Arsip Tag: Stefano Cugura Teco

Konsentrasi dan Kerja Keras Kunci Kemenangan Bali United atas Persib

Bali United sukses mempermalukan Persib Bandung 2-0 pada lanjutan Liga 1 2019. Kemenangan itu diraih Bali United berkat konsentrasi dan kerja keras para pemain.

Bertanding di Si Jalak Harupat, Jumat (26/7/2019), Bali mengejutkan Persib dengan gol cepat yang dicetak Stefano Lilipaly. Keunggulan tersebut bertahan di hampir sepanjang pertandingan sebelum Ilija Spasojevic menciptakan pukulan bagi Maung Bandung dengan gol lain di penghujung laga.

“Kita bagus hari ini, bisa cetak gol cepat. Babak kedua saya kira lebih kompak dan bertahan dan bisa serang balik. Menit terakhir kita bisa tambah gol dan menjadi 0-2,” kata pelatih Bali United Stefano Cugurra Teco dalam konferensi pers, Jumat (26/7/2019).

“Semua bermain ekstra keras, terima kasih kepada semuanya,” tambahnya. “Kunci kemenangan konsentrasi dari pemain dan organisasi tim, semua kerja keras, waktu kita hilang bola pemain Persib sangat bagus semua punya kualitas. Tapi kita kerja keras, dari Spaso dan lainnya bermain ekstra,” ungkapnya.

Hasil ini menandai kemenangan kedua beruntun Bali United usai sebelumnya menumpas PSS Sleman. Dengan demikian, Serdadu Tridatu menghuni peringkat kedua klasemen Liga 1 usai mengantongi 22 poin hasil 10 pertandingan, terpaut satu poin dari Tira Persikabo di atasnya yang sudah memainkan 11 laga.

Menang Atas Persebaya, Teco Puji Performa Penyerang Sayapnya

Bali United sukses meraih hasil positif di laga perdana Liga 1 2019. Tim besutan Stefano Cugurra alias Teco itu menang 2-1 atas Persebaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (16/5/2019).

Dua gol Bali yang dicetak oleh Ilija Spasojevic dan Paulo Sergio hanya mampu dilawan dengan sebiji gol dari Persebaya, yaitu llewat aksi M. Syaifuddin.

Teco pun memuji beberapa pemainnya yang tampil menawan. Salah satu nama yang yang diapresiasi pelatih asal Brasil itu adalah Yabes Roni Malaifani.

Penyerang sayap yang diplot di sisi kanan tersebut dinilai tampil apik kendati berhadapan dengan bek senior Ruben Sanadi. Yaves pun sebenarnya tidak tampil 90 menit, pada meit ke 62 ia digantikan oleh Irfan Bachdim.

“Hari ini Persebaya punya bek kiri Ruben Sanadi yang sangat bagus. Tapi Yabes Roni bisa bertahan dan menyerang dengan baik,” kata Teco di situs resmi Liga 1.

Selain mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pemain, ia pun memuji dukungan fan yang rela datang langsung ke stadion meski malam makin larut.

“Terima kasih pemain. Terima kasih fans yang datang meski malam. Dan kami bisa dapat Hasil bagus,” tutur Teco.

Persija Juara Liga 1 karena Teco Kini Lebih Siap

Persija Jakarta menjadi juara Liga 1 2018. Pelatih Stefano Cugurra Teco mengaku lebih siap mengarungi musim kompetisi sehingga Macan Kemayoran mengangkat trofi.

Persija memastikan gelar juara Liga 1 2018 usai mengalahkan Mitra Kukar 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (9/12/2018). Kemenangan itu membuat Persija mengumpulkan 62 poin, mengungguli PSM Makassar dengan selisih satu poin di klasemen akhir Liga 1.

Musim ini, Persija tampil konsisten. Tim asal Ibu Kota itu meraih 18 kemenangan, 8 kalah, dan 8 hasil imbang dari 34 laga. Selain itu, beberapa pemainnya bersinar seperti Marko Simic yang mencetak 16 gol di Liga 1 2018

Teco mengungkapkan, dirinya kini lebih siap untuk membawa Persija menjadi juara. Ia mengaku sudah punya banyak modal, dari segi pemahaman karakter pemain hingga lawan, agar Persija bisa tancap gas mengangkat trofi.

“Yang beda, mungkin saya lebih siap. Kemarin waktu saya datang ke Persija, saya dari Liga Thailand, jadi saya datang ke Persija, saya tidak tahu pemain di awal-awal, posisi pemain dan kualitasnya. Kami harus tahu kalau pelatih harus punya waktu baru di Liga, harus punya waktu untuk adaptasi sama tim baru.” kata Teco saat ditanya detikSport usai laga.

“Tapi di tahun ini saya sudah tahu semua pemain. Semua pemain yang di dalam tim. Saya juga tahu lawan, saya sudah dengar kualitas lawan-lawan. Jadi lebih mudah buat saya,” tambahnya.

Bagi Persija, ini menjadi gelar juara liga dalam 17 tahun terakhir. Total di 2018, Persija meraih tiga gelar yakni dua di pramusim dan gelar Liga 1 2018.

Ini Siasat Persija Siasati Kekosongan Kompetisi

Kompetisi Gojek Liga 1 bersama Bukalapak saat ini sedang berhenti. Namun, pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra Teco, menegaskan timnya untuk terus fokus berlatih, mengingat kompetisi bisa bergulir kembali sewaktu-waktu. Pelatih asal Brasil itu menyiasati kekosongan jadwal kompetisi dengan menggelar laga uji coba.

Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia dihentikan oleh PSSI hingga batas waktu yang belum ditentukan, setelah rivalitas suporter kembali memakan korban jiwa. Langkah menghentikan kompetisi dianggap sebagai solusi jangka pendek paling tepat oleh banyak pihak.

Namun, pelatih Persija tidak ingin momentum berhentinya kompetisi membuat semua pemainnya menganggur. Pelatih asal Brasil itu pun tetap mempersiapkan program latihan walau tetap berharap segera ada kepastian mengenai kembalinya kompetisi bergulir.

“Jika saya mengetahui liga berhenti satu atau dua pekan, kami bisa membuat program yang pasti. Namun, saya belum tahu kapan kompetisi bergulir lagi sehingga sulit untuk menyusun program,” ujar Stefano Cugurra Teco.

“Saya hanya katakan kepada para pemain untuk tetap bekerja keras dalam latihan karena kita semua tidak tahu kapan lagi akan bermain, mungkin dalam lima sampai tujuh hari ke depan sudah bisa main. Jadi yang penting para pemain berlatih sehingga ketika PSSI sudah menetapkan kapan kembali bermain, kami semua sudah siap,” lanjutnya.

Sementara itu, satu cara untuk bisa menjaga kesiapan para pemain untuk kapan pun kembali berkompetisi, Stefano Cugurra Teco, ingin ada pertandingan uji coba yang dilakukan Persija. Namun, Teco tak mengharuskan lawan uji coba itu dari tim tertentu.

“Kami harus berdiskusi dengan manajemen. Kami minimal harus melakukan satu laga uji coba. Lebih bagus untuk tim karena kami belum tahu kapan akan bermain lagi. Jika klub Liga 1 sulit, maka tak masalah kalau dari Liga 2 atau Liga 3. Yang penting kami bisa menjalankan apa yang ada di latihan,” ujar Teco.

“Jika sulit mendapatkan lawan, bisa saja kami melakukan internal game,” lanjut pelatih Persija it