. Pada awalnya, Mourinho pernah dikaitkan dengan comeback ke Real Madrid, Inter Milan, Juventus, Paris St. Germain, bahkan klub Skotlandia Celtic.

Namun, toh rumor-rumor itu tidak ada yang terwujud. Saat ini Mourinho lebih banyak muncul di layar kaca dengan menjadi komentator.

Manajer berusia 56 tahun itu mengaku sudah kangen melatih. Akan tetapi, Mourinho tidak akan buru-buru karena menginginkan klub dengan proyek yang tepat.

“Memenangi gelar kelima di negara berbeda atau Liga Champions untuk klub ketiga adalah sesuatu yang ingin saya lakukan. Tapi saya tak mau melakukan sesuatu hanya karena hal itu. Saya hanya akan pergi ke tempat yang proyeknya meyakinkan,” ujar Mourinho kepada Eleven Sports dikutip Calciomercato.

“Saya ingin bahagia, tak sekadar menang. Saya mau bahagia dan tak akan menerima proposal tanpa meyakini bisa mendapatkan rasa itu. Itu yang selalu saya pikirkan.”

“Jadi jika mereka berkata ‘saat ini kami tak punya kondisi untuk menang, tapi kami ingin Anda menciptakan kondisi untuk menang,’ saya akan langsung mengevaluasinya.”

“Saya masih tenang karena jika itu tak terjadi sekarang, berarti akan terjadi nanti. Jika tak mendapatkan sesuatu yang membuat bahagia, saya tak akan pergi. Saya punya hak untuk berpikir seperti ini,” tutur Mourinho.

Jose Mourinho Berlabuh ke Newcastle United?

Newcastle United dikabarkan tertarik mendatangkan Jose Mourinho. Akankah The Magpies akan menjadi klub baru The Special One?

Mourinho menganggur sejak pisah jalan dengan Manchester United pada 18 Desember 2019. Kesibukannya saat ini sebatas menjadi analis pertandingan.

Saat ini sedang ramai diperbincangkan bahwa Newcastle sedang diincar investor asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Konsorsium itu dimiliki seorang pria bernama Sheik Khaled bin Zayed Al Nahyan.

Dia memimpikan Mourinho atau Arsene Wenger untuk memimpin The Toon Army seperti dikabarkan Daily Mail. Sheik Khaled merupakan taipan dengan kekayaan 118 miliar pound sterling atau lebih dari Rp 2.000 triliun. Pemilik Newcastle saat ini, Mike Ashley, menunda negosiasi kontrak dengan Rafael Benitez untuk bernegosiasi dengan Sheik Khaled. Kontrak manajer asal Spanyol itu selesai akhir bulan ini. Mourinho sendiri sudah memberi kode kalau dirinya membuka peluang untuk melatih tim yang tak mempunyai reputasi besar.

Selain dikaitkan Newcastle, Mourinho juga dihubungkan akan bereuni dengan Cristiano Ronaldo di Juventus. Meski demikian, Bianconeri sepertinya sudah menentukan pilihan, akan mengumumkan Maurizio Sarri menjadi peracik strategi baru dalam waktu dekat.

Tanda Mourinho akan berlabuh ke St James Park?

Mourinho Harapkan Final Liga Champions Berlanjut Ke Babak Tos-tosan

Laga final Liga Champions baru akan terselenggara pada 2 Juni 2019 mendatang. Meski begitu, banyak publik sepakbola yang sudah antusias menyambut babak final Liga Champions. Tak terkecuali mantan pelatih Manchester United, Jose Mourinho.

Partai final Liga Champions akan menyuguhkan laga antara Liverpool melawan Tottenham Hotspur. Perjalanan kedua tim tersebut dalam melaju ke final bisa dibilang sungguh luar biasa.

Liverpool yang sebelumnya kalah 0-3 di semifinal leg pertama atas Barcelona, mampu membalikkan keadaan saat bertanding di Anfield pada leg kedua dengan agregat 4-3. Hal sama juga dialami Tottenham, yang sebelumnya kalah 0-1 atas Ajax di leg pertama kemudian mampu membalasnya di leg kedua dengan agregat keunggulan gol tandang 3-3.

Hal inilah yang membuat Jose Mourinho tertarik untuk menyaksikan laga antara Liverpool dan Tottenham. Bahkan, pelatih asal Portugal tersebut rela datang ke Madrid untuk menonton langsung di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, tempat digelarnya laga final.

Mourinho pun berharap bahwa laga yang diprediksi bakal seru ini dapat berlanjut hingga babak adu penalti

“Itu akan menjadi laga final yang luar biasa. Saya akan berada di sana untuk menikmati laga tersebut. Mari berharap drama di laga itu berjalan hingga akhir, dan mempersiapkan diri jika laga sampai ke babak adu penalti,” ucap Mourinho, dilansir dari Sportskeeda.

Inter vs Juventus Selalu Spesial di Mata Mourinho

Inter Milan akan menghadapi Juventus dini hari nanti. Laga itu selalu spesial di mata Jose Mourinho, mantan pelatih Nerazzurri.

Inter akan menjamu Juventus di Giuseppe Meazza, Minggu (28/4/2019) dini hari WIB. Datang ke laga itu, Bianconeri selaku tim tamu sudah berstatus juara liga musim ini.

Kendati begitu, laga Inter vs Juventus diprediksi akan tetap panas. Rivalitas kedua klub, yang dianggap merepresentasikan persaingan kota Milan dan Turin, membuat laga ini sampai dijuluki derby d’Italia.

Mourinho, yang pernah melatih Inter dan mengantarnya meraih treble winners pada 2010, menyebut laga Inter vs Juventus memang selalu spesial.

“Pertandingan melawan juventus selalu beda dari yang lain. Sebagai pelath, saya berusaha meyakinkan pemain berempati dengan fans, sebab mereka hidup dalam DNA-nya,” kata Mourinho kepada DAZN.

“Ini penting sebab akan memacu anda memberi lebih, hanya menjalaninya sebagai profesional tidaklah cukup. Kenapa Derby d’Italia selalu penting? Saya tak masalah mengakui laga ini dipandang sangat penting. Saat tiba ke Milan pada 2008, cukup bagi saya mengetahui ini adalah laga yang spesial.”

“Ketika itu menjadi pertandingan yang paling penting bagi klub, itu juga harus menjadi yang penting juga buat saya,” terangnya.

Mourinho Ajari Juventus Kalahkan Ajax

Jose Mourinho punya pengalaman mengalahkan Ajax Amsterdam. Pria asal Portugal itu kini mengajari Juventus, yang baru saja didepak de Amsterdammers.

Juventus disingkirkan Ajax di perempatfinal Liga Champions. Bianconeri gugur karena kalah agregat 2-3, berimbang 1-1 kemudian kalah 1-2 dalam pertandingan dua leg.

Mourinho, yang pernah membawa Manchester United juara Liga Europa dengan mengalahkan Ajax Amsterdam 2-0 di final musim 2016/2017, memberi mengajari Juventus bagaimana mengalahkan sang rival. Menurutnya, Bianconeri harus mengandalkan kekuatan fisik–sesuatu yang menurutnya tak dimiliki Ajax.

“Kami memberi mereka pertandingan yang tidak mereka inginkan, mereka mengeluhkan bola-bola panjang kami. Mereka juga mengeluhkan (Marouane) Fellaini, mereka mengeluhkan soal fisik karena tidak bisa mengatasinya,” kata The Special One kepada RT Sport, seperti dilansir Football-Italia.

“Jika bermain melawan Ajax dengan cara yang mereka inginkan, Anda punya risiko mereka justru tampil lebih baik. Jika saya melihat, seandainya Ajax menghadapi Barcelona atau Liverpool di Final, saya pikir Barcelona dan Liverpool bisa mengalahkan mereka dengan kekuatan mereka sendiri.”

“Tetapi ketika Anda tak memiliki kualitas itu, Anda harus menggunakan sudut pandang yang lebih strategis dan memberi mereka apa yang tidak mereka inginkan,” ungkapnya menambahkan.

Mourinho: Saya Sih Nggak Masalah Balik ke Madrid

Jose Mourinho bicara soal kemungkinan kembali melatih Real Madrid. Pria asal Portugal itu akan senang jika bisa kembali ke Madrid.

Mourinho pernah melatih Madrid pada 2010-2013. Ia mempersembahkan gelar LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol.

Belakangan ini, Mourinho yang tengah menganggur usai dipecat Manchester United kembali dikaitkan dengan Madrid. Suporter Madrid di Santiago Bernabeu meneriakkan nama Mourinho usai timnya dikalahkan Barcelona akhir pekan kemarin.

Mourinho merasa tersanjung namanya kembali dikaitkan dengan Madrid. Mantan pelatih Inter Milan itu pun tak keberatan jika diminta kembali menangani Madrid.

“Salah satu perasaan terhebat dalam sepakbola bagi saya adalah ketika saya kembali ke Chelsea,” ujar Mourinhho kepada beIN Sports.

“Ketika fans meneriakkan nama Anda untuk kali kedua, itu menunjukkan kalau mereka mengapresiasi Anda. Itu benar-benar perasaan yang luar biasa.”

“Karena itu, saya tidak akan masalah sama sekali kalau kembali ke Real Madrid, klub yang struktur dan ambisinya masih sama.”

“Sangat bangga mengetahui kalau klub yang sudah pernah Anda tangani ingin Anda kembali. Saya suka Spanyol, tapi saya tidak memilih klub murni berdasarkan suasana negaranya.”

“Mereka adalah klub terbesar di dunia, mereka punya 13 gelar Liga Champions,” katanya.

Dulu Sering Menyindir, Kini Mourinho Sebut Wenger yang Terbaik

Jose Mourinho ternyata punya respek besar buat Arsene Wenger. Pria berjuluk The Special One itu menganggap Wenger salah satu manajer sepakbola terbaik.

Mourinho dan Wenger adalah dua manajer yang punya catatan rivalitas sengit di Liga Inggris. Saat Mourinho melatih Chelsea dan Wenger membesut Arsenal, keduanya kerap perang kata-kata, bahkan sempat saling dorong di pinggir lapangan.

Menilik prestasi, karier Mourinho lebih mengilap dari Wenger. Bahkan dalam suatu momen, Mourinho pernah menyebut Wenger spesialis kegagalan, karena tak mampu membawa Arsenal juara Liga Inggris sejak 2004.

Di balik itu semua, Mourinho rupanya tetap menaruh hormat setinggi-tingginya kepada Wenger. Ia bahkan menyebut manajer asal Prancis itu adalah salah satu yang terbaik di sepakbola.

“Ada beberapa episode yang kami lewati sepanjang perjalanan itu. Saya hanya bisa berbicara sendiri. Saya sangat menikmati persaingannya, tapi tetap selalu ada respek sesungguhnya,” ujar Mourinho dikutip Sky Sports.

“Dia membuat banyak sejarah bersama klub itu. julukannya ada di sana, The Invincibles. Luar biasa. Filosofi melatihnya, tim yang nyaris sempurna. Dia adalah salah satu manajer terbaik dalam sejarah sepakbola,” sambung manajer asal Portugal itu.

Wenger besar bersama Arsenal. Selama 22 tahun melatih The Gunners, manajer berjuluk The Professor itu 17 trofi meliputi tiga trofi Liga Inggris, yang mana pada 2003/2004 gelarnya diraih dengan status tak terkalahkan (invincibles).

Wenger juga baru mendapat gelar Lifetime Achievment dari Laureus Award di Monako, Senin (18/2) waktu setempat. Pria berusia 69 tahun itu kini dikabarkan siap kembali turun gunung menjadi pelatih.

Masih Tanpa Klub, Mourinho Jadi Komentator Liga Champions

Mantan manajer Manchester United, Jose Mourinho, menjadi komentator di Liga Champions bersama televisi asal Rusia RT.

Jose Mourinho tampaknya tidak ingin terburu-buru untuk kembali memegang tim sepak bola usai dipecat Man United pada pertengahan Desember 2018.

Padahal sejumlah klub dikabarkan berminat menggunakan jasa pelatih asal Portugal itu. Benfica adalah salah satu yang ingin kembali merasakan sentuhan pelatih berjuluk The Special One tersebut.

Hanya saja, Mourinho memiliki pilihan lain. Pada Januari lalu mantan pelatih Inter Milan dan Real Madrid itu menjadi komentator di beIN Sports untuk turnamen Piala Asia 2019.

Pekerjaan yang sama kembali diambil Mourinho pada kesempatan bersama RT di tahun ini. Hanya saja, turnamen kali ini jauh lebih bergengsi, Liga Champions.

Ini kali kedua Mourinho bekerja sama dengan RT setelah sebelumnya di Piala Dunia 2018. Pada tahun lalu saat menjadi pakar Piala Dunia, Mourinho mendapat bayaran besar dari RT, yaitu £1,71 juta (sekitar Rp30,8 miliar) untuk empat hari atau setara £400 ribu per hari dikutip dari Daily Mail.

“Selamat datang di pertunjukan Jose Mourinho. Saya Jose Mourinho, manajer terhebat sepanjang masa,” ucap Mourinho dalam iklannya dikutip dari NBC Sports.

“Saya akan berbicara tentang sepak bola bersama RT, menurut kalian apa lagi yang akan saya lakukan?,” kata Mourinho menambahkan.

Menurut RT tayangan Mourinho itu akan menampilkan analisis yang unik dalam setiap pekan Liga Champions dari pelatih 56 tahun tersebut.

Mourinho akan mulai bekerja di RT pada 7 Maret nanti sampai babak final, 1 Juni mendatang.

Mau Kembali ke Madrid, Mourinho Ajukan Syarat ke Florentino Perez

Jose Mourinho kembali digosipkan akan kembali ke Real Madrid. Kabarnya, dia malah sudah mengajukan syarat berupa pembelian pemain baru pada Florentino Perez.

Sejak dipecat Manchester United, Mourinho sebenarnya sudah didekati Benfica. Namun upaya klub Portugal itu mengejar Mourinho tak membuahkan hasil.

Kini beredar kembali kabar kalau Mourinho akan kembali ke Real Madrid. Media Spanyol, Mundo Deportivo, menyebut Mourinho sudah mengajukan syarat untuk kembali jadi pelatih Los Meregues.

“Mourinho, yang sudah menolak Benfica, sudah bilang ke (Presiden Real Madrid) Florentino Perez, kalau untuknya, tak masalah mengambil alih tim (Real Madrid) saat ini,” ucap jurnalis Mundo Deportivo, Francesc Aguilar.

“Tentu saja dia meminta tambahan kekuatan, terutama pada sisi tengah lapangan dan pencetak gol yang sudah terbukti,” lanjut Aguilar.

Madrid tengah tersendat di La Liga Primera. Gagal menang di dua pertandingan terakhir membuat Sergio Ramos dkk kini duduk di posisi lima klasemen. Ada jarak 10 poin antara mereka dengan Barcelona di urutan teratas.

Pemecatan Memang Tak Terhindarkan, Mourinho

Jose Mourinho dipecat Manchester United setelah start buruk musim ini. Melihat tanda-tanda di awal musim, pemecatan dinilai tak bisa terhindarkan untuknya.

Mourinho dibebastugaskan dari posisi manajer MU usai start buruk musim ini. MU tercecer di posisi enam Premier League dengan baru mengumpulkan 26 poin dari 17 pekan.

‘Setan Merah’ tertinggal 19 poin dari Liverpool di puncak klasemen, tim yang juga baru mengalahkan mereka 1-3, Minggu (16/12/2018) lalu. Bahkan dengan Chelsea di posisi empat saja, MU tertinggal 11 poin.

Eks bek tim nasional Inggris dan Liverpool Jamie Carragher menilai sejak awal musim gelagat pemecatan sudah terbaca. Protes-protes Mourinho ke manajemen soal transfer, lalu kritiknya terhadap Anthony Martial dan Antonio Valencia di pramusim, juga ribut-ribut dengan Paul Pogba, menunjukkan ada atmosfer kurang enak.

“Saya pikir Anda harus kembali ke awal musim, saya saat itu berpikir tak terhindarkan lagi, Jose Mourinho takkan jadi manajer di musim berikutnya. Ada banyak masalah antara dia dengan direksi dan jelas dengan nama-nama besar di skuat, ada penurunan besar dalam hal hubungan,” ujar Carragher dikutip Sky Sports.

“Itu semua terlihat jelas: mencopot jabatan kapten dari Paul Pogba setelah sempat menunjuknya. Terlihat bahwa masanya menuju akhir sejak musim masih sangat awal. Itu bahkan sebelum satupun bola (kompetitif) ditendang.”

“Lalu Anda melihat hasil-hasil dan performa tim, tidak sedikitpun dekat dengan yang diharapkan Manchester United. Skuat yang dipunyai memang bukan yang terhebat di sejarah United, tapi jelas tak seharusnya tertinggal sejauh ini dari tim-tim yang menantang gelar,” tandasnya.