Arsip Tag: Simon Mcmenemy

Uni Emirat Arab Vs Indonesia: Jangan Sampai Loyo di Babak Kedua, Garuda!

Timnas Indonesia keteteran usia jeda saat takluk dari Malaysia dan Thailand. Menghadapi Uni Emirat Arab, skuat Garuda tak boleh loyo di paruh kedua laga.

UEA vs Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 berlangsung di Al Maktoum Stadium, Dubai, Kamis (10/10/2019) pukul 22.30 malam WIB. Pertandingan itu disiarkan langsung oleh TVRI dan Mola TV, dan bisa ditonton gratis dengan link ini.

Indonesia menyambangi Dubai dengan rentetan hasil negatif. Tim asuhan Simon McMenemy takluk 2-3 dari Malaysia, dan tumbang 0-3 dari Thailand.

Selama ditangani Simon, Indonesia sudah bertanding lima kali. Rinciannya dua kali menang dan dua kali tumbang.

Saat kalah, secara keseluruhan ada 10 gol yang bersarang ke gawang Indonesia. Sebanyak 70 persen ke gawang tim Indonesia tercipta di babak kedua.

Saat takluk dari Malaysia, Indonesia kebobolan dua gol di babak kedua. Sementara kala kalah dari Thailand semua golnya pada babak kedua.

Sedangkan ketika dihajar oleh Yordania 1-4, gawang Indonesia dibobol dua kali di babak kedua.

Simon memanggil beberapa pemain belakang baru untuk UEA vs Indonesia. Putu Gede Juni Antara dan Rezaldi Hehanusa menggantikan dua pemain veteran Yustinus Pae dan Ruben Sanadi.

“Kami selalu mencoba positif dengan apa yang kami miliki dan memastikan punya senjata untuk melawan UEA. Kami harus fokus dan hati-hati dalam bermain nanti. UEA punya tim dan pelatih yang bagus. Kondisi pemain saat ini bagus, selalu ada perkembangan positif setiap harinya,” kata Simon di situs PSSI.

Simon Pertajam Kelebihan Timnas untuk Lawan Malaysia

Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, mengasah formula seiring kian dekatnya laga pertama Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Dia puas pemain bisa beradaptasi dengan cepat.

Timnas senior menyelesaikan dua laga uji coba menuju Kualifikasi Piala Dunia 2022, melawan Persika Karawang dan Bhayangkara FC. Dua pertandingan itu dilangsungkan di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Dua-duanya berakhir dengan kemenangan 4-0 dan 2-0.

Terdekat, Timnas menghadapi Malaysia, kemudian dilanjutkan dengan menjamu Thailand. Kedua pertandingan tersbeut dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 5 dan 10 September.

Merujuk hasil dua laga uji coba itu, Simon memuji penampilan anak asuhnya. Dia hanya perlu mempertajam potensi timnya semaksimal mungkin, khusunya untuk menghadapi Malaysia.

“Luar biasa anak-anak bermain bagus. Latihan kami sepanjang waktu dalam minggu terakhir adalah bagaimana kami memaksimalkan passing pendek dan memaksimallkan orang-orang di sisi luar lapangan atau sayap-sayap kami. Tentu harapan kami jelang melawan Malaysia semakin banyak senjata kami jelang menghadapi mereka,” ujar Simic.

Simon juga menilai tiga pemain yang telat gabung, Yanto Basna, Victor Igbonefo, dan Hanif Sjahbandi, bisa cepat beradaptasi. Apalagi, Hanif yang berhasil mencetak gol.

“Yanto dia sudah pernah latihan sama saya jadi tidak ada masalah. Kalau Victor ini pertama kali dia latihan bersama saya. Saya pernah melihat Victor di Thailand bagaimana kami melihat kelebihan dan kekurangan dia. Sampai mana kami dorong Victor limitnya dimana,” kata dia.

“Kalau Hanif dia luar biasa dan cepat dan bisa cover lini tengah tadi. Dia juga mampu mencetak gol, dia luar biasa bagus, dia bisa jadi bek juga dia pemain muda potensial di depan,” Simon menambahkan.

TC di Bogor Usai, Timnas Boyongan ke Jakarta

Timnas Indonesia telah menyelesaikan pemusatan latihan di Bogor menuju Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Skuat Garuda melanjutkan latihan di Jakarta.

Sudah sejak 22 Agustus 2019, Timnas menggeber pemusatan latihan di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Dari 26 pemain, skuat belum komplet.

Ketimbang berfokus kepada pemain yang belum tiba, pelatih Timnas Indonesia, Simon, memilih untuk memaksimalkan skuat yang ada dan potensi pemain. Dia puas dengan penampilan Stefano Lilipaly dkk yang sudah menjalani dua laga uji coba, melawan Persika Karawang dan Bhayangkara FC, yang berakhir dengan kemenangan.

“Bagus TC di Bogor, yang susah mengumpulkan pemainnya saja. Mereka juga capek karena habis bermain di klub makanya kami harus berpikir keseimbangan stamina mereka dan istirahat mereka jangan memaksakan pemain latihan dengan keras karena ujungnya mereka kembali ke klub,” kata Simon di Stadion Pakansari, Rabu (28/8/2019).

Selanjutnya, Timnas pindah ke Jakarta untuk menjalani persiapan melawan Malaysia pada 5 September di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Simon menyebut timnya masih membutuhkan satu sesi uji coba internal.

“Besok kami semua sudah kembali ke Jakarta. Kalau semua pemain sudah kumpul kami hanya internal game. Saya tidak mau terlalu banyak melibatkan pemain dalam situasi pertandingan karena mereka juga sudah banyak bertanding di liga,” dia menambahkan.

Timnas Jalani Dua Uji Coba Sebelum Jumpa Malaysia di Kualifikasi Piala Dunia

Timnas Indonesia menghadapi Malaysia dalam laga perdana Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Pelatih Timnas, Simon McMenemy, berencana menggelar dua kali uji coba sebelum pertandingan tersebut.

Timnas senior dijadwalkan bertemu Malaysia pada Kamis (59/2019). Laga tersebut dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Lima hari kemudian, pasukan Garuda menjamu Thailand di stadion yang sama.

Sebelum menghadapi Malaysia, Simon menyiapkan laga uji coba. tak cuma satu, Timnas akan menjalani dua kali pemanasan dalam laga persahabatan.

“Pertama, tanggal 25 (Agustus) melawan tim Liga 2, nanti akan kami umumkan. Selain itu, tanggal 29 (Agustus), sudah kami pastikan, Timnas melawan Bhayangkara FC, barulah kami ke Jakarta,” kata Simon kepada pewarta usai berlatih di Stadion Pakansari, Cibinong dalam latihan perdana, Kamis (22/8/2019).

Simon tutup mulut soal detail sistem dan strategi yang disiapkannya itu. Lagipula, skuat Timnas belum komplet dalam latihan pertama itu. Sebanyak tujuh pemain Stefano Lilipaly, Otavio Dutra, Andik Vermansah, Ruben Sanadi, Hanif Syahbandi, Yanto Basna, dan Victor Igbonefo berlum tiba.

Pelatih asal Skotlandia itupun menjelaskan tak memberikan porsi latihan beragam kepada pemainnya. Dia memilih untuk memberikan materi ulangan kepada pemain.

“Buat Malaysia ya, kan Malaysia juga baca koran. Jadi, saya tidak mau sharing soal strategi dan persiapan kami seperti apa,” ujar dia.

Bahkan, Simon hanya memberikan kesempatan kepada pewarta untuk menyaksikan Timnas berlatih pada 15 menit pertama dalam latihan tersebut.

Berkaca Saddil, Simon Hadiahkan ‘Alarm’ kepada Bagus Kahfi

Simon McMenemy mengajak penggawa Timnas U-18, Amiruddin Bagus Kahfi, untuk latihan bersama tim senior. Dia berharap itu menjadi alarm Bagus setelah berkaca pada kasus Saddil Ramdani.

Bagus Kahfi datang dalam latihan perdana Timnas menuju Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Pakansari, Kamis (22/8/2019). Itu sebagai bentuk apresiasi Simon terhadap Bagus yang tampil sip dengan menjad topskorer Piala AFF U-18 pekan lalu, meski Indonesia finish di peringkat ketiga.

Bagus pun menjadi pemain paling muda dalam latihan itu. Dia relaks dan tak canggung berlatih bersama pemain senior.

Selain mengapresiasi Bagus, Simon berharap kesempatan itu bisa menjadi motivasi khusus bagi Bagus. Selain itu, Simon menjadikan momen itu sebagai alarm untuk Bagus yang baru berusia 17 tahun itu.

“Kami harus menekan Bagus karena dia pemain yang sangat bagus. Ada banyak orang yang sangat senang dengan kemampuan pemain muda seperti dia,” kata Simon seusai latihan perdana, Kamis (22/8/2019).

“Dia menjadi pemain bintang terlalu cepat, saya bawa dia ke sini untuk menyadarkannya bahwa dia belum menjadi bintang,” kata dia.

“Tentu prioritas saya di sini si bagus ini adalah untuk coach Fakhri Husaini, saya ingin memberikan sebanyak-banyaknya kesempatan supaya dia jadi pemain lebih baik lagi,” ujar Simon usai laga.

“Kalian ingat tahun lalu ada Saddil Ramdani, dia main di Timnas pada empat usia berbeda, Timnas U-19, U-23, Timnas senior dan Persela Lamongan. Kami ingin coba membuat lebih terstruktur lagi,”

“Ini menjadi kesempatan buat anak ini jauh lebih baik lagi agar ujung-ujungnnya bisa menjadi andalan coach Fakhri dan jadi lebih baik lagi. Terkadang pemain muda hebat di Indonesia sudah punya follower 400, dikontrak Adidas, kami harus mengingatkan mereka bahwa mereka belum jadi. Bagaimana cara kami mengingatkan mereka, kami bawa ke sini, ‘oh ternyata di sini masih ada pemain yang lebih hebat dari saya’,” dia menegaskan.

Simon: Indonesia Tak Cari Kemenangan Lawan Yordania, tapi…

Timnas Indonesia akan menghadapi Yordania di laga uji coba. Pelatih Simon McMenemy menegaskan bahwa dirinya tidak mementingkan hasil pertandingan.

Pertandingan melawan Yordania adalah bagian dari rangkaian persiapan Indonesia menuju Kualifikasi Piala Dunia 2020. Setelah ini, Skuat Garuda akan menjajal Vanuatu.

Simon membawa 25 pemain untuk dua pertandingan tersebut. Melawan Yordania, dia menegaskan tak incar hasil pertandingan. Pria asal Skotlandia itu justru ingin melihat para pemainnya mengaplikasikan materi latihan.

Yordania mendapat hasil buruk di laga uji coba terakhirnya. Tim besutan Vital Borkelmans ini dilumat 1-5 oleh Slovakia.

“Kami sudah menonton pertandingan Yordania lawan Slovakia. Mereka kuat. Supaya dapat hasil maksimal, kami harus beri penampilan yang maksimal.

“Besok saya tidak terlalu peduli dengan hasil pertandingan. Barulah ketika kualifikasi hasil itu penting. Besok yang paling penting adalah performa para pemain,” sambungnya.

“Mereka mampu mengaplikasikan yang di latihan atau tidak. Harapan saya pemain besok bisa memberikan kemampuan terbaiknya,” Simon menegaskan.

McMenemy Sudah Tentukan 11 Pemain Starter Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy sudah memiliki bayangan pemain mana saja yang akan menghuni starter, saat mereka berhadapan dengan Yordania di laga uji coba 11 Juni 2019 mendatang.

Empat hari berselang atau pada 15 Juni 2019 ganti Indonesia yang akan menjamu Vanuatu di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Enam pemain baru ada dalam pemusatan latihan kedua McMenemy sejak Maret lalu, mereka antara lain Alberto Goncalves, Awan Setho Raharjo, Achmad Jufriyanto, Rizky Rizaldi Pora, Ramdani Lestaluhu, dan Irfan Bachdim.

Beberapa nama seperti Ilija Spasojevic, Greg Nwokolo, dan Samsul Arif harus terpinggirkan sementara.

Dua laga uji coba ini diharapkan bisa menjadi persiapan Indonesia mengikuti babak kualifikasi Piala Dunia 2022/Piala Asia 2023 yang akan dimulai bulan September mendatang.

“Kami persiapan untuk (Kualifikasi) Piala Dunia. Saya selalu bilang ke asisten bahwa sudah punya kerangka 11 pemain inti ideal saya,” kata Simon McMenemy.

“Di saat senggang di rumah, saya sering coret-coret nama pemain untuk masuk ke dalam tim ideal saya.”

“Akan tetapi, saya sering lihat video pertandingan sehingga sering mengganti beberapa pemain di posisi 11 inti,” ujar Simon McMenemy menambahkan.

Kompetisi Liga 1 masih menjadi acuan pelatih asal Skotlandia ini dalam menentukan para pemain terbaik Indonesia. McMenemy tak akan menutup pintu bagi wajah-wajah baru untuk membela skuat Garuda jika tampil baik di Liga 1 musim ini.

“Istilahnya, kita punya Evan Dimas, tetapi saya berharap tidak cuma ada satu Evan Dimas, tetapi bisa muncul nama-nama baru yang berkualitas,” tutur Simon McMenemy.

“Kita tidak akan tahu nanti di liga pemain seperti Evan Dimas atau Hansamu Yama bisa saja cedera.”

“Kita nggak mungkin hanya berharap dengan pemain tersebut.”

“Kami harus cari pemain-pemain lain, tetapi idealnya, saya sudah punya 11 pemain yang terbaik versi saya,” kata Simon McMenemy lagi.

Para pemain Timnas diizinkan untuk pulang dan berkumpul bersama keluarganya untuk menikmati momen lebaran yang jatuh pada Rabu (5/6/2019) dan Kamis (6/6/2019).

Selanjutnya mereka akan kembali berkumpul pada Kamis sore dan menjalani satu kali latihan pada Jumat (7/6/2019), sebelum bertolak ke Amman, Yordania.

Simon McMenemy: Pemain Senior Seperti Asisten Pelatih

Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy memiliki alasan mengkombinasikan pemain senior dan muda di dalam tim. Pemain senior disebut sangat membantunya.

Simon telah melakukan pemanggilan terhadap 27 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan. Dalam daftar nama yang dipanggil, Simon mencantumkan sejumlah pemain muda, seperti Febri Hariyadi, Evan Dimas, Zulfiandi, Wahyu Subo Seto, Alsan Sanda, dan Novri Setiawan.

Sementara sosok pemain senior yang dipanggil seperti Ruben Sanadi, Yustinus Pae, Andik Vermansah, sampai Greg Nwokolo dan Ilija Spasojevic.

Simon kembali menegaskan alasannya banyak memanggil pemain senior. Menurutnya pemain senior seperti asisten pelatih karena banyak membantu di dalam tim.

“Di sini secara pribadi saya ingin bikin tim yang seimbang antara pemain senior dan pemain muda. Kadang pemain muda kesulitan ketika berhadapan dengan tim seperti China atau Vietnam,” ujar McMenemy usai latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2019).

“Pemain senior buat saya seperti asisten pelatih karena pengalaman mereka bisa membantu pemain muda seperti Febri (Hariyadi), Zulfiandi, Evan untuk lebih berkembang,” tambahnya.

Indonesia akan menjalani pemusatan latihan di Australia dan Bali. Agenda Skuat Merah Putih terdekat adalah beruji coba melawan Myanmar. Pertandingan tersebut dijadwalkan digelar pada 25 Maret mendatang.

Bhayangkara FC Harus Cari Pelatih Baru

Bhayangkara FC kemungkinan besar harus mencari pelatih baru untuk kompetisi musim depan. Ini karena pelatih Simon McMenemy punya rencana tinggalkan The Guardian.

Performa Bhayangkara FC di bawah asuhan Simon McMenemy sangat mengesankan dalam dua musim ini. Pada 2017 lalu, pelatih asal Skotlandia itu berhasil mempersembahkan gelar juara. Lalu di musim ini, Bhayangkara FC pun menutup musim di peringkat tiga.

Pencapaian ini tentunya menjadi bukti bahwa Simon McMenemy memang arsitek klub yang berkualitas. Belakangan pun beredar kabar, McMenemy diincar sejumlah klub, baik di dalam atau luar negeri.

“Kemungkinan Simon McMenemy akan keluar Indonesia juga sangat besar, tapi kita lihat saja nanti,” ujar manajer Bhayangkara FC, Sumardji, seperti dilansir situs resmi Liga Indonesia.

Sumardji menambahkan, pihak Bhayangkara FC lebih berharap Simon McMenemy akan menjadi pelatih Timnas Indonesia, dibanding melatih klub lain di tanah air. Alasannya, beberapa waktu lalu McMenemy memang masuk dalam daftar kandidat pelatih tim Merah Putih.

“Kalau Simon McMenemy dibutuhkan untuk Timnas Indonesia, saya seribu persen rela melepasnya. Tapi kalau masih di sekitaran sesama klub Indonesia, saya akan mencoba bicara kepadanya,” tandas Sumardji mengenai McMenemy yang kontraknya di Bhayangkara FC selesai pada Desember ini.

Kabar terakhir yang beredar, Simon McMenemy bakal didaulat menjadi pelatih Persib Bandung yang baru, setelah tim Maung Bandung memutus kontrak Mario Gomez awal pekan ini.

Namun, pihak Persib Bandung sendiri menutup rapat informasi mengenai siapa pelatih anyar Persib untuk musim depan.

Diakui direktur keuangan Persib Bandung, Teddy Tjahyono, saat ini cukup banyak pelatih yang ajukan tawarannya ke Persub Bandung. Seluruh lamaran yang datang juga tengah diseleksi pihak manajemen, sekaligus mengevaluasi tim di musim 2018 yang baru lalu.