Arsip Tag: Piala Asia U-19

Satu Negara Asia Tenggara Mengundurkan Diri dari Kualifikasi Piala Asia U-19 2020

Satu negara Asia Tenggara memilih untuk mundur dari ajang Kualifikasi Piala Asia U-19 2020. Filipina menjadi satu-satunya negara anggota AFC yang tidak menjadi peserta.

AFC mengumumkan bahwa 46 dari 47 negara anggota AFC akan berpartisipasi. Detailnya adalah 25 tim dari wilayah barat dan 21 tim dari wilayah timur.

Bagi Filipina ini merupakan kali pertama tidak ambil bagian di Kualifikasi Piala Asia U-19 dalam 41 tahun terakhir. Sebelumnya, terakhir kali Filipina absen pada tahun 1978.

Filipina sendiri sudah lama tidak lolos ke putaran final. Terakhir kali The Azkals lolos adalah pada tahun 1975.

Pada tahun 1980-2018, Filipina selalu ikut babak kualifikasi tapi tidak pernah lolos ke putaran final. Hingga akhirnya tahun ini memilih untuk absen.

Kualifikasi Piala Asia U-19 akan berlangsung pada tanggal 2–10 November 2019. Timnas Indonesia U-19 tergabung di Grup K bersama Korea Utara, Hong Kong, dan Timor-Leste.

Kapten Jepang Menyanjung Perlawanan Sengit Timnas Indonesia U-19

Timnas Indonesia U-19 menyerah 0-2 dari Jepang dalam laga perempat final Piala AFC U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (28/10/2018) malam. Kendati demikian, kualitas permainan Timnas Indonesia U-19 mendapatkan pujian dari kapten tim lawan, Saiko Mitsuki.

Jepang mengalahkan Timnas Indonesia U-19 berkat gol yang diciptakan Higashi Shunki dan Taisei Miyashiro. Namun, Timnas Indonesia U-19 yang bertanding di bawah guyuran hujan deras memperlihatkan semangat luar biasa dan pantang menyerah untuk menekan Jepang.

“Tim Indonesia sangat bagus dalam pertandingan ini. Para pemainnya sangat bertenaga dan memiliki kecepatan yang luar biasa. Saya merasa ini pertandingan yang sangat bagus dari kedua tim,” ujar Saiko Mitsuki.

Bagi Mitsuki, pertemuan dengan Timnas Indonesia U-19 merupakan yang kedua kalinya. Kapten Jepang itu juga merupakan pemain yang berada dalam skuat ketika menang 4-1 atas Timnas U-19 asuhan Bima Sakti pada 25 Maret 2018. Mitsuki pun mengungkapkan perbedaan dari Timnas Indonesia U-19 pada pertemuan pertama dan kedua yang dijalaninya.

“Saat ini mereka memiliki kecepatan yang lebih tinggi, jauh lebih bertenaga, dan mereka tampak sangat termotivasi dalam menyerang. Kami sampai harus bertahan dengan kompak untuk bisa menghindari tekanan. Mereka memiliki teknik yang bagus sekarang. Itu semua yang membuat kami kesulitan untuk mencetak gol dan saya rasa dua gol yang kami ciptakan sudah cukup bagus,” ujarnya.

Timnas Indonesia U-19 harus mengubur mimpi mereka untuk berlaga di Piala Dunia U-20 2019 setelah kekalahan dari Jepang. Namun, perjuangan tim asuhan Indra Sjafri itu mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari suporter yang hadir di SUGBK pada Minggu malam.

2 Pemain Jepang Ungkap Sensasi Tampil di Depan Puluhan Ribu Suporter Timnas Indonesia U-19

Para pemain timnas Jepang U-19 memberikan penghormatan kepada suporter Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (28/10/2018), setelah menang 2-0 atas Timnas Indonesia U-19. Dua pemain Jepang, Saiko Mitsuki dan Kyosuke Tagawa, mengungkapkan perasaan tampil di depan 60.154 penonton yang memadati SUGBK.

Dalam pertandingan tersebut, atmosfer SUGBK sangat luar biasa dengan tribune stadion yang penuh mulai dari utara hingga selatan. Dukugan dari pemain ke-12 itu memompa semangat Rachmat Irianto dan kawan-kawan meski akhirnya gagal mewujudkan mimpi lolos ke Piala Dunia U-20 2019.

Kapten Jepang, Saito Mitsuki, menyebut dukungan suporter terhadap Indonesia juga terasa energinya hingga ke pemain Jepang. “Suporter di sini sangat bagus. Mereka luar biasa dan sangat berenergi untuk mendukung tim Indonesia. Saya pun bisa merasakan energi itu di lapangan. Rasanya fantastis bisa bermain di sini,” ujar Saito Mitsuki.

Senada dengan kapten timnya, penyerang Jepang yang masuk pada menit ke-64, Kyosuke Tagawa, menyebut atmosfer luar biasa yang ditimbulkan oleh suporter Indonesia justru membuatnya sangat menikmati pertandingan.

“Saya sangat menikmati momen-momen bermain di depan semua orang Indonesia yang luar biasa saat memberikan dukungan. Saya merasa sangat termotivasi saat bermain,” ujar pemain yang masuk menggantikan Hiroki Abe itu.

Kemenangan Jepang membuat Timnas Indonesia U-19 harus pasrah dengan kegagalan lolos ke Piala Dunia U-20 2019 yang akan digelar di Polandia. Namun, suporter Indonesia yang hadir langsung di SUGBK memberikan apresiasi kepada perjuangan luar biasa tim asuhan Indra Sjafri itu.

Indra Mustafa Anggap Kekalahan Timnas Indonesia U-19 Sebagai Suratan Takdir

Timnas Indonesia U-19 kalah 0-2 dari Jepang di depan puluhan ribu suporter yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (28/10/2018) malam WIB, dalam laga perempat final Piala AFC U-19 2018.

Tim Garuda Nusantara mendapatkan dukungan dari 65.154 penonton yang hadir di SUGBK pada laga perempat final Piala AFC U-19 2018. Sempat tertinggal 0-1 di babak pertama oleh gol jarak jauh Higashi Shunki pada menit ke-40, Timnas Indonesia U-19 berusaha bangkit dan menyerang terus di bawah guyuran hujan deras selama babak kedua.

Namun, Taisei Miyashiro justru berhasil menggandakan keunggulan Jepang pada menit ke-71. Timnas Indonesia U-19 tak menyerah dan terus berusaha memberikan tekanan ke lini pertahanan Jepang.

Namun, upaya tersebut masih gagal dan akhirnya tim asuhan Indra Sjafri itu harus pasrah menelan kegagalan ke semifinal Piala AFC U-19 2018 sekaligus ke Piala Dunia U-20 2019.

Bek Timnas Indonesia U-19, Indra Mustafa, yang untuk kali pertama menjadi starter di Piala AFC U-19 2018, merasa tidak ada satu pun kekurangan atau kesalahan yang dilakukan oleh pemain Indonesia pada laga ini.

Bek Timnas U-19 milik Persib Bandung ini menyebut memang takdir sudah menentukan Indonesia harus kalah dari Jepang lantaran pemain sudah berjuang keras selama 90 menit pertandingan.

“Menurut saya, tidak ada kekurangan apa pun dalam pertandingan tersebut, mungkin hanya belum rezeki bagi kami. Takdirnya memang seperti ini, kami tidak bisa melakukan apa pun karena kami sudah bekerja keras, sudah berjuang bersama-sama di lapangan, tapi apa boleh buat, takdirnya memang seperti ini,” ujar Indra.

Pemain berusia 19 tahun ini mengaku tidak harus merasa malu karena gagal memberikan kemenangan di depan puluhan ribu suporter Indonesia. Menurutnya, perjuangan bersama rekan-rekan di Timnas Indonesia U-19 di lapangan sudah cukup untuk membuatnya pulang dengan kepala tegak.

“Saya tidak merasa malu. Saya menegakkan kepala. Kegagalan ini tidak harus membuat kami merasa terpuruk atau malu. Mungkin ini kegagalan yang akan membuat kami suatu saat nanti bisa jadi lebih baik,” imbuh Indra.

Indonesia Kalah dengan Kepala Tegak

Indonesia memang kalah dari Jepang dan gagal ke Piala Dunia U-20 2019. Tapi secara kelas timnas U-19 dinilai tak kalah kelas dari Jepang.

Indonesia harus mengubur mimpi untuk ke Piala Dunia U-20 setelah kalah 0-2 dari Jepang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (28/10/2018) malam WIB, pada laga perempatfinal Piala Asia U-19. ‘Garuda Muda’ kebobolan dua gol, yakni oleh Shunki Higashi dan Taisei Miyashiro.

Jika melihat dari statistik permainan versi AFC, Indonesia mampu menguasai permainan sebesar 48 persen. Garuda Muda juga tercatat punya tiga tembakan ke gawang dari 13 percobaan.

Di sisi lain, Jepang berhasil menguasai permainan sebesar 52 persen. Ada lima tembakan ke gawang yang dibuat Jepang dari 17 percobaan.

Pelatih timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri menekankan bahwa anak-anak asuhnya tak kalah kelas dari Jepang yang merupakan juara bertahan. Setelah memberikan perlawanan selama 90 menit, Indonesia bisa pulang dengan kepala tegak.

“Ini suasana berbeda dibanding 2014. Jauh berbeda. Kita sedih, itu pasti. Tapi ada keyakinan diri, level sepakbola kita tidak di bawah Jepang,” kata Indra dalam konferensi pers usai laga.

“Pengamat dan lainnya wajar mengatakan kami kalah, bagi saya no. Sepakbola Indonesia tidak di bawah Jepang.

“Para pemain (kalah) dengan kepala tegak. Perlu konsistensi dan komitmen. Makin lama tim ini siap menjadi pemain senior dan siap pakai,” tegasnya.

Timnas U-19 Antisipasi Adu Penalti dengan Jepang

Timnas Indonesia U-19 akan menantang Jepang di perempatfinal Piala Asia U-19 besok. Pelatih Indra Sjafri mengantisipasi adu penalti.

Indonesia menantang Jepang di perempatfinal Piala Asia U-19. Kedua tim akan bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (28/10/2018) malam WIB.

Berbagai persiapan dilakukan Timnas U-19. Di bawah pengawasan Indra, Timnas mengasah bagian yang tumpul di fase grup.

Selain itu, Indra menyiapkan anak asuhnya jika laga berlanjut ke adu penalti. Dia berharap agar eksekutor akurat.

“Ini persiapan untuk pertandingan besok dan semua apa yang akan terjadi sudah coba kami antisipasi, termasuk hal-hal yang kecil. Kami juga latihan penalti, siapa tahu berlanjut dengan perpanjangan waktu dan penalti,” kata Indra di Lapangan A, Senayan, Sabut (27/10/2018) pagi WIB.

Belakangan ini Timnas U-19 dinilai punya penyelesaian akhir yang buruk. Indra menegaskan tak fokus ke hal itu.

“Kami tidak bicara penyelesaian akhir lagi. Kami tidak bicara kesalahan. Kami fokus semangat sumpah pemuda,” Indra menambahkan.

“Tidak ada waktu perbaiki finishing dan bicara ini tidak bagus, itu tidak bagus. Masalah mental saat ini,” dia menegaskan.

Jadwal Pertandingan Piala Asia U-19: Timnas Indonesia U-19 vs UEA

Kompetisi Piala Asia U-19 2018 telah memasuki babak akhir penyishan grup, pada jadwal pertandingan Piala Asia U-19 hari ini, sejumlah laga sengit akan berlangsung termasuk Timnas Indonesia U-19 vs Uni Emirat Arab (UEA).

Final matchday Grup A, yang bakal berlangsung serempak nanti malam akan menyajikan duel hidup mati dari empat tim, guna meraih ambisi lolos dari fase grup Piala Asia U-19 2018.

Timnas Indonesia U-19 kembali akan bertanding dan bakal melakoni laga sulit alias mission impossible, pasalnya usai skuat Garuda Muda harus berhadapan dengan sang pemuncak klasemen UEA U-19.

Pasca kalah dari Qatar U-19, langkah Egy Maulana Vikri dan kolega semakin sulit bahkan jika imbang sekalipun Timnas Indonesia U-19 masih harus berharap dari hasil lain, sehingga kemenangan merupakan harga mati dalam laga nanti.

Jadwal Piala Asia U-19 2018: Timnas Indonesia U-19 vs UEA

24 Oktober 2018, Pukul 19:00 WIB

Timnas Indonesia U-19 vs UEA U-19, Gelora Bung Karno Stadium, Jakarta

Timnas Qatar U-19 vs Chinese Taipei, Pakansari Stadium, Cibinong

Hari Pertama Piala Asia U-19 di GBK Sepi Penonton

Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia U-19 2018. Penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) masih sepi.

Indonesia membuka Piala Asia U-19 2018 pada Kamis (18/10/2018). Laga pertama mempertemukan Uni Emirat Arab melawan Qatar di SUGBK pada sore hari. Usai laga itu, Indonesia menghadapi Taiwan.

Tak banyak penonton yang datang di hari pertama pertandingan. Bahkan, ketika Timnas Indonesia tampil mulai pukul 19.00 WIB.

Sepinya penonton terlihat pada tribune Barat dan Timur. Tribune yang bergemuruh cuma terlihat di sisi Selatan dan Utara. Terdapat komunitas kelompok suporter Ultras Garuda di sisi Selatan yang sangat atraktif dengan koreografinya.

Khusus pertandingan Indonesia, PSSI mencetak 21 ribu lembar tiket pada 18 Oktober, 24 ribu tiket di 21 Oktober, dan 21 ribu tiket di 24 Oktober. Sedangkan untuk laga Grup B,C, dan D, PSSI mencetak 800 tiket setiap hari pertandingan.

Selain Gelora Bung Karno, Piala Asia U-19 bakal berlangsung di Stadion Patriot dan Stadion Pakansari.

UEA Kalahkan Qatar di Laga Perdana Piala Asia U-19, Pelatih Puas

Uni Emirat Arab sukses mengalahkan Qatar 2-1 di laga pertama Piala Asia U-19. Pelatih Batelli Ludovic puas dengan hasil positif itu.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (18/10/2018), UEA menang dengan skor 2-1. Meski bermain dengan 10 pemain, UEA mampu mengamankan tiga poin pertama.

Ahmed Fawzi membuka keunggulan UEA di menit ke-16 lewat assist Ali Saleh. Sempat diimbangi Qatar di menit ke-36 oleh gol Abdulrasheed Umaru, UEA kembali unggul di menit ke-41. Kali ini, Ali yang mencetak gol kedua UEA. Sementara itu, gol balasan Qatar dicetak Abdulrasheed Umaru.

Dengan kemenangan itu, UEA untuk sementara menguasai klasemen Grup A Piala Asia U-19. Ludovic puas dengan performa anak didiknya.

“Ini hasil yang bagus buat kami karena sangat penting dalam kompetisi, mengawali pertandingan pertama dengan kemenangan. Di awal pertandingan kami bermain kurang baik, tapi di akhir kami bermain lebih baik dan bisa mengalahkan Qatar,” kata Ludovic dalam konferensi pers usai pertandingan.

Sementara itu, pelatih Qatar, Bruno Pinheir, kecewa dengan kekalahan itu. Dia menilai Qatar seharusnya bisa mencetak banyak gol dalam laga itu.

“Saya merasa sedih seperti pemain. Tapi saya percaya kami bisa lolos, kalau bermain seperti tadi. Tim bermain bagus, dan mereka sebenarnya bisa mencetak gol lagi. Tapi itu lah yang terjadi,” ujar Bruno usai laga.

Dia juga menjelaskan kekalahan ini bukan karena masalah cuaca di Indonesia. Menurutnya timnya sudah terbiasa menghadapi cuaca panas.

“Tidak ada masalah karena di sana cuacanya jauh lebih ekstrem,” katanya.

Pada laga selanjutnya, Qatar akan menghadapi Indonesia. Sementara, UEA bertemu dengan Taiwan yang sama-sama digelar pada 21 Oktobe

Pelatih Qatar dan UEA di Piala Asia U-19: Rumput GBK Buruk

Qatar dan Uni Emirat Arab telah menyelesaikan pertandingan pertamanya di Grup A Piala Asia U-19. Mereka menyebut kualitas rumput di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) kurang bagus.

Pada pertandingan yang digelar di SUGBK, Kamis (18/10/2018), UEA sukses mengalahkan Qatar 2-1. Dua gol UEA dicetak oleh Ahmed Fawzi dan Ali Saleh. Qatar hanya mampu membalas satu gol lewat Abdulrasheed Umaru.

Dalam pertandingan tersebut, kedua tim bermain dalam tempo yang cukup tinggi. UEA bahkan bermain dengan 10 pemain ketika Al Harbi mendapatkan kartu kuning keduanya.

Pemain kedua tim sempat jatuh-jatuh saat membawa bola. Apalagi sebelum pertandingan, hujan sempat mengguyur stadion.

Menurut pelatih Timnas UEA U-19, Batelli Ludovic, kondisi rumput GBK tak terlalu baik. Itu bisa merugikan tim saat menjalani pertandingan.

“Saya sedikit kecewa dengan kualitas lapangan, bagi saya ini sangat buruk. Dan Qatar bisa ambil keuntungan dari itu,” kata Ludovic dalam konferensi pers usai pertandingan.

Hal yang sama juga dirasakan oleh pelatih Timnas Qatar U-19, Bruno Pinheir. Dia menyarankan sebagai tuan rumah, Indonesia, seharusnya menyiapkan stadion yang lebih baik

“Ini ajang internasional dan seharusnya rumput bagus. Tapi saya rasa rumput di sini belum maksimal bukan berarti tidak bagus,” kata Bruno.