Arsip Tag: Sarri

Karena Juventus Memang Sedang dalam Renovasi

Juventus susah payah mengatasi Hellas Verona di pekan keempat Liga Italia. Maurizio Sarri menyebut kelelahan mental menyumbang sebab.

Juventus menang tipis 2-1 saat menjamu Verona di Allianz Stadium, Sabtu (21/9/2019) malam WIB. Bianconeri tertinggal lebih dulu setelah dibobol Miguel Veloso, sebelum kemudian membalikkan keadaan lewat Aaron Ramsey dan penalti Cristiano Ronaldo.

Pelatih Juventus Maurizio Sarri sepakat dengan Cristiano Ronaldo, soal kelelahan usai bertanding dengan Atletico Madrid di Liga Champions pada tengah pekan. Perkara lelah dan rotasi membuat Juventus yang tengah beradaptasi dengan gaya Sarri semakin rapuh.

“Mungkin ada kelelahan mental, karena Anda harus segera mengisi ulang baterai beberapa hari setelah bertanding. Dengan banyak perubahan, Anda kehilangan sejumlah keseimbangan dan itulah yang kita lihat hari ini,” kata Sarri kepada Sky Sport Italia.

“Ini adalah tim yang tengah direnovasi dan Anda bisa melihatnya. Kami terlalu mudah lupa bertahan saat menyerang dan cenderung berlari mundur ketika dalam tekanan. Jadi ya akan butuh waktu untuk menyingkirkan itu dari mereka.”

“Ketika ada tim-tim yang bermain melebar dengan bek-bek sayap mereka, kami perlu tetap bermain rapat, kalau tidak itu menjaid masalah dan kami akan secara konstan berada di tengah kebingungan.”

“Kami seharusnya rapi dalam menekan tiga bek mereka, karena jaraknya tidaklah tepat hari ini. Meski demikian, Verona berada dalam kondisi luar biasa dan menekan Anda di seluruh penjuru lapangan lewat situasi satu lawan satu. Mereka menekan dengan garis pertahanan tinggi dan tidak mudah mengalahkan mereka,” tambahnya seperti dilansir Football Italia.

Pemulihan Pneumonia, Sarri Lewatkan Dua Laga Awal Serie A

Maurizio Sarri masih terus menjalani pemulihan penyakit Pneumonia. Alhasil, Sarri harus melewatkan dua laga awal Juventus, menghadapi Parma dan Napoli.

Sarri mengalami radang paru-paru awal pekan ini dan harus menjalani perawatan dalam beberapa kesempatan, termasuk sesaat sebelum pertandingan pramusim melawan tim junior di Villar Perosa.

Mantan pelatih Napoli dan Chelsea itu kemudian tidak melakukan perjalanan ke Triestina, dalam laga persahabatan yang dimenangi Juventus 1-0.

Pemulihan pneumonia ini ternyata lebih lama dari perkiraan. Sebab Sarri punya kebiasaan merokok yang akut dan kabarnya menghabiskan 60 batang per hari.

Alhasil, Sarri masih harus melanjutkan pemulihan radang paru-parunya dan dipastikan melewatkan dua pekan awal Serie A, saat Juventus melawat ke Parma akhir pekan ini dan menjamu mantan timnya, Napoli, di Allianz Stadium 31 Agustus.

“Maurizio Sarri sudah menjalani tes medis lebih lanjut hari ini, hasilnya pun bagus,” demikian pernyataan resmi klub.

“Untuk meneruskan proses pemulihan pneumonia yang dideritanya dalam beberapa hari terakhir, pelatih akan absen di dua laga awal Serie A menghadapi Parma dan Napoli.”

“Keputusan ini diambil agar pelatih bisa sesegera mungkin memulai kegiatan rutinnya, karena hari ini pun dia masih datang ke JTC (pusat latihan Juventus) untuk berkoordinasi dengan stafnya.”

Sarri tetap bekerja bareng tim di pusat latihan meski hanya mengawasi dari ruangan khusus, yang terhubung langsung dengan para asistennya. Tangan kanannya, Giovanni Martusciello, akan mendampingi tim.

Mertens: Sarri adalah Pengkhianat Napoli

Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri menerima pinangan Juventus. Penyerang Napoli itu menyebut Sarri pengkhianat Napoli.

Sarri diangkat Juventus sebagai pelatih pada musim panas ini untuk menggantikan Massimiliano Allegri. Keputusan Sarri menerima pinangan Bianconeri ini disorot tajam oleh tim lamanya, Napoli.

Sarri memang punya ikatan khusus dengan Napoli. Lahir di Naples, ia kemudian berkesempatan menangani tim kotanya tersebut selama tiga musim pada 2015-2018 dan membawa mereka jadi salah satu penantang utama Juventus.

Napoli dan Juventus sendiri punya rivalitas panjang yang berawal dari sentimen regional. Napoli mewakili orang-orang selatan Italia, sementara Juventus mewakili orang-orang utara. Mertens menjadi salah satu yang berbicara keras terkait keputusan Sarri melatih Juventus. Meski ia sendiri bukan orang asli Naples, penyerang asal Belgia itu menilai sang mantan pelatih sudah berkhianat.

“Saya sudah mengatakannya dan akan mengatakannya lagi. Buat kami Neapolitan, itu adalah sebuah pengkhianatan,” ujar pemain yang sudah enam musim memperkuat Napoli ini.

“Sekarang kami harus fokus ke diri kami sendiri dan mencoba mengalahkannya. Scudetto adalah mimpi untuk kami semua dan kami akan mencoba sekali lagi,” tandasnya seperti dilansir Football Italia.

Soal Visi Permainan, Sarri Dinilai Selevel Klopp, Guardiola, dan Pochettino

Juventus memulai era baru bersama Maurizio Sarri mulai musim depan. Arrigo Sacchi menilai ini langkah tepat dari Bianconeri.

Juventus telah memperkenalkan Sarri sebagai pelatih baru usai didatangkan dari Chelsea. Ini menandai kembalinya pria 60 tahun tersebut ke Serie A setelah hanya semusim merantau ke Inggris.

Penunjukan Sarri oleh Juventus dinilai pelatih legendaris Italia Arrigo Sacchi sebagai keputusan bagus. Pelatih asal Naples itu disebutnya bakal membawa sentuhan modern dalam permainan La Vecchia Signora, membuat Cristiano Ronaldo bermain lebih ekspansif.

Soal ide dan gaya bermain, Sarri dinilai Sacchi ada di level yang sama dengan Juergen Klopp (Liverpoo), Pep Guardiola (Manchester City), dan Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspur).

“Sarri merepresentasikan pilihan revolusioner untuk Juve dan sangat penting, karena Juventus punya sejarah sebesar itu dan fans yang begitu banyak,” ungkap Sacchi dilansir Football Italia.

Ultimatum untuk Sarri dari Mantan Presiden Juventus

Mantan Presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli, tak terlalu senang melihat Maurizio Sarri gabung Juventus. Dia berharap Sarri tak banyak bikin alasan andai semua tak berjalan lancar.

Juventus telah mengumumkan Sarri sebagai pengganti Massimiliano Allegri. Keputusan ini tak sepenuhnya membuat beberapa pihak senang.

Ketidaksenangan itu tak lepas dari rivalitas Napoli dan Juventus. Sarri adalah pelatih yang lahir di kota Naples dan pernah menjadi pelatih klub berjulukan Partenopei.

Sarri bahkan sempat beberapa kali mengkritik Juve saat masih menjadi pelatih Napoli. Jari tengah juga pernah diacungkan pelatih berusia 60 tahun tersebut dari dalam bus saat bertandang ke markas Juve. Cobolli Gigli salah satu orang yang kecewa melihat Sarri ke Juve. Mantan presiden Juve itu masih punya ingatan atas banyak hal yang tidak disukai dari Sarri.

“Sebagai fans, saya berharap fakta jahat ini tidak akan terjadi. Sarrismo adalah sesuatu yang kuat di Napoli, tetapi pengkritik Juventus,” kata Cobolli Gigli seperti dikutip dari Calciomercato.

“Saya memiliki ingatan, saya ingat semua yang dia katakan dan lakukan. Tapi sekarang keputusan sudah dibuat, kita harus menilai Sarri atas kinerjanya. Dia adalah pelatih yang tak terbantahkan dengan kualitas permainan,” sambungnya.

“Saya tidak lupa bahwa sampai sebulan lalu dia bilang senang di Liga Inggris, bahwa dia tidak berniat kembali ke Italia. Oleh karena itu, dalam pikiran saya, saya akan menilainya. Saya harap dia berkomunikasi seperti pelatih Juve, bukan Sarri.”

“Saya harap dia memiliki gaya yang tepat, bahkan ketika harus mengakui bahwa tim tidak bekerja dengan baik, dan tidak membuat alasan seperti di Naples,” tegasnya.

Kepindahan Sarri ke Juve juga memunculkan kemarahan kelompok sayap kiri di Kota Naples. Sebuah plakat Sarri di tempat kelahirannya bahkan dicopot.

Ternyata Ini yang Menyebabkan Sarri Marah di Sesi Latihan Chelsea

Maurizio Sarri sempat membuat awan kelam menyelimuti Chelsea jelang laga final Liga Europa kontra Arsenal pada Kamis (30/5). Pada saat itu, pria asal Italia tersebut terlihat meninggalkan para pemain yang sedang berlatih dengan marah-marah.

Sebelumnya sudah ada Gonzalo HIguain yang memutuskan untuk menarik diri lebih dahulu bersama rekan setimnya, Pedro. Semua berawal saat Higuain dan bek The Blues, David Luiz, berduel cukup keras.

Keduanya terlibat adu mulut panjang dan berakhir dengan kepergian Higuain ke ruang ganti terlebih dahulu. Setelahnya, Sarri terlihat menyusul kepergiannya sambil melemparkan dan menenandang topi ke tanah.

Sarri: Chelsea Bisa Saja Cetak Lebih Banyak Gol

Chelsea bermain imbang 1-1 saat menghadapi Eintracht Frankfurt. Maurizio Sarri menilai timnya sebenarnya mampu membuat lebih dari satu gol dan memenangi laga.

Pada laga leg pertama semifinal Liga Europa di Commerzbank-Arena, Jumat (3/5/2019) dinihari WIB, Chelsea kebobolan lebih dulu. Frankfurt mencuri gol terlebih dahulu lewat aksi Luka Jovic di menit ke-23.

Namun setelah itu Si Biru mengambil alih permainan. Sebelum babak pertama berakhir, Pedro Rodriguez berhasil menyamakan kedudukan.

Pada babak kedua, Chelsea mendominasi. Namun tak ada gol tambahan yang tercipta.

Sepanjang laga, Chelsea dominan dengan penguasaan bola 67%. Mereka tercatat melepaskan 16 tembakan berbanding enam milik Frankfurt.

Sarri menilai hasil seri 1-1 di kandang Frankfurt tak terlalu buruk. Namun ia menyayangkan kegagalan timnya menambah gol.

“Hasil 1-1 pada laga tandang tidak terlalu buruk,” ujar Sarri seperti dikutip UEFA.com.

“Kami hanya mengubah mentalitas pada babak pertama. Pada 25 menit awal, kami bermain hanya untuk menjaga skor 0-0. Kami juga harus menghindari serangan balik karena mereka berbahaya ketika dapat ruang.”

“Kami punya tiga atau empat kesempatan bagus dan bisa saja mencetak lebih banyak gol. Kami harus berhati-hati pada laga kandang nanti dan bermain dengan mentalitas yang sama seperti yang diperlihatkan di akhir babak pertama dan awal babak kedua. Kami harus mampu menjaga bola dengan baik karena Frankfurt sangat berbahaya,” ungkap manajer asal Italia itu.

Chelsea akan gantian jadi tuan rumah pada pertandingan leg kedua di Stamford Bridge, Jumat (10/5/2019) dini hari WIB.

Chelsea ke Perempat Final, Maurizio Sarri Enggan Jumpa Napoli

Manajer Chelsea, Maurizio Sarri, enggan berjumpa Napoli pada perempat final atau semifinal Liga Europa 2018-2019. Dia berharap baru melawan Napoli pada final.

Sebelum melatih Chelsea, Sarri memiliki kedekatan dengan Napoli. Dia merupakan mantan pelatih I Partenopei pada periode 2015-2018.

“Saya lebih memilih bertemu Napoli pada final. Pertama, itu berarti kami akan mencapai final dan saya jelas senang,” kata Sarri.

“Kedua, itu berarti Napoli juga ke final dan saya pasti senang. Saya memiliki hubungan baik dengan masyarakat kota itu. Bagi saya, sulit untuk bermain melawan mereka di Naples,” lanjut Sarri.

Sarri membawa Chelsea melaju ke perempat final setelah menyingkirkan Dynamo Kiev. Pada pertama, The Blues menang 3-0, sementara kembali menang 5-0 pada leg kedua, Kamis (14/3/2019) waktu setempat.

Adapun Napoli susah payah lolos ke perempat final. Sempat unggul 3-0 melawan Red Bull Salzburg pada leg pertama, Napoli lantas kalah 1-3 pada pertemuan kedua.

Chelsea Kalah dari MU, Sarri Tak Takut Dipecat

Manajer Chelsea, Maurizio Sarri, tak mempermasalahkan jika dirinya dipecat dari jabatannya sebagai pelatih Chelsea usai dipermalukan Manchester United di ajang Piala FA pada babak kelima Piala FA di Stamford Bridge, Selasa (19/2/2019)

Chelsea harus takluk dari MU dengan skor 0-2. Dua gol yang bersarang ke gawang Chelsea dicetak oleh Ander Herrera dan Paul Pogba.

Kekalahan tersebut membuat The Blues terpaksa harus tersingkir dari turnamen tertua di daratan Inggris itu. Sekaligus menjadi turnamen yang pertama ditinggalkan Chelsea pada musim ini.

“Saya bisa memahami karena hasilnya tidak terlalu bagus. Kami tersingkir dari ajang Piala FA, jadi saya bisa mengerti. Tapi saya lebih khawatir dengan hasilnya,” kata Sarri kepada Mirror.

Banyak dari pendukung The Blues yang menginginkan agar Sarri dipecat dari jabatannya, mengingat hasil buruk yang selalu didapat Chelsea. Hingga puncaknya adalah ketika Chelsea dikalahkan dengan skor sangat telak 0-6 dari Manchester City.

Sarri sendiri tak peduli jika sewaktu-waktu dirinya akan dipecat sebagai pelatih Chelsea.

“Kami beruntung. Apakah saya diberi waktu? Itu bukan masalah saya,” kata Sarri.

“Masalah saya adalah mulai mempersiapkan pertandingan berikutnya. Saya pikir para pemain mendukung saya. Saya tidak yakin, tapi kiranya seperti itu,” ucapnya.

Beri Sarri Waktu, Chelsea

Chelsea disarankan untuk tak buru-buru memecat Maurizio Sarri. Italiano itu dinilai masih membutuhkan waktu agar bisa membawa The Blues tampil impresif.

Chelsea masih tampil naik-turun di bawah asuhan Sarri. Dalam lima pertandingan terakhir, Si Biru menelan tiga kekalahan dan dua kemenangan.

Kekalahan telak didapat saat melawan Bournemouth dan Manchester City. Mereka kalah empat gol tanpa balas dari The Cherries dan dipermalukan The Citizens dengan skor 0-6.

Kekalahan paling baru ditelan dari Manchester United di babak kelima Piala FA. Eden Hazard cs kalah 0-2, ambisi untuk mempertahan kan trofi Piala FA pun kandas di Stamford Bridge, Selasa (19/2/2019).

Eks pemain timnas Italia, Alessandro Del Piero, menilai bahwa Sarri mesti diberi waktu lebih oleh petinggi tim London barat. Saat ini sudah mulai menggema permintaan untuk memecat Sarri yang gagal mengimplementasikan Sarriball di tanah Inggris.

“Sarri merupakan pelatih hebat karena tim asuhannya bermain sangat bagus, tapi untuk mencapai level itu anda butuh waktu,” kata Del Piero di Daily Star.

“Anda butuh pemahaman bagus antara pelatih, pemain, klub. Itu merupakan kerja sama tim.”

“Menurut pendapat saya, saya menyarankan, tentu saja, beri dia waktu. Dan saat anda mempunyai pelatih yang mempunyai gagasan yang jelas dan skema serta pemahaman permainan dalam satu cara khusus, itu akan menjadi lebih mudah andai dia mempunyai pemain pilihannya untuk menunjukkan apa yang dia inginkan,” dia menambahkan.