Arsip Tag: Piala Presiden 2019

Daftar Hukuman Komdis PSSI atas Pelanggaran Klub di Piala Presiden 2019

Meski berstatus turnamen pra-musim, Piala Presiden 2019 juga menjadi ranah PSSI untuk menghukum klub yang melakukan pelanggaran.

Kali ini Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan klub-klub peserta. Terutama yang diakibatkan oleh ulah oknum suporter di dalam stadion.

Setidaknya ada lima klub yang mendapat hukuman dari Komdis, mereka adalah Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Arema FC, Semen Padang, dan Kalteng Putra. Kegagalan dalam mengatur tingkah oknum suporter masih menjadi tajuk utama dalam hasil komdis kali ini.

Kalteng Putra, klub yang baru saja promosi ke Liga 1 2019 ini diberi sanksi karena mengenakan jersey dengan muatan politis pada laga melawan PSM Makassar (6/3).

Arema FC jadi tim yang paling banyak mendapat denda dari Komdis. Tim berjuluk Singo Edan itu mendapat dua hukuman dengan total denda mencapai Rp 150 juta.

Sementara bagi Persebaya dan Persib, sama-sama mendapat total denda Rp 105 juta. Namun pihak Persib mendapat tambahan teguran dari Komdis. Panpel Persib dinilai tidak bisa memberikan rasa aman dan nyaman saat menggelar pertandingan.

Berikut Hasil lengkap Sidang Komdis PSSI pada 13 Maret 2019:

1. Persib Bandung
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: Persib Bandung vs PS TIRA Persikabo
– Tanggal kejadian: 2 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Pelemparan botol
– Hukuman: Denda Rp 30 juta

2. Persib Bandung
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: Persebaya Surabaya vs Persib Bandung
– Tanggal kejadian: 7 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Pelemparan botol dan penyalaan flare
– Hukuman: Denda Rp 75 juta

3. Panitia pelaksana pertandingan Persib Bandung
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: Persebaya Surabaya vs Persib Bandung
– Tanggal kejadian: 7 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Gagal memberikan rasa aman dan nyaman
– Hukuman: Teguran keras

4. Persebaya Surabaya
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: Perseru Serui vs Persebaya Surabaya
– Tanggal kejadian: 2 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Pelemparan botol
– Hukuman: Denda Rp 30 juta

5. Persebaya Surabaya
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: Persebaya Surabaya vs Persib Bandung
– Tanggal kejadian: 7 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Pelemparan botol dan penyalaan flare
– Hukuman: Denda Rp 75 juta

6. Arema FC
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: Arema FC vs PS Barito Putera
– Tanggal kejadian: 4 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Pelemparan botol dan penonton masuk lapangan
– Hukuman: Denda Rp 75 juta

7. Arema FC
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: Persela Lamongan vs Arema FC
– Tanggal kejadian: 9 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Pelemparan botol dan penyalaan flare
– Hukuman: Denda Rp 75 juta

8. Panitia pelaksana pertandingan Arema FC
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: Persela Lamongan vs Arema FC
– Tanggal kejadian: 9 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Gagal memberikan rasa aman dan nyaman
– Hukuman: Teguran keras

9. Semen Padang FC
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: Semen Padang FC vs Bali United FC
– Tanggal kejadian: 11 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Pelemparan botol
– Hukuman: Sanksi denda Rp 30 juta

10. Kalteng Putra
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: PSM Makassar vs Kalteng Putra
– Tanggal kejadian: 6 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Tulisan bermuatan politik pada jersey tim
– Hukuman: Denda Rp 50 juta

Kalahkan Kalteng Putra, PSIS Tak Boleh Puas Diri

PSIS Semarang pantang berpuas diri setelah mengalahkan Kalteng Putra di matchday kedua Piala Presiden 2019. PSIS harus terus belajar.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Moch Soebroto Magelang, Minggu (10/3/2019). PSIS mengalahkan Kalteng Putra 1-0 lewat gol Heru Setyawan di penghujung laga.

Hasil ini membawa PSIS naik ke posisi kedua Grup C Piala Presiden 2019 dengan tiga poin. Sama seperti Kalteng Putra di posisi ketiga.

Pelatih PSIS, Jafri Sastra, tak mau timnya puas diri dengan kemenangan ini. Laskar Mahesa Jenar harus terus belajar di Piala Presiden untuk menatap Liga 1.

“Kami akan tetap terus belajar di Piala Presiden ini karena masih banyak kekurangan tim yang harus kami benahi. Apalagi menatap pertandingan ketiga nanti, tapi untuk hari ini harus kami syukuri dulu,” kata Jafri.

“Kami harus tetap belajar dan belajar. Tim ini disiapkan untuk Liga I 2019. Jadi ada fase yang harus kami ikuti, salah satu fase Piala Presiden. Ini betul-betul bisa menjadi pembelajaran bagi kami dalam banyak aspek,” sambungnya.

Di laga selanjutnya, PSIS bakal menghadapi PSM Makassar pada Sabtu (16/3/2019). PSM saat ini ada di posisi terbawah klasemen Grup C usai meraih dua kekalahan.

Menang atas Borneo, PSS Akui Sempat Kesulitan

PSS Sleman sukses mengatasi Borneo FC di Piala Presiden 2019. Meski menang, PSS mengaku sempat kesulitan di awal laga.

PSS memetik kemenangan 2-0 atas Borneo di laga kedua Grup D Piala Presiden 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (8/3/2019). Gol-gol PSS diciptakan oleh Brian Ferreira dan Kushedya Hari Yudo.

Ini jadi kemenangan perdana PSS di Piala Presiden 2019. Dengan tiga poin, PSS menjaga asa lolos ke babak delapan besar.

“Pertandingan yang cukup menarik, karena pertemuan ketiga kalinya (PSS vs Borneo). Saya pikir tensi cukup lumayan, saya mengingatkan ke pemain agar kendalikan emosi di lapangan,” kata pelatih PSS Seto Nurdiyantoro seusai pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (8/3/2019).

“Sebetulnya sejak awal kita inginnya pressing sejak awal, analisis dua pertandingan sebelumnya. Tapi ternyata kita dipress, mereka lebih bermain terbuka, berbeda dua pertandingan sebelumnya,” ujar Seto.

Seto mengakui anak asuhnya sempat keteteran di 15 menit pertama. Ia pun masih menyebut masih ada beberapa evaluasi untuk timnya.

“Menit awal kita keteteran, tapi masuk 15 menit pemain lebih enjoy, akhirnya bisa memenangkan pertandingan,” ucapnya.

“Teknis bermain sama dengan pertandingan pertama (melawan Madura United), faktor pembeda adalah beban otot pemain mulai pulih, fisik kembali bugar. Pemain tampil lebih impresif, ada kecepatan, kelincahan,” Seto menjelaskan.

“Memang masih ada beberapa evaluasi, kemenangan ini semoga bisa membuat pemain lebih melihat kelebihan dan kekurangannya, bisa memahami bagaimana rasanya menang,” imbuhnya.

Demi Tiket ke 8 Besar, PSS Bertekad Kalahkan Persija

Kemenangan atas Borneo FC membuka peluang lolos PSS Sleman ke babak 8 besar Piala Presiden 2019. PSS pun tak akan menyia-nyiakan laga terakhir melawan Persija Jakarta.

PSS menang 2-0 atas Borneo di laga kedua Grup D Piala Presiden 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (8/3/2019). Gol-gol PSS diciptakan oleh Brian Ferreira dan Kushedya Hari Yudo.

Dengan kemenangan ini, PSS kini mengumpulkan tiga poin di peringkat ketiga. Mereka membuntuti Persija dan Madura United yang punya empat poin. Sementara Borneo dipastikan tersingkir karena belum dapat poin.

Dengan satu laga tersisa, Persija, Madura United, dan PSS punya peluang lolos ke babak 8 besar. Di laga terakhir, PSS akan melawan Persija sedangkan Madura United bertemu Borneo. Kedua laga akan dimainkan pada 15 Maret.

Dengan peluang lolos yang terbuka, PSS tak mau menyia-nyiakannya begitu saja. Karena itu, mereka bertekad mengalahkan Persija.

“Karena nanti yang menang pasti akan yang lolos, di grup ini tiga tim sama-sama berpeluang lolos,” kata pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro di Stadion Maguwoharjo, Jumat (8/3/2019).

Seto pun meyakini anak asuh Ivan Kolev juga bakal bermain mati-matian untuk meraih kemenangan. Dia akan menyiapkan strategi untuk meredam agresivitas Ismed Sofyan dkk.

“Persija dengan materi tim yang sangat lumayan, kedalaman tim, pergantian pemain mereka tidak susah, tidak pusing. Saya pikir mereka akan tampil maksimal,” ujarnya.

“Siapapun yang siap nanti akan ditampilkan, kita juga akan rotasi, biar tahu apa kekurangan kelebihan tim ini, baik secara pribadi maupun tim. Mudah-mudahan kedua tim bisa tampil menghibur penonton,” imbuh Seto.

Borneo FC Tak Mau Pulang dari Sleman dengan Tangan Hampa

Borneo FC memang sudah dipastikan tersingkir dari Piala Presiden 2019. Meski demikian, Borneo tetap bertekad meraih hasil positif di laga terakhir.

Borneo kembali menelan kekalahan di Grup D Piala Presiden 2019. Menghadapi PSS Sleman pada pertandingan kedua di Stadion Maguwoharjo, Jumat (8/3/2019), Pesut Etam kalah 0-2.

Itu merupakan kekalahan kedua Borneo dari dua laga. Sebelumnya, mereka dihajar Persija Jakarta dengan skor 0-5.

Dengan demikian, Borneo dipastikan tersingkir dari Piala Presiden 2019. Mereka jadi juru kunci Grup D tanpa poin dengan satu pertandingan tersisa.

“Saya tidak tahu poinnya, kita layak kalah pada pertandingan hari ini. Kami sudah main sebaik mungkin, tapi tidak bisa menghakimi staf atau yang lain (pemain), sepakbola ini sportif,” kata pelatih Borneo Fabio Lopez seusai pertandingan, Jumat (8/3/2019).

“Kita bermain baik, tapi kadang-kadang momen seperti ini tidak bisa diduga. Saya menghargai pemain saya,” ucap Fabio.

“Mereka datang dua kali dan mencetak dua gol, saya tidak bisa complain,” lanjut pelatih asal Italia itu yang mengomentari jalannya pertandingan melawan PSS. Di laga terakhir, Borneo akan menghadapi Madura United pada Jumat (15/3/2019). Borneo yang belum mencetak gol itu pun bertekad meraih hasil positif.

“Ada momen kita main bagus, saya dulu lihat pertandingan lawan Persija, kami belum siap mengikuti pertandingan ini,” kata kapten Borneo FC, Diego Michiels.

“Dua pertandingan, belum cetak gol. Semoga game terakhir kita meraih hasil positif,” imbuhnya.

Inilah Hal Baru di Piala Presiden 2019

Piala Presiden 2019 bakal berlangsung pada 2 Maret-12 April 2019. Penyeleggaraan tahun ini menjadi kali keempat turnamen pramusim itu digelar.

Lantas, apa yang baru di edisi keempat kali ini? Menurut PSSI selaku penyelenggaran event, tak banyak hal baru di tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Segala angka yang berkaitan dengan finansial pun tak ada yang berubah. Mulai dari hadiah hingga match fee sama dengan Piala Presiden 2018.

Juara mendapatkan Rp3,3 miliar, runner up Rp2,2 miliar, peringkat ketiga Rp750 juta, pemain terbaik Rp250 juta, top skor Rp150 juta, pemain muda terbaik Rp150 juta, dan wasit terbaik Rp50 juta.

Hanya ada dua hal baru di edisi kali ini, yaitu skema partai final dan sebagai wadah percobaan struktur organisasi.

Final kali ini akan berkonsep kandang tandang. Setiap finalis berhak mendapatkan jatah bermain di kandang, bukan di tempat netral seperti tahun-tahun sebelumnya. “Kami mau laga final banyak dipenuhi suporter,” ucap Iwan Budianto, Ketua Panitia Piala Presiden.

Selain terkait final, PSSI pun akan mencoba debut dari Badan Wasit Indipenden yang akan mulai bertugas di tahun ini. Badan tersebut nantinya akan berada di bawah Komite Wasit yang bertugas memberikan penilaian dan penugasan kepada wasit-wasit yang memimpin.

“Badan itu nantinya bekerja sama dengan JFA (federasi sepak bola Jepang),” tutur Ratu Tisha, Sekjen PSSI.

Inilah Hal Baru di Piala Presiden 2019