Arsip Tag: Ole Gunnar Solsjaer

Seperti Sir Alex di Jamannya, Solskjaer Jadi Angin Segar untuk MU Kini

Ole Gunnar Solskjaer menandai laga perdana sebagai manajer Manchester United dengan kemenangan atas Watford 2-1. Phil Jones mengaitkannya dengan Sir Alex Ferguson.

MU mengalahkan Watford 2-1 dalam lanjutan Liga Inggris. Marcus Rashford dan Anthony Martial menentukan kemenangan MU dalam laga di Old Trafford, Sabtu (30/3/2019) malam WIB.

Itu menjadi kemenangan ke-11 dari 14 pertandingan MU di Liga Inggris sejak ditangani Solskjaer pada 19 Desember. Tapi, itu menjadi kemenangan perdana setelah Solskjaer dipermanenkan sebagai manajer MU.

Jones pun kian optimistis dengan laju MU di masa datang. Bek 27 tahun it menyamakan atmosfer di ruang ganti MU sedang amat positif.

“Para pemain antusias. Saat dia datang, dia memberi angin segar buat kami,” kata Phil Jones seperti dikutip Four Four Two.

“Dia merangkul kami. Kemampuan manajerial dia sangat mumpuni dan dialah sosok yang betul-betul kami butuhkan,” dia menambahkan.

“Ya, bisa diartikan begitu, saya merasa kami berada pada gelombang yang sama di tempat ini. Antusiasme yang sama. Persis. Saya tidak tahu kata yang tepat, tapi saya tahu betul apa yang kalian maksud. Kalian bisa melihat tahap yang sama sekarang dan dulu. Sekarang ada penyegaran dan kami menikmatinya,” ujar dia.

Dengan tambahan tiga poin itu, MU naik satu trap ke posisi keempat di papan klasemen liga Inggris. Setan Merah menggeser Arsenal ke posisi kelima.

United Permanenkan Solskjaer Pekan Ini?

Manchester United bakal mengonfirmasi status Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih permanen klub pada pekan ini. Tak berlebihan jika klub berniat untuk memberikan kejelasan tentang masa depan ahli strategi asal Norwegia itu setelah ia berhasil mengantarkan Setan Merah lolos ke perempat final Liga Champions musim ini.

Sejak Solskjaer ditunjuk sebagai pelatih sementara United pada Desember lalu. Dia telah memberikan warna baru pada permainan Setan Merah.

Dari 19 pertandingan yang telah dimainkan United di semua kompetisi, Paul Pogba dkk tercatat mampu mengumpulkan 14 menang, dua seri, dan tiga kalah. Target untuk lolos ke Liga Champions musim depan masih terbuka lebar mengingat klub yang bermarkas di Old Trafford itu hanya tertinggal dua angka dari penghuni peringkat empat klasemen sementara Liga Inggris, Arsenal.

Sehingga mudah dipahami jika klub siap untuk membuat perubahan status Solskjaer pada pekan ini. Rencana klub bakal permanenkan Solskjaer mendapat tanggapan positif dari Nemaja Matic.

“Saya pikir dia (Solskjaer) adalah pelatih yang hebat. Tetapi Anda harus mengatakan juga bahwa dengan Mike, Michael dan Kieran, mereka bekerja sangat baik bersama. Mereka bekerja sebagai tim. Bukan hanya Ole,” kata Matic dikutip dari Telegraph, Selasa (26/3/2019).

“Ada orang di belakangnya yang membantu kita. Saya akan senang jika dia tetap, dan saya berharap dia akan melakukannya.”

Untuk Pertama Kalinya MU Era Solskjaer Kalah di Premier League

Arsenal memberi goresan luka untuk Ole Gunnar Solskjaer. Untuk pertama kalinya Manchester United kalah di Premier League di bawah asuh Solskjaer.

MU kalah 0-2 dalam lawatannya ke markas Arsenal di Emirates Stadium, Minggu (10/3/2019) malam WIB. Setan Merah kebobolan lewat tembakan jarak jauh Granit Xhaka dan penalti Pierre-Emerick Aubameyang.

Hasil ini menjadi kekalahan pertama Solskjaer di Premier League sejak menukangi MU. Sebelumnya, manajer dengan julukan The Baby-Faced Assassin itu belum kalah: 10 menang dan dua imbang.

Di tangan Solskjaer, MU juga lebih produktif dan bagus di pertahanan dengan mencetak 29 gol dengan 11 kali kebobolan dari 13 laga. Sebelumnya, MU mencatatkan jumlah gol yang sama dari 17 pertandingan dan kebobolan 29 kali.

Jika ditotal ke seluruh ajang, kekalahan ini adalah yang kedua untuk Solskjaer. Pria 46 tahun itu menelan kekalahan pertamanya saat MU tumbang 0-2 dari Paris Saint-Germain di leg pertama 16 besar Liga Champions.

Solskjaer: Arsenal Tak Layak Dapat Penalti

Ole Gunnar Solskajaer menilai Arsenal tak layak mendapatkan hadiah penalti di laga melawan Manchester United. Ia mengganggap Fred tak melakukan pelanggaran.

Manchester United takluk 0-2 saat bertandang ke Emirates Stadium, Minggu (10/3/2019) malam WIB. Hasil ini merupakan kekalahan perdana Setan Merah di ajang Liga Inggris sejak ditangani oleh Solskjaer.

Dua gol Arsenal di laga ini tercipta melalui sepakan jarak jauh Granit Xhaxa pada menit ke-12, serta penalti Pierre-Emerick Aubameyang di menit ke-69. Sepakan 12 pas diberikan wasit Jonathan Moss kepada The Gunners usai Fred melanggar Alexandre Lacazette.

Terkait penalti yang diperoleh Arsenal, Solskjaer mengungkapkan rasa ketidakpuasannya terhadap keputusan Moss. Pria asal Norwegia menggangap Fred tak melakukan pelanggaran.

“Saya pikir itu seharusnya bukan penalti, tapi itu adalah keputusan yang telah dibuatnya. Saya kira tidak ada cukup kontak untuk membuat keputusan tersebut. Tidak, tidak, tidak, itu bukan diving. Fred yang tampaknya sangat-sangat kuat,” ujar Solskjaer dilansir dari Manchester Evening News.

Meski kecewa dengan hasil di markas Arsenal, Solskjaer tetap mengapresiasi penampilan anak asuhannya. Setan Merah mampu mendominasi serangan dan menciptakan beberapa peluang yang gagal jadi gol.

“Anda harus kecewa dengan hasil ini tetapi kami tampil bagus. Kami menciptakan lebih banyak peluang hari ini dibandingkan dengan saat bertemu Arsenal di Piala FA,” tutur Solskjaer usai laga kontra Arsenal.

“Gol pertama selalu menentukan bagaimana pertandingan akan berjalan dan, mungkin setelah mereka mencetak gol pertama, mereka membiarkan kami menguasai bola lebih lama daripada apa yang mereka dapatkan.”

“Tapi kami menciptakan beberapa peluang, salah satunya peluang emas yang membentur tiang gawang dua kali, Bernd Leno juga bermain bagus. Jadi dalam hal ini kami mampu mengendalikan penampilan kami sendiri, maka dari itu kami tidak boleh terlalu kecewa. Tapi sekali lagi mereka mendapat tiga poin dan kami tidak,” ungkapnya menyimpulkan.

Kemenangan atas Setan Merah membuat Arsenal kini merangsek ke peringkat empat klasemen Liga Inggris dengan raihan 60 poin. Menggeser MU yang saat ini berada di posisi kelima dengan selisih dua angka dari The Gunners.

Solskjaer Pilih Tim Cepat-Cepat, Tidur Pulas, Lalu Menang Telak

Ole Gunnar Solskjaer tak sempat membayangkan bagaimana laga pertamanya sebagai manajer Manchester United akan berjalan. Dia bahkan masih bisa tidur pulas.

Solskjaer memimpin MU untuk kali pertama sebagai manajer, kala bertandang ke markas Cardiff City, Minggu (23/12/2018) dinihari WIB. Tekanannya tak bisa dibilang ringan.

MU musim ini sudah tercecer di persaingan teratas Premier League, berada di posisi enam sementara dan tertinggal 19 poin dari Liverpool di puncak klasemen. Menuju laga di Cardiff, ‘Setan Merah’ bahkan 11 poin dari Chelsea di posisi empat yang merupakan batas zona Liga Champions.

Laju buruk itu berujung ke pemecatan Jose Mourinho, yang lantas digantikan oleh Solskjaer. Kiprah mantan penyerang MU ini pun dinantikan, dengan fakta bahwa MU baru saja menelan dua kekalahan beruntun plus sederet keraguan karena pengalaman melatihnya yang relatif minim.

Solskjaer gagal menyelamatkan Cardiff dari degradasi ke Championship pada 2014. Sementara Molde adalah satu-satunya klub lain yang pernah ditanganinya, kendati berhasil membawa mereka juara Liga Norwegia pada 2011 dan 2012 silam. Namun rupanya Solskjaer tak merasakan kekhawatiran terlalu besar menatap pertandingan pertamanya sebagai manajer MU. Sempat sulit tidur di malam-malam pertama karena harus menentukan banyak hal, pria 45 tahun itu nyatanya pulas tertidur di malam pertandingan.

Susunan starter sudah ditentukannya dengan dini. Keesokan harinya, Minggu (23/12/2018) dinihari WIB, MU dibawanya menang telak 5-1 di Cardiff City Stadium.

“Saya harus jujur, saya bahkan tak memimpikan soal laga ini kemarin malam. Itu adalah tidur pulas pertama yang saya dapatkan karena para pemain membuat saya merasa klik dengan sangat cepat,” ujar Solskjaer kepada BBC.

“Saya nyaman ada di ruang ganti dan beberapa malam pertama saya masih berpikir soal segala sesuatunya. Saya bangun pagi ini pada jam setengah delapan dan itu adalah tidur terbaik yang pernah saya nikmati.”

“Tim saya sudah diputuskan dengan dini kemarin. Karena kalau Anda tidak memilih tim malam sebelumnya, Anda bakal berpikir ‘apakah yang ini atau yang itu’. Jadi ya saya cepat-cepat saja pilih timnya,” tambahnya.

Awal Menjanjikan Solskjaer

Manchester United menang telak 5-1 di markas Cardiff City. Era Ole Gunnar Solskjaer di MU tampak menjanjikan.

Cardiff menjadi lawan pertama Solskjaer setelah ditunjuk sebagai manajer interim MU, menggantikan Jose Mourinho yang dipecat pada awal pekan.

Di pertandingan ini, Jesse Lingard menyumbang sepasang gol bagi MU, yang ditambahkan oleh Marcus Rashford, Ander Herrera, dan Anthony Martial. Sementara satu-satunya gol tuan rumah dibuat Victor Camarasa dari titik putih di babak pertama.

Bertandang ke Stadion Cardiff, Minggu (23/12/2018), MU menguasai permainan dan tampil agresif di sepanjang laga. Setan Merah unggul penguasaan bola dengan perbandingan 75-25 dengan tingkat akurasi operan yang mencapai 87 persen.

MU juga membuat 17 tembakan dengan sembilan yang mengarah ke gawang. Sedangkan Cardiff hanya tiga dari sembilan percobaannya yang mengarah ke gawang. Statistik Squawka mengungkapkan bahwa ball possesion, akurasi operan MU di pertandingan ini merupakan yang tertinggi dari mereka di sebuah laga Premier League musim ini. Lima gol yang bersarang di gawang Cardiff juga menjadi kemenangan terbesar Setan Merah di liga musim ini.

“Sepakbola itu mudah ketika Anda memiliki banyak pemain bagus!” cetus Solskjaer usai pertandingan kepada BT Sports. “Mereka adalah pemain-pemain yang bagus dan kualitas mereka luar biasa.”

“Kami berlatih kemarin tentang pola permainan dan kami menginginkan Ashley Young dan Luke Shaw untuk lebih maju ke depan, taktik itu berhasil pada hari ini.”

Solskjaer Si Supersub Masuk Gantikan Mourinho di MU

Ole Gunnar Solskjaer masuk menggantikan Jose Mourinho sebagai manajer di Manchester United. Akankah trofi didapat The Red Devils musim ini?

MU memecat Mourinho sebagai manajer pada Selasa (18/12/2018). Sehari berselang, Rabu (19/12), manajemen Setan Merah menunjuk Solskjaer sebagai manajer sementara (caretaker) hingga akhir musim.

Bagi penggemar sepakbola, nama Solskjaer tentu tak asing. Ia merupakan salah satu striker haus gol yang dimiliki MU pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an.

Solskjaer memperkuat MU sejak 1996 hingga 2007. Selama itu, ia sudah melesakkan 126 gol dari 366 penampilan untuk MU. Gol itu berbuah enam gelar, di antaranya empat gelar Liga Inggris, sekali Liga Champions, dan Piala Interkontinental.

Ada catatan menarik soal gol-gol Solskjaer. Semasa bermain, ia dikenal sebagai supersub atau pemain pengganti yang dikenal efektif bagu MU.

Statistik membuktikan hal tersebut. Seperti dilansir Planet Football, 150 penampilan dari total laganya di MU, ia mainkan sebagai pemain pengganti. Selain itu, 33 golnya tercipta di 15 menit akhir pertandingan.

Satu golnya di penghujung laga bahkan menjadi salah satu yang paling diingat di dunia sepakbola, yakni ketika mengoyak gawang Bayern Munich. Di Final Liga Champions 1999, ia memastikan kemenangan MU 2-1 di masa injury time. MU pun memastikan Treble Winners saat itu.

Dengan masuknya Solskjaer ke MU musim ini, akankah ia berperan sebagai supersub. Akankah trofi lahir dari polesannya, mengingat musim lalu Paul Pogba dkk puasa gelar? Menarik disimak aksinya meramu taktik di sisa musim ini.

Ups! MU Umumkan Solskjaer Jadi Caretaker…tapi Dihapus Lagi

Hanya menunggu waktu saja untuk Manchester United mengangkat Ole Gunnar Solskjaer sebagai caretaker. ‘Setan Merah’ sudah sempat mengumumkannya di situs.

Solskjaer memang langsung masuk bursa pengganti Jose Mourinho usai manajer Portugal itu dipecat dari kursi manajer. Solskjaer dinilai tepat karena paham dengan kultur klub.

Sebenarnya mantan penyerang MU ini sedang menjabat sebagai pelatih Molde, klub Liga Norwegia. Tapi musim di Liga Norwegia sudah berakhir November lalu dan baru akan dimulai kembali pada Maret mendatang.

Nah, sepertinya pengumuman Solskjaer sebagai caretaker MU memang hanya menunggu waktu saja. Sebab MU sendiri sempat mengumumkan pengangkatan pria 45 tahun itu di situs resminya…yang kemudian dihapus kembali.

Diyakini pengumuman tersebut naik di luar waktu yang ditetapkan alias secara tak sengaja. Tapi bukan ini saja.

Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg juga secara prematur memberikan ucapan selamat untuk Solskjaer, atas pekerjaan baru di MU. Sama halnya dengan pengumuman di situs MU, cuitan Solberg juga belakangan dihapus.

“Hari yang bagus untuk sepakbola Norwegia. Semoga beruntung menangani Red Devils, Ole Gunnar Solskjaer,” cuitnya di Twitter.