Arsip Tag: persija

Pelatih Kepala Belum Datang, Persija Genjot Latihan Fisik

Persija Jakarta menggenjot fisik di sesi latihan perdana usai libur panjang. Ini dilakukan agar para pemain siap saat Sergio Farias datang.

Latihan perdana Persija berlangsung di Lapangan Sutasoma, Halim Perdanakusumah, Jakarta, Senin (13/1/2020), pukul 16.00 WIB.

Tim dipimpin asisten pelatih Sudirman. Farias masih berada di Brasil dan diprediksi baru datang minimal Rabu (15/1) atau keesokan harinya.

Selain Farias, beberapa pemain top lainnya seperti Evan Dimas, Marko Simic, Riko Simanjuntak, Ramdani Lestaluhu, dan Andritany Ardhyasa juga belum tampak.

Total hanya ada 15 pemain yang ikut serta seperti Ryuji Utomo, Shahar Ginanjar, Sandy Suthe, dan Alfath Fathier. Alhasil, sesi latihan pun cuma berkutat pada latihan fisik untuk mengembalikan kebugaran.

Terkait porsi latihan, Sudirman selaku asisten pelatih menyebut hal itu dilakukan agar nantinya para pemain lebih siap menjalani latihan bareng Farias.

“Tujuan dari latihan perdana hari ini adalah bagaimana kami meningkatkan endurence ya. Jadi latihan yang dibentuk tadi adalah latihan-latihan yang menuju ke sana. Saya belum memberatkan pada taktikal atau macam sebagainya ya karena itu nanti hak dari pelatih kepala,” Sudirman menjelaskan.

“Saya di sini hanya mempersiapkan tim ini supaya pada saat nanti pelatih kepala datang ke sini paling tidak level fisikal kondisi pemain kita cukup bisa beradaptasi dengan latihan-latihan dia,” dia menambahkan. Sementara itu, ketidakhadiran Farias lebih disebabkan karena yang bersangkutan tengah mengurus dokumen kerja berupa visa. Nantinya Farias akan membawa dua asisten pelatih.

“Pelatih baru sudah kami kontrak, tapi beliau belum bisa hadir karena memang masih terkendala dengan proses pengurusan visa Amerikanya di Brasil,” ungkap Presiden Persija Jakarta Ferry Paulus.

“Jadi orang Brasil itu selalu punya visa selama lima tahun, lima tahun, supaya dia juga bisa mudah kemana-mana. Prosesnya itu sudah 8-9 hari yang lalu, dan hari ini dia akan menemui kedutaan Amerika di Brasil.”

Cerita Anggita, Bek Kiri Persija Putri yang Sempat Dilarang Sang Ibu Main Bola

Bek kiri Persija Putri, Anggita Oktaviani, butuh sekitar empat bulan lamanya meyakinkan sang ibu jika sepakbola adalah kebahagiaannya.

Anggita belum ada satu tahun menjadi pesepakbola. Sebelum merumput ke lapangan besar, dia lebih dulu menekuni futsal. Wanita 20 tahun ini pertama kali mengenal futsal saat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Anggita memilih futsal sebagai ekstrakurikuler.

Awalnya sekadar coba-coba, namun dari percobaan itu dia malah merasakan dapat kebahagiaan. Perjalanannya pun berlanjut dengan terjun ke klub Female FC untuk tampil di Linus Nasional 2017.

Futsal seolah menjadi pembuka jalan-jalan baik untuknya. Beasiswa kuliah diberikan Universitas Trisakit kepada Anggita.

“Aku sebelumnya futsal dari SMP. Terus gabung klub di Female FC dan pernah masuk Linus Nasional 2017. Karena futsal ini aku dapet beasiswa kuliah di Trisakti,” kata Anggita dalam bincang-bincangnya dengan detikSport. Dari futsal, Anggita loncat ke lapangan besar. Pada tahap ini jalan tak mulus untuk pemain bernomor punggung tiga di Persija tersebut. Sang ibu takut-takut melepas Anggita untuk merumput di lapangan hijau.

“Aku main bola lapangan gede dari Desember (2018). Aku awalnya nggak dibolehin sama mama. Lapangan bola itu gede dan panas banget katanya. Aku bilang sama mama kalau Anggita seneng di bola. Terus mama kasih izin, tapi kalau ada apa-apa risiko tanggung sendiri. Perdebatan ini hampir empat bulan,” sambunganya.

Anggita sempat mengalami benturan saat Persija melawan Tira Persikabo. Dia tergeletak kesakitan di atas lapangan. Momen itu sempat bikin sang ibu khawatir.

“Pas pulang ke rumah (selesai seri 1 di Sleman) mama tanya kondisi aku yang insiden tabrakan itu. Ya, tanya-tanya masih sakit apa nggak. Kalau ayah bilang hebat ke aku karena dari awal dukung banget,” demikian dia.

Persija Masuk 100 Besar Rangking Klub AFC, PSM Hanya di Urutan 110

Mengacu pada daftar peringkat klub di Asia yang dirilis footyrankings.com per 15 Mei 2019, posisi Persija ternyata lebih baik dibandingkan PSM.

Persija masuk 100 besar, yaitu di urutan ke-86, kendati perjalanan di Piala AFC 2019 terhenti di fase grup. Macan Kemayoran mengumpulkan total poin sebesar 15,8.

Sementara PSM yang sukses melaju ke semifinal Zona ASEAN Piala AFC berada di urutan 110. Mereka mengantongi 9,39 poin.

Kondisi itu sebenarnya wajar terjadi lantaran poin tersebut diambil dari performa klub selama empat musim terakhir di level Asia (2019, 2018, 2017, 2016). Poin Persija terhitung dari 2018 dan 2019, sedangkan PSM hanya 2019 saja.

Bila dibandingkan dengan klub-klub tetangga yang tergabung Asia Tenggara, tim Filipina masih yang teratas, yaitu Ceres Negros di urutan ke-32.

Tim yang kini senasib dengan PSM itu mengumpulkan 41,54 poin dari empat musim mereka berkiprah di Asia. Di bawa Ceres, bercokol raksasa Malaysia, Johor Darul Ta’jim di peringkat ke-33 dengan 41,53 poin.

Sementara itu, di posisi puncak rangking klub Asia, klub China yang bercokol, yakni Shanghai SIPG 111.00 poin.

Laga Terakhir Piala AFC Dijadikan Modal Menuju Liga 1 Oleh Persija

Laga Persija kontra Shan United di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta (15/5/2019), tidak lagi menentukan. Berapa pun skor di laga tersebut, Persija sudah dipastikan tak akan lolos ke semifinal Zona ASEAN.

Namun, pertandingan yang berstatus laga terakhir di fase grup itu, pemain Persija ngotot mengincar kemenangan. Mereka ingin laga tersebut bisa meneruskan tren positif Persija dalam menatap Liga 1 2019.

Pasalnya, sebelum meraih kemenangan 1-0 atas Bali United dalam leg kedua babak 8 besar Piala Indonesia 2018/19, Macan Kemayoran sempat mengalami lima kekalahan beruntun. Jadi, kemenangan atas Shan bisa membuat pemain makin percaya diri lagi.

“Semua pemain punya misi masing-masing. Yang pasti pasti kami harus menang walaupun tak mungkin lolos lagi,” kata gelandang Persija, Sandi Sute kepada Bolalob.

“Kemenangan bisa membuat tren postif sebelum kami berhadapan dengan Barito Putera di Liga 1 (laga perdana),” tuturnya melanjutkan.

Sementara itu, kondisi mayoritas pemain yang tengah berpuasa tak dianggap Sandi sebagai kendala saat menjamu Shan.

“Yang penting jaga kondisi untuk main di AFC. Semua pemain siap lawan tim Myanmar. Tak ada kendala di puasa ini,” ucap pemain kelahiran Palu 26 tahun silam itu.

Persija Gelar Pemeriksaan Medis Massal Jelang Liga 1 2019

Persija Jakarta terus bersiap menjelang Liga 1 2019 bergulir. Tak hanya faktor taktik dan fisik yang dipersiapkan. Kubu Tim Macan Kemayoran juga serius menjaga kondisi kesehatan pasukannya.

Selasa (16/4), Persija Jakarta menggelar pemeriksaan medis aatau Pre Competition Medical Assessment terhadap skuatnya. Ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan pasukan mereka sebagai syarat untuk mengikuti kompetisi.

Pemeriksaan medis ini digelar Rumah Sakit Premier, Bintaro, Tangerang Selatan.

Donny Kurniawan, dokte tim Persija menyebut, pemeriksaan medis ini penting sebelum mereka tampil di Liga 1 2019. Apalagi, dapat dipastikan kompetisi musim ini dipastikan sangat padat.

“Jadi proses ini sebagai salah satu syarat utama untuk mendaftarkan pemain di Liga,” ujar dr. Donny, seperti dirilis situs resmi Persija Jakarta.

Dia menambahkan, “Tentunya ini sangat baik sekali untuk mengetahu kondisi atlet apakah mereka memiliki riwayat penyakit yang sudah lampau atau keturunan dari keluarga. Disini kita menjaga keselamatan mereka.” Dr. Donny juga menuturkan, pemeriksaan yang mereka gelar sesuai dengan standar FIFA. Pemeriksaan dimulai dari observasi di Ruang Observasi Intensif (ROI) dilanjutkan dengan pemeriksaan rekam jantung, paru, syaraf dan penyakit dalam.

Selain itu, para pemain juga harus menjalani pemeriksaan radiologi. Pemeriksaan ini dilakukan mengetahui adakah kelainan otot, tulang, dan ligamen.

Di luar itu, dr. Donny menyebut betapa pentingnya kesehatan seorang pemain. Sebab, dalam sebuah kompetisi yang ketat, seorang pemain dituntut untuk selalu bugar agar bisa maksimal dalam setiap pertandingan.

“Sekali lagi fungsinya untuk meyakinkan kalau sang atlet dalam kondisi yang bagus dalam mengarungi kompetisi Liga 1 2019,” dr. Donny menegaskan.

Persija Tampil di GBK untuk Penentuan Juara, Dikawal 5.000 Personel Keamanan

Persija Jakarta berpotensi mengangkat trofi juara Liga 1 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) akhir pekan ini. Panpel menyiapkan 5 ribuan personel keamanan.

Persija menjamu Mitra Kukar pada laga pekan ke-34 Liga 1 2018, Minggu (9/12/2018). Pertandingan tersebut diyakini bakal dibanjiri oleh puluhan ribu The Jakmania.

COO Persija Jakarta, Rafil Perdana, memperkirakan akan ada tambahan personel sekitar 20 persen ketimbang laga-laga sebelumnya. Biasanya, Persija dikawal 4000 ribuan personel keamanan.

“Dari standarnya itu biasanya sekitar 4.300-4.500 personel pengamanan. Mungkin ada penambahan sekitar 10-20 persen untuk antisipasi. Jadi, sekitar 5 ribuan personel lah,” kata Rafil dalam konferensi pers di kantor Persija, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Rafil juga menambahkan rencananya akan menyiapkan layar raksasa di sekitar stadion GBK. Tapi hal itu masih akan dibicarakan lebih lanjut.

“Akan kami koordinasikan setelah rapat dengan Polda Metro karena itu pertandingannya pada sore hari. Jadi, lihat saja apakah bisa dilaksanakan apa tidak,” ujar Rafil.

Bermain Fokus Kunci Persija Hantam Barito Putera

Persija Jakarta menang atas Berito Putera dalam lanjutan Liga 1 2018. Pelatih Macan Kemayoran, Stefano Cugurra Teco, memuji pemain yang berhasil menjaga fokus hingga akhir laga.

Persija melumat Barito 3-0 di Stadion Patriot Candrabhaga, Selasa (30/10/2018) sore WIB. Marko Simic menyumbang dua gol dan satu gol lagi lahir dari Novri Setiawan.

Dengan tambahan tiga poin itu, Persija kukuh di posisi kedua papan klasemen Liga 1 2018. Teco mengapresiasi penampilan anak asuhnya.

“Terima kasih sama pemain, mereka kerja keras, punya konsentrasi, sampai selesai pertandingan. Hari ini main sebagai tim maka kami bisa menang,” kata Teco dalam konferensi pers usai laga.

Ini menjadi pengalaman kedua Persija berkandang di Stadion Patriot lagi, meskipun mendaftarkan stadion itu sebagai markas untuk menghadapi Liga 1. Mereka juga menggunakan stadion itu saat menjamu Perseru Serui.

“Kami sangat senang kami bisa main di Patriot lagi, kami harus terima kasih sama suporter yang datang,” ujar Teco.

“Kami main di Patriot bagus untuk tim. Seperti Simic bilang kalau main di Jakarta seperti Gelora Bung Karno maka bagus untuk tim,” dia menambahkan.

Persija Agendakan Satu Laga Uji Coba

Persija Jakarta berencana menggelar laga uji coba. Pelatih Persija Stefano Cugurra Teco ingin menjaga kondisi pemain agar tak menurun di tengah berhentinya Liga 1.

PSSI memutuskan menghentikan kompetisi Liga 1 setelah salah seorang suporter Persija meninggal dunia di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akibat direkoyok oknum Bobotoh. Saat ini proses investigasi sedang berjalan.

Keputusan tersebut pun membuat klub harus memutar otak untuk mengisi kekosongan, termasuk Persija yang harus pintar-pintar menyusun program latihan.

Teco mengaku telah meminta kepada manajemen untuk mencarikan lawan uji coba. Hal itu dilakukan agar timnya tetap merasakan atmosfer pertandingan. “Kami harus diskusi sama manajemen. Kami harus minimal satu uji coba. Lebih bagus buat tim karena kami belum tahu kapan main, bagus main satu uji coba,” ujar Teco.

Soal lawannya, dia tak mau pilih-pilih. Yang terpenting baginya adalah Ismed Sofyan dkk bisa tak kehilangan sentuhan bermain.

“Jika dari klub Liga 1 sulit maka kami bisa dari Liga 2 atau Liga 3. Yang penting, seperti proses latihan. Kita tidak lihat kualitas lawan,” tambahnya.

“Bisa jadi game internal jika sulit mendapatkan lawan. Apalagi lawan Persija U-19 tidak bisa. Mengingat Jumat ini mereka berangkat ke Medan, liga U-19 mulai,” tutupnya.

Tanggapan Rahmad Darmawan perihal Rumor Pemutusan Kontrak Pemain Persija

JAKARTA, Cutejapanese.org – Pelatih Persija Jakarta, Rahmad Darmawan, meragukan rumor terkait pemutusan kontrak pemain. Bahkan menurutnya, manajemen Persija mengatakan siap melanjutkan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015.

Berdasarkan kabar yang beredar, manajemen Persija tengah bersiap untuk memutus sebagian besar kontrak para pemainnya. Pasalnya, klub yang dipimpin Ferry Paulus itu mengalami kesulitan finansial lantaran penundaan jadwal kompetisi.

Awalnya, Persija sudah menjalin kerja sama NetTV, Columbia, dan Corsa sebagai sponsor utama. Namun penundaan kompetisi dan kisruh sepak bola nasional yang kembali terjadi, dikabarkan memicu masalah baru dengan pihak sponsor.

“Saya kemarin (21/4/2015) ketemu Pak Ferry. Kami sama sekali tidak membicarakan soal itu (pemutusan kontrak pemain). Kami bicara perihal siap melanjutkan kompetisi,” ujar pelatih yang biasa disapa RD ini.
“Saya sudah dapat info itu, tapi tidak yakin karena komunikasi dengan Pak Ferry hingga kemarin tidak bicara soal itu,” lanjutnya.
Bantahan turut dilontarkan Presiden Ferry Paulus. “Enggak betul itu,” tegasnya melalui pesan singkat.

Bila menilik jadwal ISL sebelumnya, Persija bakal bertandang ke markas Persipura pada Sabtu (25/4/2015). Direncanakan, Persija bertolak dari ibu kota, Kamis (23/4/2015).