Arsip Tag: Paul Scholes

Legenda MU Mundur dari Kursi Pelatih via WhatsApp

Paul Scholes dikabarkan mengundurkan diri sebagai manajer Oldham Athletic melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Sky Sporst mengabarkan bahwa ketua klub Abdallah Lemsagam menerima pesan tiba-tiba pada hari Rabu sore. Scholes pun belum berbicara kepada siapa pun kepada dewan direksi sejak mengirim pesan pengunduran dirinya.

Mantan gelandang Manchester United dan Inggris itu mengambil alih kursi manajer Oldham pada 11 Februari, dan meninggalkan klub setelah hanya 31 hari bertugas di Boundary Park.

Scholes memenangkan pertandingan pertamanya bersama klub kota kelahirannya itu, tetapi kemudian bermain imbang tiga dan kalah dalam tiga pertandingan selama masa tugasnya yang singkat.

“Oldham Athletic kecewa dengan keputusan Paul untuk mengundurkan diri dan terkejut dengan alasan yang diberikannya,” kata Lemsagam dikutip dari Sky Sports News.

“Klub memberi Paul semua dukungan dan otonomi yang dia minta. Dia tidak mengutarakan keprihatinannya sama sekali, baik secara formal maupun non-formal, sebelum pengunduran dirinya. Dia tidak memberikan kesempatan untuk mengatasi masalah apa pun, hanya mengundurkan diri dengan teks dan kemudian menolak untuk membahas masalah.”

“Manajemen adalah pekerjaan yang sulit dan kami akan bekerja dengan Paul untuk menemukan solusi, seandainya kami diberi kesempatan. Kami ucapkan selamat dan terima kasih atas kontribusinya. Kami akan segera memulai pencarian manajer baru. ”

Scholes mengundurkan diri sebagai direktur klub di Salford, sambil mempertahankan 10 persen sahamnya, sebelum mengambil pekerjaan dengan Latics, yang berada di urutan ke-14 dalam tabel League Two.

3 Bintang Manchester United yang Selalu Sial di Kandang Liverpool

Setelah mencetak hattrick ke gawang Chelsea, Sergio Aguero sudah mengumpulkan 160 gol di Premier League dan saat ini berada di urutan ke-8 dalam daftar pencetak gol terbanyak liga sepanjang masa.

Meskipun begitu, Aguero ternyata belum pernah mencetak gol di Anfield. Aguero sudah membuat 10 penampilan stadion kebanggaan Liverpool tersebut. Akan tetapi, ia selalu gagal mencetak gol di sana.

Namun, Aguero tidak sendirian. Cukup banyak pemain top dari klub tetangga, Manchester United, yang juga gagal mencetak gol di Anfield.

Anfield memang dikenal sebagai stadion yang angker untuk lawan-lawan Liverpool. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau ada pemain yang kesulitan mencetak gol di sana.

Setan Merah akan berhadapan dengan Liverpool pada Minggu 24 Februari 2019 di Old Trafford. Jelang pertemuan tersebut, tidak ada salahnya jika kita melihat para pemain Manchester United yang kesulitan mencetak gol di Anfield seperti dilansir Sportskeeda berikut ini.

Cantona tidak mampu mencetak gol di Anfield baik dengan Leeds United maupun dengan Manchester United. Namun, ceritanya bisa saja sangat berbeda. Setahun sebelum bergabung dengan United, Liverpool tertarik merekrut Cantona.

Namun, manajer Liverpool saat itu menolaknya dan menyebut Cantona sebagai ‘pemain bermasalah’. pria asal Prancis itu kemudian menjadi pemain penting Manchester United yang mendominasi Premier League saat itu.

Meski tidak pernah mencetak gol di Anfield, Cantona masih bisa memberikan kesedihan yang mendalam buat bagi penggemar Liverpool. Ia mencetak gol kemenangan untuk Setan Merah pada menit 86 di final FA Cup 1996. Manajer Manchester United saat ini itu membuat 235 penampilan di Premier League untuk Setan Merah dengan mencetak 91 gol dan memenangkan liga enam kali. Namun, “The Baby-faced Assassin” tidak pernah bisa mencetak gol di Anfield, baik di Premier League maupun di kompetisi lainnya.

Menariknya, saat bertugas sebagai manajer Cardiff City pada tahun 2014, ia menghadapi Liverpool yang sedang mengincar gelar. Setelah pertandingan yang dimenangkan Liverpool 6-3, ketika ditanya tentang peluang juara Liverpool, dia berkata: “Saya tidak peduli.”

Dalam dua minggu, Solskjaer akan menghadapi Liverpool yang juga menjadi penantang gelar pada musim ini. Jika Liverpool menang, dia mungkin akan menghadapi pertanyaan yang sama lagi. Namun, sebagai manajer United, dia mungkin tidak akan memberikan jawaban yang sama.

Manajer Oldham saat ini itu tampil dalam 499 pertandingan liga untuk Manchester United antara tahun 1993 dan 2013 dengan mencetak 107 gol. Selama 20 tahun, Scholes mengunjungi Anfield sebanyak 14 kali di Premier League dan sekali di FA Cup, tetapi selali gagal mencetak gol di sana.

Meski karier bermainnya sudah berakhir, ketidaksukaannya terhadap Liverpool tidak berkurang sedikit pun. Gary Neville baru-baru ini berkomentar kalau memilih antara Man City dan Liverpool untuk memenangkan gelar itu seperti: “Memilih antara dua pria yang mencuri istrimu.” Ketika dimintai komentarnya, Scholes tidak punya dilema. Dia berkata: “Tidak, tidak. Saya ingin City menang.”

Tidak seperti rekan setimnya Solskjaer dan Scholes, Nistelrooy bermain lebih singkat di Manchester United. Ia berada di Old Trafford selama lima musim.

Meski berhasil mencetak 95 gol di Premie League selama lima musim, Van Nistelrooy tidak beruntung ketika berkunjung ke Anfield. Dia gagal mencetak gol dalam lima pertandingan di sana, termasuk satu pertandingan FA Cup.

Pada tahun 2006, Nistelrooy pindah ke Real Madrid dan menghabiskan empat musim di sana. Pada 2010, muncul rumor bahwa Rafael Benitez ingin membawa Nistelrooy yang berusia 34 tahun ke Liverpool. Namun, Benitez kemudian pergi dan transfer itu tidak pernah terjadi.

Di Liga Champions tahun ini, Ronaldo mungkin akan berkunjung ke Anfield lagi.

Dalam lima kunjungannya ke Anfield sebagai pemain Manchester United, Ronaldo gagal mencetak gol di sana. Namun, Ronaldo pada akhirnya bisa menyarangkan gol di Anfield saat Real Madrid bertandang ke Liverpool pada Oktober 2014.

Empat bek Liverpool saat itu adalah Glen Johnson, Martin Skrtel, Dejan Lovren, Alberto Moreno. Sementara di bawah mistar adalah Simon Mignolet. Ronaldo ternyata hanya butuh 23 menit untuk mencetak gol di sana.

Dengan Juventus dan Liverpool masih bertahan di Liga Champions, ada kemungkinan bahwa Ronaldo akan berkunjung ke Anfield lagi. Namun, kali ini dengan pemain seperti Virgil van Dijk, Andrew Robertson di pertahanan dan Alisson Becker di bawah mistar, tantangan yang ia hadapi akan sangat berbeda.

Dukungan Solskjaer untuk Paul Scholes yang Kini Juga Jadi Manajer

Paul Scholes memulai karier barunya sebagai manajer saat menerima kontrak yang ditawarkan Oldham Athletic. Ole Gunnar Solskjaer punya pesan khusus untuk mantan rekannya itu.

Scholes secara resmi menjadi manajer Oldham Athletic pada Senin (11/2/2019) waktu setempat. Mantan gelandang Manchester United itu mengikat kontrak berdurasi satu setengah musim dengan Oldham, yang kini berlaga di League Two.

Pernah menjadi rekan setim saat di Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer mendoakan Scholes bisa menjadi manajer yang sukses.

“Saya mendoakan yang terbaik untuknya. Saya menyaksikannya sebagai pundit, dan dia menyatakan ingin menjadi manajer, jadi dia memutuskan menerimanya. Itu sesuatu yang fantastis untuk melihat lagi Scholesy berada di permainan ini, pemain yang hebat, kepribadian yang hebat,” ucap Solsjaer dikutip dari Mirror.

Paul Scholes menghabiskan seluruh karier sepakbolanya sebagai pemain Manchester United. Bersama The Red Devils dia tampil dalam 499 pertandingan dan melesakkan 107 gol.

“Itu adalah tantangan untuknya. Itu (menjadi manajer) tidak pernah dia pikirkan saat masih aktif bermain. Tapi ini seperti candu, sepakbola ini, dan dia tak berada jauh dari sepakbola selama ini. Jadi, itu akan menyenangkan melihat Oldham,” tuntas Solskjaer.

Scholes melontarkan kritik pedas terhadap Louis Van Gaal

Legenda Manchester United, Paul Scholes menyerang dengan melontarkan kritikan terhadap Pelatih Manchester United, Louis van Gaal terkait kebijakan transfer yang dilakukanpada musim panas ini.

Paul Scholes mengutarakan walaupun Manchester United membeli banyak pemain berkualitas, namun Paul Scholes tetap melihat Louis Van Gaal melakukan kesalahan. Poin kesalahan Van Gaal menurut Scholes adalah membiarkan Manchester United berada dalam kondisi minim striker.

Berdasarkan informasi dari BT Sport, Paul Scholes mengatakan bahwa mereka membiarkan 3-4 striker pergi. Saya merasa bahwa andai saja Manchester United menahan kepergian satu orang striker saja, entah itu Robin van Persie atau Javier ‘Chicharito’ Hernandez, maka Manchester United akan terlihat sangat kuat.

Manchester United pada musim panas lalu memang membiarkan Van Persie dan Chicharito pergi. Mereka juga memilih untuk tidak memperpanjang peminjaman Radamel Falcao. Dari segi pembelian, United hanya merekrut satu pemain yang mampu mengisi posisi striker, yaitu Anthony Martial. Baik Van Persie maupun Chicharito bisa menjadi mesin gol United sedangkan Martial bisa mulai menjelma sebagai pemain super-sub.”

Pemain yang mempunyai tendangan keras di luar kota, Paul Scholes mengatakan bahwa pada Musim lalu, Louis Van Gaal mengatakan bahwa komposisi pemain Manchester United tidak seimbang. Dan bagi saya, itu komposisi United musim ini jauh lebih tidak seimbang

Kekhawatiran Paul Scholes tentang ketidakseimbangan komposisi Manchester United musim ini sudah muncul di awal musim. Setelah Wayne Rooney cedera, Van Gaal tidak mempunyai banyak opsi pemain untuk ditempatkan di lini depan.

Anthony Martial masih terlalu muda dan belum bisa menanggung beban berat sebagai striker utama di banyak pertandingan. Eksperimen menempatkan Marouane Fellaini di posisi ujung tombak pun belum berbuah manis. Kita lihat jika Wayne Rooney cedera berkepanjangan akan bagaimana nasib Manchester United.

Anthony Martial itu ibarat batu yang baru mau diasah menjadi permata. Tetapi jika batu itu belum matang, maka batu tetap menjadi batu. Tidak akan menjadi berlian. Bagaimana cara Louis Van Gaal untuk mengatasi permasalahaan ini.