Arsip Tag: PSM Makasar

PSM Makassar Waspadai Kecepatan Lalenok United

PSM Makassar menghadapi Lalenok United di babak playoff AFC Cup 2020. Juku Eja mewaspadai kecepatan juara Liga Timor Leste itu.

Duel PSM dengan Lalenok United berlangsung pada 22 Januari. Tim asuhan Bojan Hodak akan menjalani pertandingan tandang terlebih dahulu.

Bijan sudah mengamai permainan Lalenok. Dia menggunakan video untuk menganalisa calon lawan. “Saya sudah memiliki sedikit gambaran meski belum seutuhnya. Saya hanya tahu mereka menjuarai Liga Timor Leste. Saya sudah menyaksikan beberapa rekaman pertandingan. Mereka bermain sangat cepat,” kata Bojan Hodak di Stadion Andi Mattalatta Makassar, Senin (13/1/2020).

Bojan juga mengungkapkan keunggulan PSM atas Lalenok. Keunggulan postur tubuh pemain PSM akan dimaksimalkan.

“Dibandingkan kami, mereka tidak memiliki postur yang tinggi. Tapi memiliki kecepatan sehingga berbahaya dalam situasi satu lawan satu,” jelasnya.

“Kami harus memaksimalkan kekuatan yang dimiliki. Juga harus fokus menjaga kedisplinan sepanjang laga,” tambahnya.

Dua Pelatih Asing Jadi Bidikan PSM Makassar

PSM Makassar tengah mencari pelatih baru untuk musim depan, usai Darije Kalezic memilih mundur dari nahkoda Juku Eja di akhir musim ini.

Musim depan, PSM akan tampil di dua ajang yakni Liga 1 dan Piala AFC. Mereka juga mungkin bermain di turnamen pra-musim Piala Presiden.

Setidaknya ada dua nama asing yang masuk ke bursa calon pelatih baru PSM. Mereka adalah Dejan Antonic yang merupakan mantan pelatih Borneo FC musim 2018 dan Madura United musim 2019.

Kemudian ada mantan pelatih PSIS Semarang pada musim 2018 lalu, Vincenzo Alberto Annese.

“‘Kami tak mau buru-buru. Langkah awal yang akan kami lakukan adalah berkomunikasi dengan para asisten pelatih. Apakah mengambil pelatih yang pernah melatih di Indonesia atau tidak,” kata CEO PSM, Munafri Arifuddin, dilansir dari Kumparan.

”Intinya pelatih yang akan menangani PSM musim depan masih kami prioritaskan pelatih asing,” kata dia menambahkan.

PSM harus bergerak cepat untuk menentukan pelatih baru, karena mereka mesti menyetorkan daftar pemain untuk berlaga di AFC Cup musim depan pada 7 Januari 2020.

“Pokoknya kami mengumpulkan dulu seluruh pelatih yang bisa diajak bicara dan benar-benar mampu menukangi PSM,” katanya.

”Karena kami juga melihat trek rekor dari calon pelatih, tidak ada salahnya juga melihat dan membandingkan satu pelatih dengan pelatih yang lain,” jelas Appi menutup. Munculnya dua nama calon tersebut, sejumlah pemain pun angkat bicara. Salah satunya adalah bek PSM, Hasyim Kipuw yang menyebut kedua pelatih sebenarnya cocok menukangi tim.

“Yang penting selama mereka baik untuk tim dan bisa mengangkat performa tim lebih baik lagi untuk musim berikutnya,” tegas Kipuw dikutip dari laman Tribun Timur.

“Tapi semua kan kembali ke menejemen PSM saja. Kita semua pemain siap saja,” imbuh Hasyim Kipuw.

Dejan sudah hafal dengan sepakbola Indonesia karena rnah menjadi pemain Persebaya Surabaya, Arema Indonesia, dan Persita Tangerang.

Sementara Vincenzo mengantongi lisensi kepelatihan UEFA Pro.

PSM Keluhkan Jadwal Padat

PSM Makassar harus bertanding tiga kali dalam kurun waktu kurang dari 10 hari. Hal ini bikin skuat Juku Eja meradang karena fisik terkuras habis.

PSM akan mengawali rangkaian jadwal padat itu di Stadion Batakan, Balikpapan, Kamis (14/11/2019) malam WITA nanti, menghadapi Persebaya Surabaya. Selang empat hari setelahnya, mereka kembali ke Makassar untuk menjamu Persipura Jayapura.

Lalu, pada tanggal 23 November, PSM akan kedatangan pemuncak klasemen Liga 1 2019 Bali United. Padatnya jadwal ini dikeluhkan oleh pelatih Darije Kalezic sehingga jadwal istirahat pemainnya terganggu dan tidak bisa tampil maksimal secara konsisten.

“Iya bahwa jarak pertandingan hanya sehari, bahkan dua hari dengan jadwal sangat padat, kita juga tak bisa berbuat banyak. Jadwal sangat padat sekali dan saya bisa bilang tim fit,” kata Kalezic.

Meski kelelahan, Kalezic menegaskan timnya telah siap melakoni laga lawan Persebaya dan tiga poin jadi target, demi merangkak naik di klasemen. Saat ini PSM ada di posisi kesembilan dengan 36 poin.

“Iya dan jadwal luar biasa dan penting bagi saya, pasanya itu hal yang memang saya betul betul,” jelasnya.

Sementara itu, gelandang PSM Makassar, Rizki Pellu mengatakan jika dirinya dan pemain lain akan bertarung demi hasil bagus.

“Pemain pastinya kami siap dan tentu dengan jadwal padat ini, iya kita fokus pada pertandingan setiap lagi kita akan bertarung dan dapat hasil bagus,” timpal Rizki.

Trofi Piala Indonesia Akhiri Puasa Gelar PSM Selama 19 Tahun

PSM Makassar keluar sebagai juara Piala Indonesia usai mengalahkan Persija Jakarta. Hasil itu sekaligus mengakhiri puasa gelar PSM selama 19 tahun.

PSM berhasil mengalahkan Persija 2-0 pada leg kedua Piala Indonesia di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Selasa (6/8/2019). Gol-gol Juku Eja lahir lewat Aaron Evans dan Zulham Zamrun.

Tim asuhan Darije Kalezic pun keluar sebagai juara dengan agregat 2-1, setelah pada pertemuan pertama di Jakarta kalah 0-1.

Gelar Piala Indonesia sekaligus mengakhiri dahaga trofi publik Makassar. Mereka terakhir kali merasakan sebagai juara pada 2000 dengan memenangi Liga Bank Mandiri.

Ini juga menjadi gelar Piala Indonesia pertama untuk PSM, setelah terakhir kali dimenangi Persibo Bojonegoro pada 2012. Usai Persibo juara, Piala Indonesia berhenti panjang.

Selain Piala Indonesia, PSM sudah mengoleksi enam gelar juara liga. Ada pula gelar Jusuf Cup sebanyak tujuh kali, Soeharto Cup satu kali, dan Habibie Cup empat kali semua didapat sebelum tahun 2000.

PSM Makassar Dijamu Pallubasa dan Didoakan Juara Liga Tahun Ini

PSM Makassar dijamu Pj Wali Kota Makassar, Iqbal S. Suhaeb, tadi malam. Juku Eja diharapkan menjadi juara Liga 1 2019.

Tim PSM Makassar bahkan dijamu dengan kuliner favorit Makassar, Pallubasa dalam agenda silaturahmi di Baruga Anging Mamiri, Senin (10/06/2019) malam. Suntikan semangat diberikan oleh Iqbal.

“Kami menjamu PSM Makassar dengan Pallubasa agar semangatnya tidak kendor, kuat, dengan protein cukup. Itu agar mampu membawa PSM ke posisi puncak,” kata Iqbal dalam rilis kepada detikSport,

Sementara itu, CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan prestasi yang telah diraih oleh PSM. Di antaranya, laju PSM di semifinal Piala AFC 2019.

“Kesempatan ini, saya ingin melaporkan bahwa PSM menjadi satu-satunya klub di Indonesia yang bertahan di tiga kompetisi yang berbeda, L:iga 1 2019, Piala Indonesia, dan Piala AFC,” ujar Appi, Munafri Arifuddin.

“Berharap dukungan dan doa dari pemerintah Kota Makassar, di mana Makassar sebagai tempat bermarkas, dan melakukan segala aktivitas, agar memberikan harapan baru bagi PSM,” kata dia.

Peringkat Klub Asia 2019: Persija dan PSM Alami Kenaikan

Posisi dari klub Liga 1 Indonesia, Persija Jakarta, mampu mengalami peningkatan dalam daftar peringkat klub Asia 2019. Hal ini telah dirilis oleh situs footyrankings.com dalam rilisan peringkat klub Asia per 22 Mei 2019.

Situs Footy Ranking merangkum penampilan dari klub-klub Asia dalam empat tahun terakhir mereka berlaga di kompetisi level Asia. Total ada 162 tim yang masuk dalam peringkat klub Asia 2019.

Persija yang pada April lalu berada di posisi ke-90, saat ini merangkak ke peringkat 86. Tim Macan Kemayoran mendapatkan nilai total koefisien 15,23 dalam empat tahun terakhir berkompetisi di kancah Asia.

Kenaikan juga dialami oleh tim Indonesia lainnya, PSM Makassar yang mampu beranjak ke posisi 109 dengan total koefisien 9,24. Sebelumnya, PSM hanya mampu menempati peringkat ke-30 pada April lalu.

Sementara Bali United justru turun satu peringkat, yang tadinya di posisi ke-115 turun menjadi 116.

PSM Makassar Ingin Gelar Laga Kandang Semifinal Piala AFC di Jakarta

PSM Makassar kemungkinan besar tidak akan lagi menggunakan Stadion Pakansari pada laga semifinal zona ASEAN Piala AFC. CEO PSM, Munafri Arifuddin berniat untuk menggunakan Stadion Madya untuk laga semifinal.

Faktor jarak yang cukup jauh dari pusat kota membuat PSM enggan kembali menggunakan Stadion Pakansar sebagai markas untuk semifinal Piala AFC 2019. Munafri yang akrab disapa Appi mempertimbangkan stadion lain untuk digunakan PSM yang berada di pusat kota.

Salah satu stadion yang menjadi alternatif adalah Stadion Madya yang berada di kawasan Senayan, Jakarta. Stadion Madya dipilih karena sempat direnovasi untuk gelaran Asian Games 2018 lalu.

“Kalau bisa kami main di Stadion Madya Jakarta, karena kan sudah renovasi waktu untuk Asian Games,” ujar Appi dilansir dari Tribun Timur.

“Tapi kami cek dulu apakah sudah lolos standar AFC atau bagaimana, tapi sejauh ini belum ada yang fix,” ungkap Appi.

Penggunaan Stadion Madya juga bukan tanpa halangan karena stadion yang berkapasitas 20 ribu penonton tersebut diutamakan untuk atletik. Selain Stadion Madya, PSM juga memiliki alternatif lain yaitu Stadion Maguwoharjo di Sleman dan Stadion Kapten I Wayan Dipta di Bali.

Pada laga semifinal zona ASEAN, PSM akan menghadapi wakil dari Vietnam, Becamex Binh Duong. Leg pertama akan digelar pada 19 Juni sedangkan leg kedua dilaksanakan pada 26

Kemenangan di Piala AFC Jadi Modal PSM Hadapi Bhayangkara FC

PSM Makassar harus membalikkan keadaan atas Bhayangkara FC di perempatfinal Piala Indonesia. PSM menyambut laga ini dengan semangat tinggi usai comeback di Piala AFC.

PSM akan menjamu Bhayangkara FC di leg kedua perempatfinal Piala Indonesia di Stadion Andi Mattalata, Jumat (3/5/2019). Juku Eja harus membalikkan keadaan setelah kalah 2-4 di leg pertama.

Menghadapi laga leg kedua, PSM membawa modal kemenangan di pertandingan Piala AFC melawan Home United, Selasa (30/4/2019). Di laga tersebut, Marc Klok dkk menang dengan skor 3-2.

PSM sempat tertinggal dua gol lebih dulu pada pertandingan tersebut. Namun mereka kemudian bangkit dengan mencetak tiga gol di 30 menit terakhir pertandingan.

Menghadapi Bhayangkara, PSM diharapkan menampilkan semangat yang sama seperti saat menaklukkan Home United. Apalagi PSM akan bermain di hadapan pendukungnya sendiri.

“Pertandingan pertama (lawan Bhayangkara FC) kita dikalahkan. Di Jakarta kami tidak memulai pertandingan dengan baik, tapi setelah 20 menit kemudian pemain kembali mendominasi dan menjadikan skor 2-2. Dominasi kita hampir 50 menit dan itu menjadikan kita tim lebih baik dari Bhayangkara FC,” ujar Pelatih PSM Darije Kalezic, pada Kamis (2/5/2019).

“Di momen ini kondisi pemain saya sudah jauh lebih baik, mereka akan cukup bagus untuk bermain besok, dan juga pemain saya menunjukkan bahwa di 30 menit bermain di Bogor (melawan Home United) mereka bisa melaju ke babak berikutnya,” ungkap Darije.

“Kita sedang sibuk untuk memulihkan diri setelah AFC, untuk sebisa mungkin bugar di pertandingan Piala Indonesia. Kita percaya bisa melangkah ke putaran selanjutnya, ini tidak bakal mudah tapi dengan bantuan suporter saya pikir kita akan dapat melakukan itu,” katanya menambahkan.

Hadapi Dua Ajang, PSM Makassar Bawa 18 Pemain

PSM Makassar akan menghadapi minggu yang padat pada pekan ini dengan tampil di dua ajang, yakni Piala Indonesia dan Piala AFC.

PSM dibawah arahan pelatih Darije Kalezic membawa sebanyak 18 pemain dalam lawatan ke Jakarta pada hari Kamis (25/4/2019) ini.

Pada hari Sabtu (27/4), PSM akan menghadapi tuan rumah Bhayangkara FC di leg pertama babak delapan besar Piala Indonesia. Laga ini akan digelar di Stadion PTIK, Jakarta.

Kemudian pada 30 April, Juku Eja akan menjamu Home United pada ajang Piala AFC di Stadion Pakansari, Bogor.

Baru pada tiga hari berselang PSM ganti menjamu Bhayangkara FC dalam leg kedua babak delapan besar Piala Indonesia di Stadion Andi Mattalatta Mattoaingin (3/5/2019).

“Menghadapi Bhayangkara kita bawa 18 pemain, minus Ferdinand yang masih cedera,” kata Asisten pelatih PSM, Imran Amirullah dikutip dari Tribun Timur.

“Kita persiapannya bagus kondisi pemain tadi latihan enjoy,” lanjutnya.

PSM juga tak bisa menurunkan Eero Markkenen dan juga Abdul Rahman dalam laga Piala AFC. Keduanya harus menjalani akumulasi kartu kuning.

Pelatih PSM, Darije Kalezic akan menyiapkan dua skema agar tidak mengorbankan satu turnamen demi fokus turnamen lainnya.

“Kami harus menyiapkan tim dengan sangat detail. Kami tahu ada pekerjaan besar yang harus dilakukan sebelum memulai liga,” sebut Kalezic seperti dilansir Fajar.

Berikut daftar pemain yang dibawa dalam lawatan PSM ke Jakarta:

1. Rivky Mokodompit
2. Beny Wahyudi
3. Munhar
4. Abdul Rahman
5. Taufik Hidayat
6. Marc Klok
7. Zulham Zamrun
8. Rizky Pellu
9. Eero Markkenen
10. Wiljan Pluim
11. M Rahmat
12. Hilman Syah
13. Aaron Evans
14. Hasyim Kipuw
15. Asnawi Mangkualam Bahar
16. M Arfan
17. Bayu Gatra
18. Guy Junior

Gagal Juara, PSM Rayakan Kemenangan dan Pesta Kembang Api di Makassar

PSM Makassar gagal menjadi juara Liga 1 2018. Dipaksa puas finis kedua, PSM tetap merayakan kemenangan di Stadion Andi Mattala Mattoanging Makassar.

Dari pantauan detik.com, perayaan kemenangan PSM ini digelar dengan pesta kembang api. Tak hanya itu, ribuan sopoter bahkan masuk ke dalam lapangan.

Suara nyanyian dan lagu PSM Makassar diputar dan dinyanyikan bersama. Meski kecewa, para supoter nampak antusiasi dan semangat setelah timnya mengasak PSM Medan dengan skor 5-1.

“Tidak apa-apaji, munkin belum rejeki. Tahun depan PSM akan juara,” kata seorang supoter, Ahmad, ditemui di Stadion Andi Matalatta, usai laga, Minggu (9/12/2018).

Meski gagal, PSM tetap menjadi kebangaan dan menjadi juara bagi masyatakay Sulsel terkhusus Makassar.

“Kita suda juara, tetap bangga atas pejuagan PSM Makassar selama kompetesi Liga 1,” paparnya.

PSM Makassar meraih kemenangan telak dengan skor 5-1 pada laga terakhir Liga 1 2018. Namun kemenangan besar itu tak cukup mengantar mereka ke tangga juara karena di tempat lain Persija Jakarta menang 2-1 atas Mitra Kukar.

Dengan hasil laga tersebut, Persija menjadi juara Liga 1 dengan nilai 62. Sementara PSM di urutan dua dengan selisih satu angka saja.