Arsip Tag: SEA GAMES 2015

Ada Isu Match Fixing Usai Indonesia Takluk Dari Vietnam

JAKARTA, Cutejapanese.org – Selepas gagal total di gelaran SEA Games 2015, dunia sepakbola Indonesia mendapat tamparan keras dengan adanya isu pengaturan pertandingan (match fixing) yang terjadi saat Indonesia kontra Vietnam.

Isu pengaturan skor muncul dari konferensi pers yang diadakan Tim Advokasi #IndonesiaVSMafiaBola, Selasa (16/6/2015). Tim tersebut merupakan gabungan dari Lembaga Bantuan Hukum, Elsam, dan YCJR.

Dari keterangan undangan, disebutkan ada rekaman pembicaraan terkait pengaturan skor di sejumlah laga Indonesia Super League (ISL) 2014 dan SEA Games 2015.

Menanggapi rumor yang beredar, Pelatih Aji Santoso membantah dengan tegas kabar pengaturan skor laga Indonesia pada SEA Games 2015 saat menghadapi Vietnam, Senin (15/6/2015). Pada laga tersebut, pasukan Aji kalah telak 0-5 dalam duel perebutan medali perunggu.

“Kalau ada dugaan pengaturan pertandingan (match fixing), sampaikan ke polisi dan tangkap pelakunya. Karena sudah ada rekaman bandar dan pemain, sudah gampang kan membongkarnya,” ujar Aji saat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa sore.

“Saya dan (ofisial) lain, menjamin seribu bahkan sejuta persen tidak pernah macam-macam dengan yang namanya match fixing,” lanjut dia.

Pendapat Aji itu juga ditanggapi para pemain. “Saya tidak tahu sama sekali,” jawab Paulo Sitanggang.

Pihak PSSI juga belum berbicara banyak. Sekjen Azwan Karim hanya meminta perjuangan para pemain tetap diapresiasi. “Anak-anak sudah berjuang, kasihan mereka,” tutur dia.

Sementara soal tudingan pengaturan skor, Azwan menjawab, “Kalau memang sudah ada bukti, mari sama-sama memberantasnya.”

Tak Terkalahkan, Thailand Sukses Pertahankan Emas SEA Games

SINGAPURA, Cutejapanese.org – Dengan rekor tak terkalahkan, Thailand berhasil mempertahankan medali emas pada gelaran SEA Games 2015. Setelah di partai Final, pasukan Gajah Putih itu mengalahkan Myanmar pada laga yang digelar di Stadion Nasional Singapura, Senin (15/6) malam WIB.

Gol kemenangan Thailand dicetak oleh Tanabon Kesarat pada menit ke-53, Chananan Pombubpha pada menit ke-63 dan pemain pengganti Pinyo Inpinit pada menit ke-78.

Pertandingan yang dipimpin wasit Kim Heegon dari Korea Selatan ini berlangsung cukup ketat dan terjadi jual beli serangan diantara kedua kesebelasan. Namun sayang, tak ada gol tercipta sepanjang babak pertama.

Perubahan besar terjadi memasuki babak kedua. Thailand tampil lebih impresif dan membuka kebuntuan dengan gol Kesarat menit ke-53. Selepas gol ini, praktis permainan dikuasai para pemain Thailand yang kemudian mencetak dua gol tambahan pada sisa pertandingan.

Dengan hasil ini, Myanmar harus mengakui ketangguhan negara tetangganya itu dan dipaksa berada di peringkat kedua dengan raihan medali perak. Medali perunggu cabang sepakbola diraih oleh Vietnam yang pada perebutan peringkat ketiga sukses menghancurkan Indonesia dengan skor telak 5-0.

Dengan demikian, Thailand mengukuhkan diri sebagai yang terkuat di Asia Tenggara. Ini dibuktikannya dalam dua perhelatan SEA Games. Pada SEA Games di Myanmar, Thailand juga menjadi jawara setelah pada babak final mengalahkan Indonesia dengan skor 2-1.

Thailand merupakan juara Grup B dan satu-satunya kontestan SEA Games 2015 yang meraih kemenangan sempurna tanpa hasil seri sekalipun. Sebelum menuju ke partai final, Thailand menghancurkan harapan Indonesia pada babak semifinal dengan skor telak 5-0.

Emas Gagal, Perunggu Melayang

SINGAPURA, Cutejapanese.org — Indonesia gagal total dalam cabang sepak bola SEA Games 2015. Setelah gagal melangkah ke babak final untuk perburuan medali emas, harapan Indonesia meraih medali perunggu akhirnya melayang setelah tim asuhan Aji Santoso tersebut kalah telak 0-5 dari Vietnam pada pertandingan yang digelar di National Stadium, Singapura, Senin (15/6/2015) siang.

Indonesia harus menghadapi Vietnam karena gagal lolos ke final usai takluk dengan skor yang sama, 0-5 dari Thailand pada babak semifinal. Namun, Indonesia pun tak mampu berbuat banyak karena harus mengakui skuat Vietnam yang tampil lebih baik.

Bahkan pada babak pertama, empat gol telah berhasil disarangkan ke gawang Indonesia oleh tim asuhan Toshiya Miura tersebut. Gol pertama Vietnam disumbangkan Hong Quan Mac melalui titik putih pada menit ke-12.

Vietnam mendapatkan hadiah penalti menyusul handsball yang dilakukan Hansamu Yama di kotak terlarang. Hong Quan Mac yang maju sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna, setelah bola berhasil diarahkan ke sisi kanan gawang Teguh Amiruddin.

Belum sempat menciptakan peluang emas, pada menit ke-21 gawang Indonesia kembali harus kebobolan. Kali ini, Teguh dipaksa melihat gawangnya kemasukan bola setelah gagal membendung tembakan keras Huy Toan Vo. Gol bermula dari skema serangan balik cepat. Vo yang menerima bola, menyisir di sisi kanan pertahanan Indonesia. Pemain bernomor punggung 25 tersebut kemudian berhasil melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti lawan. Berhadapan satu lawan satu dengan Teguh, Vo berhasil melepaskan tembakan dan menyarangkan bola.

Vo benar-benar menjadi petaka bagi pertahanan Indonesia. Dia kembali berhasil mencetak gol pada menit ke-41. Kali ini Vo yang tak terkawal berhasil melepaskan sepakan keras menggunakan kaki kiri, membuat bola meluncur deras dan bersarang ke sisi kanan gawang Indonesia.

Pada masa injury time, Teguh untuk keempat kalinya dipaksa memungut bola dari gawangya sendiri setelah gagal menghalau tembakan Huu Dung Nguyen. Alhasil, pada babak pertama Vietnam unggul 4-0 atas Indonesia.

Memasuki babak kedua, Indonesia melakukan inisiatif serangan. Namun, bukannya mencetak gol balasan, pada menit ke-71 gawang Indonesia kembali kebobolan untuk kali kelima. Kali ini, Noc Hai Que yang berhasil mencatatkan namanya di papan skor dengan memaksimalkan umpan Duy Manh Do.

Pada menit ke-78, Muchlis Hadi nyaris mencetak gol bagi Indonesia. Namun, Muchlis gagal karena bola tembakannya berhasil ditepis kiper Vietnam, Phi Minh Long Phi.

Selepas itu, Indonesia tak mampu menciptakan peluang apalagi ancaman. Skor 0-5 untuk keunggulan Vietnam bertahan hingga laga usai.

Dengan hasil tersebut, Indonesia gagal total dalam cabang sepak bola SEA GAMES 2015. Kegagalan ini semakin memperpanjang paceklik juara, yang terakhir diraih Tim “Merah Putih” pada SEA GAMES 1991 di Manila, Filipina.

Indonesia Kalah Telak Dari Thailand

SINGAPURA, Cutejapanese.org – Mimpi Indonesia untuk kembali meraih medali emas SEA Games di cabang sepakbola sirna, setelah di babak semifinal Tim “Garuda Muda” kalah telak dari Thailand 0-5.

Laga yang dihelat di Stadion Nasional, Singapura, Sabtu (13/6) tersebut, pada awalnya Indonesia beberapa kali berhasil menusuk daerah pertahanan Thailand. Namun, skuat besutan Aji Santoso itu sering kali gagal mengantisipasi serangan balik capat yang dilakukan oleh para pemain Thailand.

Dengan sangat rapi, Thailand berulang kali melakukan serangan balik cepat tak lama setelah Indonesia melakukan serangan. Serangan mereka di sisi sayap pun kerap kali merepotkan barisan pertahanan Indonesia.

Thailand memimpin 1-0 ketika pertandingan memasuki menit ke-11. Tepat sebelum gol tersebut, justru Indonesia yang mendapatkan peluang melalui tendangan bebas Syaiful Indra. Namun, tendangan Indra masih bisa ditepis kiper Thailand, Chanin Sae-Eae.

Memasuki meni ke-11, melalui serangan balik cepat, Thailand lantas memberikan bola kepada Nurul Sriyankem. Sang gelandang mengecoh bek Indonesia sebelum akhirnya melakukan tembakan keras. Tendangan Sriyankem masih mampu dimentahkan kiper Indonesia Teguh Amiruddin, namun bola liar mampu dikonversi menjadi gol oleh Rungrath Poomichantuk.

Unggul 1-0, Thailand kerap kali mengancam gawang Indonesia. Pada menit ke-28, sebuah umpan silang dari kanan masih mampu dihalau oleh Syaiful sehingga menglahirkan sepak pojok untuk Thailand. Memanfaatkan sepak pojok tersebut, Thitipan Puangchan yang berdiri bebas berhasil menyundul bola masuk ke dalam gawang Indonesia untuk mengubah skor sebelum turun minum. 2-0 Thailand memimpin.

Usai Jeda babak pertama, dominasi Thailand kian tak terbendung. Indonesia kesulitan untuk mengimbangi serangan yang mereka terapkan, dan ironisnya hal itu bisa dilakukan dengan mudah di daerah pertahanan Indonesia. Para pemain Indonesia tak mampu berbuat banyak dan terkesan hanya menyaksikan mereka melakukan operan-operan tepat sasaran.

Puncaknya pada menit ke-51, Thailand berhasil unggul 3-0. Sriyankem, yang berdiri di sisi kiri pertahanan Indonesia, berhasil melepaskan umpan lambung di sela-sela dua pemain Indonesia yang berusaha menutupnya. Bola umpan Sriyankem itu kemudian disundul oleh Poomichantuk, yang juga berdiri di antara dua pemain Indonesia.

Indonesia mulai kehilangan bentuk formasi permainan dan posisi di lini belakang kehilangan konsentrasi setelah gol itu. Lima menit setelah gol ketiga Thailand, gawang “Garuda Muda” bergetar lagi.

Diawali kesalahan lini belakang yang kehilangan bola di area sendiri. Dengan cepat, Thailand mengalirkan bola ke sisi kanan, di mana tidak ada sama sekali pemain Indonesia mengawal area itu. Bek kanan mereka, Narubadin Weerawatnodom, dengan leluasa melepaskan sepakan keras dan terarah. 4-0, Thailand kian memperlebar jarak.

Unggul 4-0, Thailand terus mengancam pertahanan Indonesia. Namun, baru pada menit ke-89 mereka bisa menciptakan gol. Berawal dari operan-operan pendek di depan kotak penalti Indonesia, Chanathip Songkrasin dengan tepat mengarahkan bola dengan kaki kirinya ke pojok gawang Indonesia. Thailand pun Ungul 5-0 atas Indonesia. Hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada gol tambahan tercipta.

Dengan hasil ini, Indonesia tinggal berpeluang untuk memperebutkan medali perunggu pada duel kontra Vietnam, 15 Juni mendatang. Sementara, Thailand melaju ke final untuk menghadapi Myanmar.

Taklukkan Vietnam, Myanmar Lolos ke Final

SINGAPURA, Cutejapanese.org – Myanmar lolos ke partai puncak sepakbola SEA Games 2015 setelah berhasil mengalahkan Vietnam di Stadion Nasional, Singapura, Sabtu (13/6), Myanmar menang tipis 2-1.

Di babak pertama, Vietnam berhasil menguasai jalannya pertandingan. Namun, tim yang dibesut oleh Toshiya Miura ini gagal memanfaatkan sejumlah peluang yang mereka ciptakan. Sebaliknya, Myanmar bermain santai menanti waktu yang tepat untuk balik menekan pertahanan Vietnam untuk menciptakan peluang.

Pada menit ke-38, Myanmar mendapatkan keuntungan ketika mereka mendapatkan tendangan penalti. Hadiah penalti diberikan wasit setelah pemain Vietnam tertangkap basah melakukan handball. Adalah Ho Ngoc Thang, yang melakukan handball ketika bermaksud menghalau tendangan bebas dengan tangan kirinya. Thang sempat melakukan protes keras, namun hasilnya Thang malah mendapatkan kartu kuning dari wasit.

Aung Si Thu, yang maju sebagai algojo, melakukan tugasnya dengan sempurna. Tendangan kaki kirinya tak mampu diantisipasi oleh kiper Vietnam, Phi Min Long.

Babak pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Myanmar. Usai jeda babak pertama, Vietnam kembali menguasai jalannya permainan. Mereka terus menekan barisan pertahanan Myanmar dan memaksa kiper Phyo Kyaw Zin, bekerja keras melakukan penyelamatan berulang-ulang.

Ketika laga memasuki menit ke-71, Vietnam akhirnya berhasil menyamakan kedudukan. Banyaknya ruang di pertahanan Myanmar mampu dimanfaatkan oleh tiga pemain Vietnam. Memanfaatkan serangan balik, mereka dengan rapi melakukan umpan satu dua, sampai kemudian diakhiri oleh Vo Huy Toan. Bola liar hasil sepakan rekannya yang masih mengenai kaki pemain belakang Myanmar dengan sigap disambar Toan.

Namun, pada menit ke-80, Vietnam tak mampu mengantisipasi sebuah serangan balik yang dilakukan Myanmar. Kapten Myanmar, Nay Lin Tun, dengan keras melepaskan tendangan dari sisi kanan pertahan Vietnam. Tendangan Tun yang mengenai kaki pemain belakang Vietnam meluncur deras ke sudut atas gawang Vietnam. Myanmar pun mengakhiri laga dengan skor 2-1.

Dengan hasil ini, Myanmar masih melanjutkan performa impresif mereka di fase grup. Dimana mereka sukses meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang dari empat kali berlaga yang mereka lakoni. Myanmar pun melaju ke final yang akan dihelat pada 15 Juni mendatang.

Taklukkan Singapura, Indonesia Raih Tiket ke Semifinal

SINGAPURA, Cutejapanese.org — Indonesia meraih kemenangan 1-0 atas Singapura. Laga pamungkas Grup A SEA Games 2015 yang digelar di Stadion Jalan Besar, Kamis (11/6/2015) tersebut, Evan Dimas menjadi pahlawan kemenangan Indonesia. Partai hidup mati ini, diwarnai banjir kartu kuning dan satu kartu merah untuk tim tuan rumah.

Kemenangan ini, membuat Indonesia menempati posisi dua klasemen akhir Grup A dengan koleksi sembilan poin. Tim “merah putih” terpaut satu angka dari Myanmar, yang duduk di posisi teratas klasemen. Indonesia berhak meraih tiket ke semifinal dan akan bertemu jawara Grup B, Thailand.

Hanya butuh hasil imbang untuk melangkah ke semifinal, nyatanya Evan Dimas dan kawan-kawan tampil ngotot dan berhasil merepotkan barisan pertahanan tuan rumah.

Peluang pertama terjadi pada menit ke-24, kemelut terjadi di depan gawang Buhari Muhammad. Bola liar langsung disambar oleh Evan Dimas, namun masih gagal membuahkan hasil.

Sepuluh menit berselang, Evan membantu Ahmad Noviandani dalam kerja sama satu-dua. Sayang, tembakan Noviandani masih mampu dimentahkan kiper Singapura, Buhari.

Di sisi lain, Singapura lebih banyak memperagakan umpan panjang langsung ke mulut gawang Indonesia. Namun solidnya barisan pertahan Indonesia mampu mengantisipasi taktik tersebut sehingga paruh pertama berakhir dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, Indonesia langsung menggebrak. Bahkan pertandingan belum genap berumur 5 menit, anak-anak asuhan Aji Santoso berhasil memecahkan kebuntuan dua menit setelah kick-off. Kali ini, Evan Dimas menerima umpan datar Muchlis Hadi dan berhasil melepaskan tembakan first time, mengarahkan bola ke pojok kiri gawang Singapura. 1-0 Indonesia memimpin.

Dalam kondisi tertinggal, Singapura berusaha terus menekan dan bermain menjurus kasar. Banjir kartu kuning di kubu tuan rumah membuat mereka kehilangan konsentrasi dan semakin terpuruk. Puncaknya, mereka harus kehilangan Ho Wai Loon pada menit ke-65. Wai dihadiahi wasit kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Evan Dimas.

Namun sayang, Indonesia gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menambah gol. Skor 1-0 untuk kemenangan Indonesia pun terpampang saat peluit panjang dibunyikan.

Indonesia finis pada posisi kedua Grup A dengan 9 poin, selisih satu poin dari Myanmar yang menjadi juara grup. Indonesia akan bertemu Thailand pada semifinal, Sabtu (13/6/2015).

Hat-trick Muchlis Hadi Bawa Indonesia Libas Kamboja 6-1

SINGAPURA, Cutejapanese.org – Indonesia menang telak 6-1 saat bertemu Kamboja dalam lanjutan cabang sepak bola SEA Games 2015 Grup A di Stadion Jalan Besar, Singapura, Sabtu (6/6/2015). Pada laga ini, striker Muchlis Hadi Ning Syaifulloh mencetak hat-trick ke gawang kamboja.

Menghadapi Kamboja, pelatih Indonesia, Aji Santoso menurunkan skuat berbeda dibanding saat Indonesia dikalahkan Myanmar, 2-4, Selasa (2/6/2015). Aji mengganti beberapa pemain inti seperti M Natshir, Hansamu Yama Pranata, dan Wawan Pebriyanto. Pada laga kali ini, Aji lebih memberikan kepercayaan terhadap Teguh Amirrudin, Agung Prasetyo, dan Paulo Sitanggang.

Strategi yang diusung pelatih langsung terbukti ampuh pada awal babak pertama. Tepatnya pada menit ke-12, Muchlis Hadi mampu membuka keunggulan setelah sukses menyambar umpan datar Adam Alis Setyano yang berhasil menusuk ke area pertahanan Kamboja.

Sebelum turun minum, giliran Ahmad Nufiandani yang berhasil mencetak gol. Pada menit ke-37, tembakan Nufiandani dari sisi kanan serangan berhasil menggetarkan gawang Kamboja yang dikawal Um Serei Rath. Babak pertama berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan Indonesia.

Usai jeda babak pertama, Kamboja mampu memperkecil kedudukan melalui sepakan penalti Prak Many Udom pada menit ke-56. Penalti dihadiahkan wasit setelah Syaiful Indra Cahya melanggar salah satu pemain Kamboja di dalam kotak penalti.

Namun, Muchlis Hadi menunjukkan ketajamannya dalam pertandingan ini. Menjawab kritikan yang kerap datang menghampirinya, Muchlis Hadi mampu menyumbang dua gol lagi sekaligus melengkapi hat-trick, masing-masing pada menit ke-67 dan ke-73. Ini menegaskan bahwa ia layak menjadi penyerang yang mampu diandalakan skuat “merah putih” di SEA GAMES kali ini.

Lima menit jelang laga usai, giliran Wawan Pebriyanto yang memberikan andil untuk memperbesar keunggulan Indonesia. Tendangan jarak dekat Wawan berhasil merobek jala Kamboja untuk kelima kalinya.

Akhirnya kemenangan Indonesia ditutup melalui sepakan Evan Dimas Darmono pada masa injury, tepatnya di menit ke-93. Hingga wasit meniup peluit panjang, papan skor tidak berubah. Indonesia pun menang telak dengan skor 6-1 atas Kamboja.

Kemenangan ini membawa angin segar bagi skuat “merah putih”, hasil ini manjadikan Indonesia berada di posisi kedua klasemen sementara Grup A dengan raihan nilai tiga dari dua pertandingan. Adapun posisi puncak masih ditempati Myanmar yang meraih dua kemenangan. Pada laga selanjutnya, Indonesia akan menghadapi Filipina di Stadion Jalan Besar, Selasa (9/6/2015).

Indonesia Kalah dari Myanmar 2-4, Raihan Terburuk sejak 1995

SINGAPURA, Cutejapanese.org – Hasil mengecewakan diraih Indonesia saat mengawali pertandingan cabang sepak bola SEA Games 2015 dengan kekalahan. Tim nasional U-23 takluk 2-4 dari Myanmar pada laga Grup A, Selasa (2/6/2015). Ini merupakan kekalahan laga perdana Indonesia diajang SEA GAMES sejak 1995.

Sejak laga dimulai, terlihat Myanmar lebih dominan menguasai jalannya pertandingan. Meskipun Indonesia sempat mendapatkan peluang melalui aksi Ahmad Nufiandani dan Muchlis Hadi, namun Myanmar mampu unggul lebih terlebih dahulu pada menit ke-21 lewat aksi Shine Thura. Tembakannya tak mampu diantisipasi kiper M Natsir.

Enam belas menit berselang, Myanmar mampu menggandakan keunggulan. Kali ini, Sithu Aung memanfaatkan bola pantul untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Jelang babak pertama berakhir, Indonesia mampu memperkecil ketertinggalan melalui tendangan Abduh Lestaluhu. Babak pertama berakhir untuk keunggulan Myanmar dengan skor 2-1.

Enam menit memasuki babak kedua, gawang Indonesia sudah kembali jebol. Kesalahan fatal Hansamu Yama Pranata mampu dimanfaatkan Sithu Aung untuk mengubah skor menjadi 3-1.

Unggul 3-1, Myanmar semakin menguasai permainan. Pada menit ke-66, dari skema tendangan bebas Kyaw Zin Lwin mampu memanfaatkan bola pantulan untuk menyarangkan bola ke gawang Indonesia dan memaksa M Natsir memungut bola dari gawangnya sendiri untuk ke empat kalinya.

Pada menit ke-70, Noviandani mampu memperkecil ketertinggalan Indonesia 2-4 dari Myanmar. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan selesai, papan skor tidak berubah untuk kemenangan Myanmar. Ini adalah catatan terburuk Indonesia pada laga perdana SEA Games sejak 1995.

Indonesia hanya dua kali kalah pada laga perdana cabang sepak bola SEA Games. Pada 1985, Indonesia kalah 0-1 dari Singapura. Sepuluh tahun berselang, giliran Thailand yang membungkam Indonesia pada laga perdana.

Kekalahan dari Myanmar juga memaksa Indonesia berada di posisi paling buncit klasemen sementara Grup A. Myanmar berada di puncak klasemen, disusul SIngapura berkat kemenangan 1-0 atas Filipina. Satu tim Grup A lain yang belum bertanding adalah Kamboja.

Indonesia akan memainkan laga kedua Grup A melawan Kamboja pada 6 Juni mendatang.

Partai pertama timnas Indonesia di SEA Games sejak 1995:
1995 Thailand 2-1 Indonesia
1997 Indonesia 5-2 Laos
1999 Indonesia 1-0 Kamboja
2001 Indonesia 1-0 Vietnam
2003 Indonesia 1-0 Laos
2005 Indonesia 0-0 Myanmar
2007 Indonesia 3-1 Kamboja
2009 Singapura 2-2 Indonesia
2011 Indonesia 6-0 Kamboja
2013 Kamboja 0-1 Indonesia
2015 Myanmar 4-2 Indonesia