Arsip Tag: Rafael Benitez

Rafael Benitez malas meladenin Jose Mourinho

Pelatih Real Madrid, Rafael Benitez mengaku tidak tertarik berbicara dengan manajer Chelsea, Jose Mourinho. Rafael Benitez lebih senang membicarakan soal Carlo Ancelotti.

Rafael Benitez dan Jose Mourinho memiliki hubungan yang kurang harmonis. Terlebih setelah kedua pelatih perang pernyataan lewat media di awal musim. Dimana terjadi perang kata antara istri Rafael Benitez dengan Jose Mourinho. Tetapi Rafael Beniitez tidak menanggapi pernyataan yang sangat bodoh

Dalam wawancara dengan El Larguero di radio Cadena SER, Rafael Benitez mengaku sudah jarang melakukan komunikasi dengan JOse Mourinho. Bahkan sama sekali tidak berkomunikasi

Berdasarkan informasi dari AS, Rafael Benitez mengatakan bahwa saya sudah tidak berbicara dengan Mourinho cukup lama, atau saya tidak tertarik melakukannya lagi. Karena saya sudah sangat marah dan kecewa.

Rafael Benitez mengaku lebih tertarik membicarakan hubungannya dengan Carlo Ancelotti, sosok pelatih yang digantikannya di Real Madrid. Carlo Ancelotti adalah teman baik saya, dan saya lebih memilih untuk tidak berbicara mengenai Mourinho.

Rafael Benitez kembali melatih di La Liga musim ini setelah meninggalkan Spanyol pada 2004. Setelah meninggalkan Valencia, Benitez melanjutkan kariernya di Inggris dan Italia bersama Liverpool, Inter Milan, Chelsea, dan Napoli. Rafael Benitez coba membandingkan liga di ketiga negara tersebut.

Rafael Benited mengatakan bahwa Di Inggris, permainan sebuah lebih mengandalkan kekuatan fisik, sedangkan di Italia lebih berdasarkan pada taktik. Sepak bola Spanyol pada dasarnya sangat teknis dan fokus pada taktik. Taktik permainan yang dikembangkan

Terakhir Rafael Benitez mengungkapkan keinginannya untuk melatih timnas Spanyol di masa depan. Itu ada dalam rencana saya. Tidak dalam waktu dekat, tapi saya selalu ingin melatih La Roja. Tim Nasional Spanyol merupakan Team impian yang mau dilatih oleh Rafaeel Benitez.

Yang terpenting, saya ingin mempersembahkan Gelar sebanyak-banyaknya untuk Real Madrid. Focus utama saya adalah ingin membawa Real Madrid ke puncak kejayaan dan ditakuti oleh Team-team lain. Selama ini Real Madrid hanya mengandalkan ketajaman di Lini depan tetapi tidak mementingkan lini pertahaanan. Saya mempunyai konsep pertahanan yang solid dan menyerang ala Brazil.

Kedatangan Benitez membuat pertahanan Madrid semakin Solid

Pelatih Real Madrid, Rafael Benitez datang ke Real Madrid bukan hanya untuk membuat tim itu lebih eksplosif di muka gawang lawan. Ia juga membuat Raksasa Spanyol, Real Madrid itu memiliki semangat benteng yang tangguh dan kuat.

Kedatangan Rafael Benitez untuk menggantikan Carlo Ancelotti yang dipecat dari Real Madrid pada musim panas ini memang sempat menuai perdebatan di kalangan pendukung klub raksasa Spanyol tersebut.

Namun, setelah delapan pertandingan resmi Madrid di berbagai ajang bersama Rafael Benitez, pelatih berusia 55 tahun itu membungkam segala kritikan berkat solidnya lini pertahanan Los Blancos. Pasalnya, untuk kali pertama dalam sejarah Madrid, tim itu mencatatkan tujuh cleansheet dari delapan pertandingan resmi.

Berdasarkan informasi dari MisterChip, Keylor Navas mencatatkan dirinya sebagai penjaga gawang ketiga sepanjang sejarah Liga Champions, yang mampu melakoni empat laga Liga Champions pertamanya tanpa kebobolan.

Dua penjaga gawang lain yang mampu melakukan hal itu adalah Petr Cech (saat masih membela Sparta Praha) dan Miguel Angel Moya (Atletico Madrid).

Catatan bagus lini pertahanan Madrid itu juga membuat posisi Keylor Navas di bawah mistar gawang Los Blancos semakin aman. Padahal Navas sempat hampir dilego ke Manchester United sebagai paket dari kesepakatan untuk mendapatkan David De Gea pada akhir bursa transfer musim panas ini.

Untung transfer itu batal karena melewati batas tenggat waktu. Jika tidak, mungkin publik Santiago Bernabeu hanya mampu melihat ketangguhan Navas di Old Trafford.

Dan, gara-gara De Gea pula, Navas bisa mengisi pos utama di mistar gawang karena Iker Casillas telah memilih hijrah ke FC Porto.

Di satu sisi, solidnya pertahanan Madrid itu semakin menguatkan status Rafael Benitez sebagai pelatih yang mampu membangun pertahanan kokoh.

Sepanjang kariernya, Benitez memang sukses membangun pertahanan solid di tiap tim yang ia latih. Mantan pelatih Valencia, Liverpool, Napoli dan Internazionale Milan itu dikenal mampu menjaga timnya dengan rataan kebobolan dibawah satu gol di tiap pertandingannya.

Selain itu dari 920 pertandingan resmi di berbagai ajang yang telah dilakoni Benitez sebagai pelatih, pelatih asal Spanyol itu rata-rata kebobolan 0,89 gol di tiap pertandingan.

Benitez Resmi Latih Madrid

MADRID, Cutejapanese.org – Rafael Benitez resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Real Madrid menggatikan Carlo Ancelotti. Benitez dikontrak oleh Madrid dengan durasi tiga tahun. Namun belum diketahui secara pasti berapa gaji yang didapatkan pelatih asal Spanyol tersebut selama membesut Los Blancos. Rumor yang beredar, Benitez mendapat akan mendapat bayaran tak kurang dari empat juta euro per tahun.

Benitez telah sejak lama dikaitkan dengan Real Madrid. Bahkan, namanya sudah digadang-gadang akan menggantikan posisi Carlo Ancelotti di kursi pelatih Madrid ketika kompetisi Liga Italia 2014-15 belum berakhir.

Sebelum melatih Madrid, Kabarnya Benitez juga didekati oleh beberapa klub papan atas seperti Paris Saint-Germain, Liverpool, dan Manchester City. Namun semua tawaran itu akhirnya ditolak. Benitez diyakini lebih memilih melatih Madrid karena ingin dekat dengan istri dan kedua anak perempuannya di Spanyol.

Di Madrid, perjalanan karier Benitez sudah pasti akan menemui jalan terjal dan penuh kerikil. Sedikit saja melakukan kesalahan, mantan pelatih Liverpool itu harus siap didepak dari kursi pelatih. Kiprah Ancelotti bisa menjadi contoh sahih, ia dipecat lantaran gagal memberikan satu gelar pun untuk Madrid pada musim 2014-15. Sebuah keputusan yang mengejutkan, mengingat Ancelotti telah mempersembahkan gelar Liga Champions, Copa del Rey, dan Piala Dunia Antarklub bagi Madrid pada tahun lalu.