Arsip Tag: pssi

Drama Warrix-PSSI: Kemarin Deal, Hari Ini Belum Sah Jadi Apparel Timnas

Timnas Indonesia U-19 menggunakan apparel Warrix dalam pemusatan latihan hari pertama. Namun, PSSI menyebut Warrix belum tentu menjadi apparel skuad Garuda.

Kontrak PSSI dengan Nike sebagai apparel timnas sudah berakhir pada Desember 2019. PSSI kini sedang berusaha menggandeng apparel lainnya.

Warrix menjadi salah satu apparel yang mungkin menjadi penyedia jersey Timnas. Apparel dari Thailand itu bahkan sudah digunakan saat Timnas U-19 menggelar pemusatan latihan di Cikarang, Senin (13/1/2020).

“Belum, masih ada peluang buat apparel yang lain, itu masih ada peluang. Kami coba dulu mana yang cocok mana yang bagus jadi masih ada peluang lain merk-merk jersey yang lain,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, saat mendampingi latihan.

“Nike masih ada kemungkinan, kami cari yang terbaik dan terbagus, jadi kami akan rapatkan pada rapat khusus. Nanti kita lihat saja. Yang penting kan sekarang anak-anak pakai baju juga,” sambungnya.

Sebelumnya, akun Instagram Warrix Indonesia sudah mengunggah kesepakatan untuk menjadi pemasok apparel untuk Timnas. Unggahan, Minggu (12/1) sudah dihapus.

Jadwal Fit and Proper Test Luis Milla Belum Jelas, Ini Kata Waketum PSSI

Jadwal fit and proper test Luis Milla untuk melatih Timnas Indonesia masih simpang siur. PSSI telah dua kali mengagendakan pertemuan dengan pelatih asal Spanyol itu. Namun, yang bersangkutan belum juga hadir.

Pertama, PSSI berencana mengundang Luis Milla untuk datang ke Malaysia pada 19 November 2019, berbarengan dengan pertandingan antara Malaysia kontra Timnas Indonesia.

Kemudian, Mochamad Iriawan selaku Ketua Umum PSSI, memperkirakan jadwal pertemuan dengan Milla berlangsung antara 22-24 November 2019. Namun, hasilnya nihil.

“Soal Milla, nanti yang menjawab Pak Iriawan. Kami sudah ada niat baik dan kemarin Pak Iriawan sudah ada waktu ketika di Malaysia. Beliau adil mengundang kandidat-kandidat pelatih untuk Timnas Indonesia,” kata Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Somantri di Manila, Filipina, Minggu (24/11/2019).

“Namun, kenyataannya Luis Milla tidak datang. Jadi, silakan menyimpulkan niat baik dia untuk datang ke Indonesia,” terang Cucu.

Cucu tidak mau berspekulasi mengenai kemungkinan pertemuan dengan Luis Milla kembali dijadwal ulang. Apalagi, Iwan Bule, panggilan Iriawan, bakal segera terbang ke Manila untuk menemani perjuangan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2019.

“Saya kurang paham soal ini. Sebab, Pak Iriawan segera berangkat ke Manila pada 25 November 2019. Dari jadwal semula, kenyataannya Milla tidak hadir,” imbuh Cucu.

Menpora Malaysia (Akhirnya) Minta Maaf Soal Pemukulan Suporter Indonesia

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia, Syed Saddiq akhirnya meminta maaf kepada Indonesia terkait insiden pemukulan suporter Indonesia di Kuala Lumpur.

Melalui akun twitter resmi pribadinya, Syed Saddiq memposting video permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, Syed Saddiq mengatakan bahwa insiden ya viral melalui video di sosial media itu disebut hoaks. Warganet Indonesia pun berbondong membalas sikap sang menteri dengan tagar #ShameOnYouSyedSaddiq dan #GanyangMalaysia di sosial media.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga sudah mengirimkan nota protes dari Kemenpora dan Kemenlu, serta PSSI. Mendapat ‘serangan’ Syed akhirnya meminta maaf meski melalui video.

“Saya mohon maaf kepada rekan-rekan serumpun di Indonesia atas tragedi yang terjadi beberapa gari yang lalu,” ujar Syed Saddiq di akun @SyedSaddiq. “Kami sudah dapat konfirmasi bahwa kasus pemukukan itu tidak terjadi di Bukit Jalil atau selama pertandingan sepak bola, tapi terjadi di 20 kilometer dari stadion pada pukul 03.00 pagi,” katanya.

“Kami masih belum dapat konfirmasi bahwa kasus itu berkaitan dengan sepak bola. Bagaimanapun kasus ini melibatkan warga negara Indonesia. Kami memohon supaya rekan-rekan yang khususnya dipukul muncul untuk membantu masalah ini,”

“Kami memastikan keadilan berlaku baik untuk warga Malaysia dan Indonesia. Ini adalah tanggung jawab kami bersama,” ucap sang menteri berusia 26 tahun itu.

Ini Dia 12 Anggota Exco PSSI

Kongres Luar Biasa (KLB) Pemilihan PSSI juga memilih Komite Eksekutif (exco) PSSI 2019-2023. Berikut daftar nama ke-12 anggota exco.

Kongres pemilihan pengurus baru PSSI di Shangri-La, Jakarta (2/11/2019), telah tuntas. Mochamad Iriawan terpilih sebagai ketua umum, didampingi oleh dua wakil ketum terpilih, yakni Cucu Sumantri dan Iwan Budianto. Iwan merupakan orang lama di PSSI. Sebelumnya dia adalah plt ketum PSSI yang menggantikan plt ketum Joko Driyono.

Untuk tim exco terpilih 12 nama dari 71 calon. Ada lima orang yang sempat menjabat exco pada periode Edy Rahmayadi, yaitu Yoyok Sukawi, Dirk Soplanit, Juni Rahman, Pieter Rahman, dan Yunus Nusi.

Berikut daftar exco PSSI periode 2019-2023:

Yoyok Sukawi 45 suara
Dirk Soplanit 62 suara
Endri Erawan 44 suara
Haruna Soemitro 45 suara
Hasnuryadi Sulaiman 44 suara
Juni Rahman 45 suara
Pieter Tanuri 52 suara
Sonhadji 58 suara
Ahmad Riyadh 55 suara
Hasani Abdul Gani 49 suara
Yunus Nusi 44 suara
Vivin Cahyani 47 suara

Delapan Bakal Calon Ketum PSSI Lolos, Tiga Gagal

Komite Pemilihan (KP) PSSI mengumumkan nama-nama bakal calon ketua umum dan wakil PSSI yang lolos seleksi administrasi. Ada delapan nama caketum lolos.

Ada 11 nama yang mendaftarkan diri menjadi bakal calon Ketum PSSI. Dari jumlah itu delapan yang lolos administrasi dan tiga tak lolos namun boleh banding paling lambat 16 Oktober.

Pengumuman para nama yang lolos dan tidak lolos itu dibacakan oleh anggota KP Budiman Dalimunte didampingi Wakil Ketua KP Harbiansyah Hanafiah dan ketua KP Syarif Bastaman dan anggota lainnya, di Kantor PSSI, gedung FX Sudirman, Kamis (10/10/2019) sore WIB.

Mereka yang lolos adalah Aven Hinelo, Benny Erwin, Bernhard Limbong, Fery Dhemy Francis, Mochamad Iriawan, Rahim Soekasah, La Nyalla Mattalitti, dan Vijaya Fittiyasa. Sementara itu, Arif Putra Wicaksono, Sarman, dan Yesayas Oktavianus tak lolos.

Untuk bakal calon wakil Ketum PSSI yang tidak lolos dan tidak boleh banding ada enam, yaitu Ahmad Riyad, Augie Benjamin, Budi Setiawan, Gusti Randa, Sally Atyasasmi, dan Wardy Ashari Siagian. Dua orang yang tidak lolos dan boleh banding adalah Doni Setiabudi dan Yesayas Oktavianus.

Untuk bakal calon anggota Komite Eksekutif ada 70 orang yang lolos. 21 nama gagal lolos tahap pertama ini.

Terkendala SDM, VAR Tak Mungkin Digunakan di Liga 1 2019

Rencana PSSI menggunakan Video Assitant Referee (VAR) di Liga 1 2019 dipastikan batal. PSSI berfokus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) lebih dulu.

PSSI meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator kompetisi, mengkaji penggunaan VAR di Liga 1 2019. Langkah tersebut diambil untuk meminimalkan kesalahan wasit.

Tapi, setelah berkomunikasi dengan FIFA, Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, menyebut penggunaan VAR membutuhkan waktu persiapan minimal 1,5 tahun. Sebab, ada 18 kriteria yang harus dipenuhi sesuai dengan badan asosiasi sepakbola internasional (IFAB), terutama masalah SDM.

“Perencanaan untuk VAR itu yang pertama adalah area SDM. Jadi, kami sudah registrasi, kalau baca bukunya IFAB, itu ada 18 kriteria yang harus dipenuhi, mulai training dan lain sebagainya,” ujar Tisha di Jakarta, Senin (17/6/2019)

“Persiapan itu 1 sampai 1,5 tahun, dengan posisi memiliki jumlah wasit FIFA yang minimum. Kira-kira, kita butuh dua tahun untuk pengembangan SDM-nya sendiri,” dia menambahkan.

Tisha menjelakan penggunaan VAR tidak bisa terburu-buru. Dia ingin seluruh pengadil lapangan mengerti lebih dulu tentang penggunaan teknologi tersebut.

“Minimum itu mereka harus ada tiga operator di balik layar, dua di antaranya harus referee yang sudah dapat training oleh VAR itu. Kemudian di tengahnya tidak mesti wasit FIFA, tetapi ada referee yang memang sudah dapat training penggunaan alat komunikasi yang link dengan VAR,” tuturnya.

“Jadi, dalam satu pertandingan minimum tuh empat, ada cadangan satu untuk asisten wasit, biasanya lima, tambah yang di bek (belakang) ada dua. Jadi kami harus sedia tujuh referee per-match yang sudah dapat training selama kurang lebih 6 sampai 8 bulan oleh FIFA,” dia menegaskan.

PSSI Umumkan Jadwal Baru Piala Indonesia: Persebaya vs Madura United

Sempat mengalami penundaan karena tak mendapat izin keamanan dari pihak Kepolisian, akhirnya PSSI telah menetapkan jadwal baru antara Persebaya Surabaya melawan Madura United di babak perempat final Piala Indonesia.

Laga antara klub Jawa Timur itu semula dijadwalkan bergulir pada 23 April dan 4 Mei. Namun sesuai dengan surat PSSI nomor 1824/AGB/336/VI-2019, laga kedua tim akan digelar pada 19 dan 27 Juni mendatang.

Persebaya akan lebih dulu bermain sebagai tuan rumah di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, 19 Juni. Sedangkan laga leg kedua akan berlangsung di markas Madura United pada 27 Juni.

Tiga tim sudah lebih dulu memastikan diri lolos ke babak semifinal, mereka adalah Persija Jakarta, Borneo FC, dan PSM Makassar.

Pemenang antara Persebaya dan Madura United akan menghadapi PSM di babak semifinal.

Juara dari ajang Piala Indonesia ini akan mendapat satu tiket ke kompetisi Asia yakni Piala AFC pada musim depan bersama dengan juara Liga 1 musim 2019 ini.

Buntut Ricuh Suporter, PSS dan Arema FC Dijatuhi Denda

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sudah mengambil tindakan terkait ricuh suporter PSS Sleman dengan Arema FC. Kedua klub dijatuhi denda.

Laga perdana Liga 1 2019 antara PSS vs Arema di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5/2019) lalu diwarnai kericuhan antarsuporter. Laga sempat dihentikan pada menit ke-32, tapi kemudian dilanjutkan lagi meski kembali muncul kericuhan memasuki 10 menit terakhir.

Pertandingan pada prosesnya tuntas dengan kemenangan PSS dengan skor 3-1, namun kemudian masuk ke persidangan Komdis PSSI. Diputuskan kedua tim plus panpel mendapatkan hukuman.

PSS didenda Rp 150 juta. Selain suporternya terlibat keributan, mereka juga menyalakan flare, kembang api, dan petasan.

Sementara Arema mendapatkan hukuman separuhnya atau Rp 75 juta karena kericuhan yang melibatkan suporter. Untuk panpel, kegagalan memberikan keamanan dan rasa nyaman menghasilkan hukuman penutupan sebagian tribune selatan selama empat laga, plus denda Rp 50 juta.

Hasil Sidang Komdis PSSI

1. Panitia Pelaksana Pertandingan PSS Sleman
– Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
– Pertandingan: PSS Sleman vs Arema FC
– Tanggal kejadian: 15 Mei 2019
– Jenis pelanggaran: Panpel PSS Sleman gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap pemain, ofisial, perangkat pertandingan dan penonton.
– Hukuman: Sanksi penutupan sebagian stadion pada tribun selatan sebanyak 4 kali dan denda Rp. 50.000.000,-

2. PSS Sleman
– Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
– Pertandingan: PSS Sleman vs Arema FC
– Tanggal kejadian: 15 Mei 2019
– Jenis pelanggaran: supporter PSS Sleman menyalakan flare, kembang api, petasan, terlibat saling lempar dengan supporter Arema FC sehingga pertandingan terhenti selama 55 menit.
– Hukuman: denda Rp. 150.000.000,-

3. Arema FC
– Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
– Pertandingan: PSS Sleman vs Arema FC
– Tanggal kejadian: 15 Mei 2019
– Jenis pelanggaran: supporter Arema FC terlibat saling lempar dengan supporter PSS Sleman sehingga pertandingan terhenti selama 55 menit.
– Hukuman: denda Rp. 75.000.000,-

PSSI Putuskan Gelar Kongres Luar Biasa

PSSI akan menggelar Kongres Luas Biasa setelah mempertimbangkan dan mendengar aspirasi anggota terkait dengan kondisi terkini.

Seperti diketahui, Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pengrusakan barang bukti pengaturan skor.

Saat ini Joko Driyono belum ditahan dan masih menjalani pemeriksaan yang dilakukan pihak polisi melalui Satgas Antimafia Bola.

Kondisi tersebut membuat Komite Eksekutif (Exco) PSSI melakukan rapat terkait dengan kondisi federasi. Usai rapat pada Senin (18/2/2019) Exco setuju dengan adanya KLB.

KLB yang akan digelar ini memiliki dua agenda, yakni membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP). Agenda kedua yaitu penetapan tanggal Kongres pemilihan kepengurusan baru.

“Untuk menyiapkan KLB dengan dua agenda itu dan mempertimbangkan padatnya program PSSI, termasuk menjaga komitmen partner komersial kompetisi profesional,” ujar Joko Driyono.

“Serta untuk menghormati agenda besar politik nasional. Maka, PSSI akan mengutus perwakilan ke Zurich, untuk berkoordinasi secara langsung dengan FIFA untuk mendapatkan arahan dan rekomendasi yang tepat.” katanyaSuara-suara terkait KLB memang santer terdengar dari beberapa voter PSSI. Dengan kondisi yang cukup carut-marut di federasi, KLB diinginkan anggota untuk perbaikan organisasi.

‘Jangan Sampai Penggeledahan Bikin PSSI Jadi Kontraproduktif’

PSSI menanggapi terkait penggeledahan yang dilakukan oleh Satgas Anti Mafia Bola. Sekjen Ratu Tisha berharap penggeledahan tidak bikin PSSI jadi kontraproduktif.

Satgas Anti Mafia Bola menggelar penggeledahan terhadap kantor PSSI yang terletak di FX Plaza dan Kemang. Penggeledahan tersebut dilakukan untuk mencari data dan dokumen tahun 2017 dan 2018 sebagai bukti pemeriksaan kasus match fixing.

“Ya saya belum tahu juga detailnya, karena apapun yang kami lakukan untuk sepakbola Indonesia, jangan sampai kontra produktif,” kata Tisha di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (30/1/2019). “Kami melakukan apapun, bekerja sama PSSI dengan kepolisian, dan masyarakat. Kami mintakan feedback-nya sampai seluruh hal ini, kami lakukan untuk kemajuan sepakbola kami,” sambungnya.

“Jangan sampai menjadi kontraproduktif. Apa itu kontraproduktif yang membuat kami terhenti melakukan pekerjaan kami yang sebenarnya. Intinya itu untuk kejayaan tim nasional.” Tisha menegaskan kondisi saat ini tidak akan berpengaruh dengan program-program PSSI ke depan.

“Tapi semua yang kami lakukan ini tidak boleh sampai nantinya malah kontra produktif alias berefek negatif kepada sepakbola kami ini. Karena kami punya mimpi anak-anak kami yang usia 12 usia 10 yang punya mimpi untuk menjadi pemain timnas.”

“Mereka harus terus melihat pemberitaan yang segar terus, harus ada harapan-harapan yang kami munculkan, biar yang sekarang jadi problem jangan sampai terjadi lagi di kemudian hari, kami selesaikan, kami komitmen all out,” tegasnya.